17 Miles Drive


image

image

image

Inilah tempat kesukaan kami yang hanya berjarak 2 jam perjalanan darat dari rumah. Minggu lalu saya ada keperluan presentasi YL di rumah seorang kenalan di Monterey, dan suami beserta anak-anak turut menemani. Acaranya cukup ramai dan melelahkan, hingga setelah selesai berpamitan aku dan keluarga langsung ingin kabur menyempatkan waktu menikmati udara pantai. Keterangan historis mengenai 17 Miles Drive bisa dilihat disini http://en.m.wikipedia.org/wiki/17-Mile_Drive , jalur lintasan ber-scenery ini ditemukan oleh penjelajah dari Spanyol berabad-abad yang lalu dan telah berpindah tangan berulang kali hingga akhirnya dikelola secara profesional menjadi jalur wisata dan hunian berkelas. Tempat ini subhanalloh banget indahnya. Entahlah, Allah dulu mungkin memberikan perhatian lebih saat penciptaan area coastal ini, berikut percikan cinta yang ekstra. Buatku ini kali kedua menyambangi 17 Miles Drive, dan setiap kunjungan selalu magis. Di momen kemarin kami mengincar sunsetnya, kaya apa sih tempat ini kalau menjelang sunset. Karena masih musim semi, area ini tidak begitu ramai, anginnya masih agak kencang serta dingin. Biasanya saat summer baru heboh semua spot parkir pinggir jalan akan penuh. Jadi analoginya begini, bayangkan kita masuk area taman Safari yang jalannya berkelok-kelok dan setiap viewpoint binatangnya beda-beda; nah 17 Miles Drive konsepnya sama. Kita masuk gate, bayar $10, dapat bekal sebuah brosur map, dan kita bisa berhenti di setiap viewpoint yang totalnya berjumlah 20 an. Di setiap viewpoint disediakan area parkir yang menampung 8-10 mobil agar wisatawan bisa turun sejenak untuk berfoto dan menikmati pemandangan tebing yang dinding dasarnya selalu dihantam debur ombak. Setiap viewpoint punya kisah uniknya sendiri, favoritku adalah the Lone Cypress yang fotonya pernah aku unggah di IG. Tempat dengan panorama memukau ini adalah saksi bisu sekian banyak generasi, sekian banyak perubahan, sedangkan kita manusia cuma singgah. Langit menjelang sunset di sini sungguh bikin speechless, kombinasi langit sore, laut, batuan karang, serta pepohonan hutan; membuat satu frame indah yang kayanya bakal bikin sirik semua alam semesta. Benarlah, Allah itu Maestro.

Meski dingin berangin, kami sungguh tak kuasa menahan godaan untuk berfoto dan bertafakur alam. Di perjalanan pulang, bapake bilang  ‘summer kita balik sini lagi yok’. Why not?

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s