Tahun yang Genap. Kita Semua Genap.

Tulisan ini kupersembahkan untuk menggenapi akhir tahun keduaku di Amerika. How time really flies. Begitu banyak hal yang kulewati yang rasanya media blog pun tak kuasa menampungnya. Empat musim yang lain, orang-orang yang lain, kejadian yang lain, tempat wisata, restoran, produk make up, atau ratusan buku yang lain telah menghampiriku. Ratusan malam, ratusan menu yang kumasak di dapurku, langkah-langkahku keluar masuk Safeway, puluhan acara Steve Harvey, empat Crystal Fair yang aku hadiri, semua menggenapinya.

Bahasa Inggrisku kini mampu membuat orang lokal lain ternganga saat aku mulai tidak bisa berhenti bicara tentang apa saja, konspirasi, harga minyak dunia, bisnis online, atau bahkan sekedar diskusi seru Tarte vs Urban Decay atau Fitbit Flex vs Jawbone UP24. Talking is easy now, proses evolusi mental yang menarik. Tapi semua orang yang kenal dekat denganku akan selalu tahu, i prefer not talking at all.

Sekali psychic akan tetap psychic, tahun kedua kemarin si ‘divine guidance‘ makin rajin mampir tanpa diundang. Pesan-pesan lewat mimpi, insight yang tiba-tiba hadir dari segala arah, orang-orang yang sebenernya Angels in disguise, semua makin intens menyapaku. Allah sangat baik untuk membuat semuanya lancar kulalui tanpa jadi gila sendiri. Alhamdulillah psychic gift dari Allah ini banyak banget ngebantu di karir dan bisnis essential oils-ku. Somehow, aku jadi punya auto filter untuk menghindari dan menjauhi slithery people yang punya niat buruk. Siapapun yang culas dan licin Alhamdulillahnya selalu dibuat jauh dariku. Next, aku masih nggak tahu perjalanan spiritual ini akan menuju kemana. But i’m so freakin excited.

Anak-anak sehat banget Alhamdulillah setahun ini, gak ada satu postingan pun yang aku jadikan ajang curhat anak sakit. Mereka sudah coping banget sama cuaca dan flora virus/bakteri di sini. Mereka selalu jadi dua jiwa spesial yang setiap hari menghiasi hidupku. Si dua bocah nakal yang basah-basahin karpet kamar mandi, ngacak-ngacak baju habis dicuci, makan snack dan gula seenak-enak udelnya, dan menjalani perawatan dokter gigi dengan berani bak perwira perang. Dua jiwa yang begitu tinggi, menyamar sebagai wujud anak-anak cerewet yang selalu nonton TV sambil nyuruh-nyuruh ibunya bikinin ini itu kaya batur. I’m so damn lucky.

Relasi dengan suamiku kini semakin jujur dan dewasa, selapis demi lapis topeng kemunafikan telah kita tanggalkan. Hidup berdua saja tanpa keluarga itu berkah banget, kita gak bisa lari dari masalah, tidak ada opsi flight, cuma ada fight. Aku akhirnya bisa came out dengan lega sekitar 4 bulan lalu, aku mengakui bahwa saya punya masalah yang gak mungkin saya tutupi lagi. Dan dengan aku mengambil resiko untuk jujur tentang kondisi spiritualku saat ini, malah outcome yang aku dapat indah banget. Dia jadi ngerti kenapa aku sering migrain dan marah-marah kalau terlalu lama ada di tempat yang penuh keramaian dan sumpek. Kita harus planning traveling yang ‘ramah psychic amatir’. Alhamdulillah nya lagi, suamiku ikutan ngalamin psychic phenomenon di rumah, jadinya diapun percaya kalo istrinya nggak gila. Pada suatu ketika,   dia majang satu foto capitol hall di dinding untuk dekorasi kamar mandi. Dua hari berikutnya, foto itu berganti jadi foto dia yang lain hahahaha. Pelakunya bukan aku ataupun anak-anak karena si ‘foto baru’ itu adalah foto sebuah patung manusia sedang menghisap cerutu yang dia simpan di folder dalam lemari. Gak ada yang tahu letak foto baru itu selain dia sendiri. Dia ketakutan setengah mati, tapi aku kegelian ngejelasin bahwa it’s okay mereka cuma ‘making fun of us‘ dan mereka pengen nunjukin selera interiornya sendiri hihi. Akhirnya itu foto aku ganti lagi dengan yang lama, sambil bilang ‘well, please…‘. Kini aku dan suami bisa lebih jujur satu sama lain, sama-sama bisa ungkapin apa mau kita. Aku janji ke dia bahwa meskipun aku yang sekarang sudah tidak terikat satu dogma apapun dan aku berkehidupan dengan prinsip non-denominational, aku nggak akan convert dari agamaku saat dilahirkan dan tetap akan menjaga rukun Islam yang kuanut. Pasti ada satu alasan Tuhan menjadikan aku seorang muslimah, Dia ingin aku menjadi ambassador agamaku di muka bumi, representasi Islam yang peaceful. Alhamdulillah banget Allah kasih suami yang pengertian, yang terserah aku mau jadi apa, belajar apa, yang penting semua tugas rumah tangga beres dan anak-anak perutnya kenyang. Suamiku gak begitu terganggu dengan keberadaan ‘harta benda’ku yang sewaktu dia kecil dinilai haram dan mengandung kesyirikan oleh guru ngajinya (well, guru ngajiku juga). I work with crystals, herbs, tarot, incense, full moon rituals, Angel therapy, and he’s very okay with it. Paling cuma komplain sedikit pas aku bersihin energi rumah pakai asap sage, karena asap sage baunya memang sepet.

Aku kini resmi menjadi seorang Tarot Reader, dan dalam beberapa bulan insya Allah akan menjalani Past Life Regression workshop buat persiapan karirku ke depannya. Ini akan menjadi karir yang sangat segmented tapi yang penting gua happy banget ngejalaninnya. Doula dan Hypnosis masih jalan terus, tapi memang lagi status hold dulu selama di sini. Begitu banyak pelajaran indah yang datang kepadaku selama ini. Aku ditunjukkan bahwa dunia ini tidak terbatas hitam dan putih, manusia tidak terbatas pada baik dan jahat, semua orang membawa hikmah. Dan hikmah Allah adalah yang paling indah dan sempurna.

Kini, dalam setahun terakhir di Amerika, aku ingin bebas. Bebas menikmati cupcake yang bisa kudapat tanpa membaginya dengan anakku, bebas mencoba make up dan memanjakan diri dengan produk perawatan tubuh yang selama ini paling anti kubeli. Bebas mencoba essential oils YL yang langka dan tidak ada di Asian market. Bebas menaikkan berat badan dan menggemukkan diri sampai berapa kilopun tanpa peduli ocehan mertua. Bebas berlari di sepanjang iron horse trail dan membakar kalori gila-gilaan pakai DVD PiYO Chalean Johnson. Bebas membeli dan membaca buku atau ilmu apa saja bahkan yang paling restricted sekalipun. Bebas mendalami The Lost Gospel. Bebas mencari isi Dead Sea Scroll. Bebas belanja kristal mineral dan menumpuknya untuk dijual di Indonesia. Bebas mengekspresikan cintaku kepada Tuhan, sahabat, dan pasangan hidup. Bebas melakukan ritual shaman pengusir setan. Bebas bersayang-sayangan sama Allah di malam hari dalam dekapan sholat malam. Bebas insomnia cekikikan chatting dengan temen-temen kesayangan ngomongin proyek masa depan. Bercinta, makan cokelat. Bebas untuk bahagia.

Because i’m freaking so damn lucky.

So are you.

Kita semua sudah genap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s