FIRST MONTH REVIEW: Night Blooming Cereus

KOTAKLOTUSWEI

NBC

Botol Flower Essence pertama bernama Night Blooming Cereus telah tuntas habis kuminum. Satu pesan spesifik yang kudengar berulang-ulang dari tanaman ini adalah “biarkan semua muncul” (let it shows). Segala persona yang kumiliki baik di sisi terang maupun sisi gelap, semua hadir menyapa dan semua kusambut dengan pelukan yang sama hangatnya. Berikut ini adalah apa yang kurasakan minggu demi minggu.

Di minggu pertama yang hadir adalah persona Hanita yang ambisius, aktif, fit, dan ekspresif. Aku bisa yang dalam satu minggu latihan Zumba, yoga, dan lari hampir setiap hari. Tubuh ini mengajak untuk menantang limitnya sendiri. Aku merasa badan ini gak ada  matinya, bisa melakukan aktifitas fisik seberat apapun aku mau seperti kelinci baterai Energizer menabuh drum bertalu-talu. Aku bukan hanya jogging, tapi semi sprint. I am limitless. I am in a perfect shape. Di saat yang sama aku mulai memberanikan diri untuk membuat akun Periscope dan nekat rutin melakukan live broadcast full dalam Bahasa Inggris. Mendadak aku punya bad ass b*tch yang muncul dan berani melakukan apa saja, tak kenal takut. Letupan ide tentang proyek-proyek di masa depan terus berdatangan. Semua itu kutulis dan kuobrolin juga dengan beberapa teman dekat seperjuangan. Jujur, niat awal bikin Periscope sebenernya cuma mau ngikutin kegiatannya Katie Hess, si pendiri dan pemilik Lotus Wei. Aku ngefans banget sama dia, aku merasa pembawaan cewek ini kaya ibu Robin Lim banget, versi lebih mudanya. Karena saya super rajin, coba mari kita bandingkan dulu foto keduanya haha.

katie-headshot-yellow-background-267x300 robin lim

Well meski secara kasat mata nggak mirip-mirip amat sih ya, tapi keduanya memiliki sinaran mata yang sama meski warna mata mereka berbeda. Mereka berdua sama-sama datang dari kelompok server. Tujuan mereka hidup adalah untuk melayani, mengajar dengan cinta dan menyentuh hati banyak orang. Jyahaha jadi random ini tapi at least aku cuma tekankan poin bahwa Katie Hess ini kedemenanku banget saat ini, dan seperti Ibu Robin, fansnya dia pun buanyak. Semua orang termehek-mehek sama pancaran radiating soul-nya. Intinya demi mantengin Katie Hess aku jadi banci Periscope, dan akhirnya aku sendiri nyemplung beneran jadi daily live scoper dan dalam sebulan ini udah difollow 108 orang, Alhamdulillah gak nyangka. Aku udah banyak posting vlog tentang betapa asiknya Periscope, dan aku yakin Periscope ini adalah media yang sempurna untuk nunjukin aspirasi kita ke dunia. On periscope, we are showing what we REALLY got in our brain. Plagiarism has zero chance to survive here bhuhuahahahaha berdehem ke mbak Prita, eaaa makin random. Okeh baiklah kembali ke Night Blooming Cereus minggu kedua. Etapi follow aku di Periscope ya @doulahanita aku sering bawain topik doula, channeling Angels & Spirit Guides di situ dan ngasih sesi tarot reading juga. Anyhow…

Di minggu kedua, semua ‘temen nongkrong’ di Periscope lagi seru bahas persiapan Fall Equinox. Emang lah bunbun rada anomali yah, temen benerannya cuma ada di Periscope haha. Pokoknya kita lagi seru tuh bahas lunar eclipse dan how to release our old memories and pattern that don’t serve us anymore. Secara vibrasional akupun jadi lebih reflektif ke dalam. Aku melakukan banyak meditasi ‘misalnya’. Maksudnya gini, segala apa-apa yang kurasa masih membuat diriku insecure, aku tulis di kertas.

Misalnya nanti orang-orang pada bilang gue gemukan dan nyangka ini gara-gara pil KB… Misalnya nanti orang-orang pada nyangka gue hamil sampe telinga gue merah padam… Misalnya emak mertua gue masih pancarin energi disapproval juga ke gue… Misalnya nyokap gue masih suka mendadak kumat hysteria lagi… Misalnya gua ternyata nggak bisa nerapin ilmu gue buat handle masalah-masalah klasik di sekeliling gue… Misalnya laki gue masih verbally abusive juga ampe tua… Misalnya gue gak kurus-kurus juga… Misalnya gue kecemplung lagi di tengah ibu-ibu perkumpulan istri sosialita yang gak bakal mudeng gua ajak ngomongin tentang Solstice ritual… Misalnya bisnis Tarot gue sepi pelanggan karena orang-orang pada sibuk nyanyi politik… Misalnya…. Misalnya…. Misalnya….

Dengan mengkontemplasikan sejuta ‘misalnya’ maka aku akan berhadapan kembali ke pola pikir lama, my old rotten self chatter. Di dalam kepalaku mungkin orang-orang lain yang menjadi ‘pelaku tersangka’ yang membacakan naskah self chatter ini. ‘Kamu gendut’, ‘kamu kafir’, ‘kamu terlalu pintar’, ‘kamu sok tau’, ‘kamu gak punya temen’, ‘kamu pintar tapi gembrot’, ‘anakmu kurus’, ‘anakmu kurang makan’, ‘anakmu kok gak diajarin agama’, ‘kamu malas’, ‘kamu berantakan’, ‘kamu si penunda’; namun mereka tak lebih dari sebuah kedok. Sebetulnya aku sendiri yang jahat, sebetulnya aku sendiri yang ngejudge, sebetulnya aku sendiri yang suka ngatain, sebetulnya aku sendiri yang suka bilang gendut, yang nakut-nakutin bahwa aku nggak akan fit in di tengah masyarakat. Mengapa harus memberinya kulit dan tubuh orang lain sebagai personifikasi ilusif? DHOENG. Suara gong bertalu. I’m now dealing with my true enemy, my own self. Biarkan dia hadir. That’s the shadow part of myself, that’s my autumn side. Persona Hanita yang self abusive sudah keluar dan kusambut dengan sama hangatnya di minggu kedua.

Minggu ketiga dan keempat aku menghadapi tamparan yang lebih menantang lagi: PMS dan datang bulan. Nggak ada lagi lari sprint di pagi hari, nggak ada lagi dansa-dansa seksi bareng Beto si Zumba guy. Aku menyerah kedalam rengkuhan dysmenorrhea dan kecupan sadis si lunar eclipse. Semakin banci sharing di Periscope, dan semakin banyak temen senasib sepenanggungan. Sempat tiba-tiba jiwa kreatifku muncul pingin bikin Mala beads, aku berangkat sendiri jalan kaki ke Richards dan belanja banyak bahan jewelry. Lalu sukses bikin satu kalung multifungsi Mala-tasbih yang secara apik ngepas banget jadi gelang setelah dililit empat kali. Aku ngerasa damai….konflik di dalam diri sebagian besar telah kuhadapi. Dan bener kata Katie, observing is dissolving. Saat kita beranikan diri untuk berduel langsung dengan seluruh  ketakutan yang kita punya (baca: lemari berisi Boggart), ketakutan itu perlahan lenyap. Buka saja lemarinya, hadapi boggartnya, dan kita akan menang.

I started late but I finish on time. Di awal minggu keempat  aku mendapati botol Night Blooming  Cereusnya udah ringan banget. Nggak berapa lama eh Flower essence untuk bulan kedua (Desert Mallow) udah nongol di depan pintu. Akhirnya selesai sudah tugas di bulan pertama meski sampai sekarang aku belum rajin-rajin banget ngerjain worksheetnya. Oh iya, di akhir masa-masaku mengkonsumsi Night Blooming Cereus ini, aku kena racun konsumerisme baru, yakni demam Planner. Tetiba minat lagi sama planner yang model organizer jaman SMA-kuliah itu, dan berbuah satu, hmm oke saya ngaku….dua buah planner baru. Jadi lumayan rajin memformulasikan kegiatan dan target produktifitas mingguan. Jadwal vlogging dan live broadcast-ku jadi lebih terstruktur. Seneng dan puas bisa lebih in control sama kegiatanku sendiri. Di tetes terakhir Night Blooming Cereus, aku ucapkan terimakasih. Terimakasih, Plant Teacher….

Before photo, beautiful but still carry a lot of worry

Before photo, beautiful but still carry a lot of worry

IMG_1535

what has helped me surviving my period

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s