My #FLOWEREVOLUTION Journey

Sumber: lotuswei.com

Sumber: lotuswei.com

Terkadang aku melihat diri sendiri sebagai sebuah perusahaan yang selalu perlu mengadakan refreshment training untuk para pegawainya. Sebagai pekerja bisnis rumahan, aku adalah Direktur, aku adalah HR, dan aku juga adalah pegawai operasionalnya. I work with women, pregnant women, and moms. Membimbing 118 member Young Living Mama Esensial yang kutangani dengan sangat personal juga butuh refreshment training. Dua tahun lebih bekerja secara one on one consultation maupun group training membuat aku sadar bahwa kaum wanita membawa potensi yang sangat besar dalam membawa perubahan positif; namun mereka juga masih begitu tertahan oleh limited beliefs yang mereka bawa. Aku seperti melihat kilauan gemstone yang masih terhalang oleh tumpukan kerikil.

Sekitar dua bulan yang lalu aku berpikir, ‘I really want to bring these beautiful amazing women forward, more fierce and fearless, tapi gimana ya?’. Banyak dari mereka yang sudah memiliki banyak koleksi Essential Oils, suplemen, dan bahkan produk personal care. Namun saat tersandung oleh beberapa masalah; mereka (dan aku juga), masih juga terpuruk dalam lubang gelap yang sama: sense of unworthiness, self judgement, self hatred, self guilt, and depression. Aku memiliki koneksi yang sangat kuat dengan member-memberku. Seperti sudah jadi ikrar di dalam hatiku bahwa mau jadi berapa generasi pun nanti Mama Esensial ini berkembang, aku harus tetap memberikan greeting dan guidance kepada tiap personal apabila mereka menginginkan. Alasannya, aku merasakan oneness dengan komunitas bimbinganku ini. Saat aku selalu down dan grumpy dalam menghadapi hidupku, mereka juga. Dan saat aku bangkit optimis, mereka juga merasakan energi yang sama. So anyway, di momen dua bulan yang lalu tersebut aku meng-invoke sebuah niatan: ‘Ya Alloh tunjukkan bagaimana aku bisa serve more ke member-member Mama Esensialku ini. Hadiah apa yang bisa aku berikan buat mereka sekarang?’. Lalu aku menunggu.

Mau cerita sedikit dulu soal Flower essence. Dalam dua tahun ke belakang, aku sudah lumayan familiar dengan flower essence atau flower remedy. Selain menggunakan essential oils, di rumah juga selalu ada Bach rescue remedy dan sedikit flower remedy yang satuan (aku punya holly dan crab apple). Di sini, Bach Flower Remedy termasuk over the counter homeopathy products, yang artinya tidak perlu training atau gelar khusus dalam memakai dan membeli. Saat kita datang ke rak Bach Flower, kita disambut dengan banyak brosur dan display elektronik yang memandu kita mengisi kuis dan menentukan kita paling butuh flower apa. Totally self service, aku malah ended up nganggurin produk-produk Bach Flowerku gitu aja di ‘rak obat’. Aku kurang mendapati perubahan yang signifikan secara emosional, sampai aku pun akhirnya beli buku tentang Bach Flower. Setelah belajar bukunya, tetep masih kurang klik karena aku merasa perusahaan ini plain dan kurang greget. Sampai sekarang aku tetap mengkonsumsi Bach Flower apabila mengalami emosi yang menjadi indikasi Holly, Crab Apple, maupun rescue remedy; tapi itupun dengan motivasi yang seadanya. I was still not a believer in Flower Essences, until I met Lotus Wei.

Kenal Lotus Wei secara random sewaktu aku riset ilmu tentang membuat hydrosols. I keep enriching myself with herbal training & knowledge, makanya Mama Esensial dikenal sebagai ‘grupnya oiler-oiler nyentrik’ instead of ‘group pencetak pundi-pundi OGV’. Pas aku lagi mengumpulkan beberapa sampel Hydrosol terbaik di pasaran, aku dapat satu nama ‘Infinite Love’ mist dari Lotus Wei. Langsung aku beli dan kubikinin reviewnya di sini. Lotus Wei juga menjual beberapa Flower elixir seperti Bach Flower namun secara apik mereka mengemasnya dengan lebih cantik dan chic, rasanya juga manis karena mengandung raw honey. Aku tidak langsung jatuh cinta sama brand ini, masih banyak kritik dan resistensiku tentangnya. Kenapa kemahalan? kenapa baunya sweet banget nggak kelihatan therapeutik? Jangan-jangan ini adulterated? Beberapa hari memakai mist hydrosolnya, aku mulai tergerak untuk menerawang lebih jauh soal filosofi perusahaannya. Seri video mereka di vimeo bener-bener membuka cakrawala pengetahuanku banget soal plant medicine dan indie beauty movement, sayang web vimeo tidak bisa dibuka di Indonesia😦 Intinya Lotus Wei membagi begitu banyak tips untuk menghasilkan positive ripple effect di lingkunganmu dan membawa perubahan besar di sekitarmu. Setelah aku mengalah untuk memberikan kesempatan kedua kepada Lotus Wei nyobain flower elixirnya, I traced a very good quick result. Flower elixir ‘Joy Juice’ yang aku konsumsi beberapa minggu terakhir ini menghilangkan semua stagnant energy yang kurasakan dengan Young Living oilsku. Ujug-ujug aku bisa nemuin beberapa cara baru untuk pakai oil bersama beberapa mudra untuk trauma healing yang akan menjadi my next video training. Aku merasakan bisa start new, start fresh, dan visualisasi jelas akan proyek-proyek di masa depan. Nah namanya juga racun yah, sekali beli bakalan terus aje nih dikirimin newsletter promo-promo menggiurkan (emot closed eye monkey). Dan klimaksnya adalah ajakan untuk mengikuti Flower Revolution Movement yang ditujukan buat para entrepreneurs, business owners, creative workers, dan change makers.

Jujur, i’m awed. Tercetus ide bahwa ini akan cakep banget untuk diaplikasikan ke bisnis Young Living-ku, secara sekarang semakin banyak serangan-serangan nyinyir dan gak sehat tentang Young Living di Indonesia oleh brand-brand competitor yang mulai menyusul berdatangan. This Lotus Wei Flower revolution program that sent by God to me can offer something different to my members, a fresh new beginning. Mulailah mikir dan mengkoneksikan my inner Guidance, dari segi harga, segi modus jualannya, isi program, dan komitmennya. Dan sehari sebelum program ditutup, aku gabung hihi. Aku nggak sabar untuk sharing di sini setelah on off terus ngeblognya, padahal juga flower essence pertamaku belom nyampe ini🙂 Flower elixir pertama adalah Night Blooming Cereus. Bunga yang tumbuh mekar hanya sekali dalam setahun di bawah bulan purnama ini merepresentasikan rare chance, shadow work, YOLO, now is the time, do not fear. Energi Night Blooming Cereus membentu kita menyelesaikan urusan-urusan secara internal dengan seseorang, sesuatu, maupun limiting beliefs kita sendiri. Seperti kata Hasnaa, kalau kamu belum bisa menghadapi orang yang lagi ada masalah sama kamu secara langsung, hadapi secara vibrational. Ini akan jadi ajang bersih-bersih yang hebring.

queen_of_the_night_lg_060411

Okay, here’s a big deal…aku akan secara ekslusif menuliskan perkembanganku setiap bulan di blog ini, how about that? Kita lihat apakah hasil-hasil yang mereka janjikan beneran bisa aku rasain. I’m very sensitive, I know what’s good and what’s crap. I can smell asshole right away🙂 jadi aku adalah orang yang gak bisa sembarangan kasih review murah obralan. I’m tied with karmic ethics. So aku akan sekali lagi membuka pintu blog ini dan menyiapkan serambinya untuk kalian yang bersedia melihat vulnerability-ku sebagai seorang perempuan biasa. Perempuan yang hidup menjalani transformasi sebagai sacred offering untuk jutaan perempuan lainnya. Kita akan saksikan bersama semua aliran emosi dan kata yang tertuang di sini. Guys…it’s gonna be HUGE! Minta doanya buat para memberku, I do it for you! Kita akan terus gulirkan cinta dan semangat kita ke dunia.

Hanita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s