THE WORLD OF VLOGGER

FINALTHIMBNAIL INFFUSED7 thumbbnail PicMonkey Collage RAMADANYLEO PicMonkey Collage

Hi folks…dah lama banget aku nggak update cerita di blog ini. By the way, i’m now a vlogger. Ini adalah salah satu enhancement hidup yang harus aku alami. Ada banyak sebab kenapa aku saat ini jauh lebih menikmati vlogging di YouTube. Pertama, I know i’m a darn awesome writer but I also have a real lazy butt. Aku sangat menikmati dunia menulis namun malas untuk terjun sebagai penulis published, such a pain in the ass menurutku. Intinya males ya, malas cari editor, malas cari penerbit, kirim naskah, promo buku, dan harus membangun image branding sebagai sosok inspirasional. Padahal all I want to do is just making the whole world to get my points (baca: ga mau ribet). Alasan kedua, jujur ya hehe, aku capek sama satu orang yang sering copycat tulisanku, ada deh pokoknya….’korban’nya bukan cuma aku saja, tapi juga temanku yang penulis beneran, cape ya. Menulis itu adalah sarana channeling inspirasi Tuhan yang sangat sakral menurutku. Kalau sudah nulis all out lalu tiba-tiba di masa depan kalimat itu muncul di postingan atau bukunya orang lain tanpa kredit, kebayang dong rasanya. Namun aku nggak mau berlama-lama ada dalam victim mind. I love and appreciate my bright mind and my gifted soul; and I will protect it as much. Belakangan kata-kata mutiaraku yang sebetulnya juga bukan aku pemiliknya ini (semua dari Alloh) gak aku umbar sembarangan, tapi aku khususkan buat klien-klien coaching privatku. Alasan ketiga, belakangan ini insight yang kuterima sebagai seorang intuitive lebih lancar kalau ditumpahkan secara lisan di depan kamera. Efeknya bagi yang melihat pun tidak kalah ‘mbrabak’nya dibandingkan kalau mereka menikmati tulisanku. Maka akupun merasa inilah hal yang paling benar untuk dilakukan saat ini.

Proses belajar vlogging juga nggak mudah ya. Pada awalnya kalo ngeliatin anak-anak vlogger muda macam Aron Ashab hasil videonya kok bisa pada ciamik banget gitu tuh pasti empetnya di dada sini. Namun di sisi lain aku juga melihat ada ruang yang kosong di genre Self Help dan Self Improvement dalam Bahasa Indonesia. Ini kok cewe-cewe isinya pada templokin muka pake pupur semua, dan yang cowo-cowo isinya pada nyanyik dan ngerap semua. Yang baca tarot mana? yang bahas topik psikologis mana? yang bahas memakai essential oils dengan benar mana? Waini, kayanya gue nih. Mulailah kubuat video pertamaku tentang Skincare dan Make up selama kehamilan. Tapingnya pakai iPad mini punya anak-anak, dengan keringet segede bulir jagung menetes dan jantung berdebar-debar aritmia. It felt so weird seeing myself talking in front of the camera. But I posted it anyway. There’s always be the-not so very impressive-first time, dan satu video menjadi dua, dari dua menjadi tiga dan seterusnya. Topik yang kubawakan pun berkembang seiring berkembangnya area mastery-ku. Rasa aneh dan kikuk perlahan menghilang. Komen-komen dalam hati ‘ih gua jelek banget’ atau ‘gua gendut banget’ perlahan bungkam; yang kulihat hanyalah aku, mengalirkan inspirasi hati.

Improvement terus terjadi, perlahan aku mulai berani vlogging pakai kamera DSLR. Sudah pasti kamera DSLR datang dengan ilmu dan aplikasi yang lebih rumit. Aku terus belajar gimana lighting yang baik agar muka kita nggak kelihatan buram dan kusam. Aku mulai melunakkan hati untuk pakai make up karena memang kenyataannya kamera DSLR will catch your slightest imperfection. Dari segi konten, i’m a natural speaker, aku nggak perlu scripting susah payah karena aku emang gifted buat ngobrol dengan ‘ngeflow’ di depan kamera. Mendadak aku sangat menikmati ini. I feel i’m in continuum with the universe and my true potential. Lewat vlogging aku bisa menyalurkan bakat seni dan musikku. Seperti yang kalian tahu aku adalah penggemar berat musik Bossa Nova. Salah satu past lifeku adalah wanita asal Sao Paulo, Brasil di tahun 1700-an, yang bekerja sebagai seorang  penata tari Samba. Sebagai Hanita yang sekarang aku masih menyimpan begitu banyak attachment kepada musik Brasil, dan library musik Bossa Novaku segambreng. Lewat vlogginglah aku bisa memadukan musik-musik favoritku dengan footage-footage video yang aku ambil. Proses editing video bagiku sekarang adalah ‘bat cave’ yang nyaman dan transendental. Dalam menentukan topik apa yang aku buat, seringkali saat aku di dapur mencuci piring atau pas di kamar lagi melipat baju, inspirasi dari Allah selalu aja datang. Misalnya, suatu pagi aku dapat dorongan untuk bikin audio training buat group Young Livingku, Mama Esensial. Besokannya aku pingin bahas self love book haul. Dan yang baru-baru ini datang adalah wangsit untuk bikin vlog buat remaja putri tentang sex education. Seru sih…

Outcome yang kuharapkan adalah people know I exist and know what life is according to me. Gak usah ngomongin berapa subscriber yang bisa aku jaring, tawaran kerja apa yang bisa kudapat dari brand-brand tertentu, itu biar menjadi urusan Allah. Menjadi YouTuber memang dapat mendatangkan lahan rejeki, namun prioritasku tetap jadi diri sendiri dulu dan self promoting hal-hal yang aku kerjakan saat ini: Doula, Tarot reader, Intuitive Healer, dan leader MLM baik hati🙂

Jadi mohon maaf kalau frekuensiku hadir di sini jadi berkurang, aku sedang asyik di tempat bermain yang lain. Subscribe channelku yaa www.youtube.com/missHanita

Stay Happy, good people!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s