Relocation 1st Anniversary

Dua belas Februari yang lalu adalah peringatan setahun kami menginjakkan kaki untuk tinggal di Negeri Paman Sam. Lengkap sudah empat musim kami rasakan, semuanya begitu berwarna. Banyak tempat-tempat indah yang sudah sempat kami sambangi, juga banyak pengalaman baru yang sangat seru. Meski sudah setahun berlalu, sampai kinipun saya tetap merasa seperti newbie yang terus belajar.

Kemampuan bahasa Inggris saya sudah lumayan banyak berkembang, meski tetap ketar-ketir kalau menghadapi sales person di telpon. Tapi yang pasti saya jadi berani untuk keluar rumah dan bertemu orang banyak. Kalau ngajak main anak-anak di taman, sudah lancar dan berani untuk ngobrol basa-basi sama para ortu lainnya. Tiap ada event Young Living essential oil, saya selalu maju paling pertama buat ngasih testimonial, udah paling pede banget tuh karena komunitasnya nyambung. Kalau untuk ngajar kelas hypno atau kelas prenatal dalam bahasa Inggris, ini yang saya belom berani hehe; mending siapin mental dulu. Tapi awal tahun ini nggak tahu kenapa saya semacam punya kaul untuk nyoba semua tempat yoga di San Ramon, dan sudah nyobain satu tempat bernama Dahn Yoga. Seruuu deh kelas Dahn Yoga ini, kalau dibahas lengkap kayanya bisa jadi satu posting tersendiri. Saya dapat banyak teman ngobrol dan berbagi lewat kelas yoga ini.

Soal keluarga dan anak-anak; kayanya semua baik. Palingan sekarang lagi stres daftarin TK Baim aja ya. Berhubung TK publik di sini gratis, jumlah pendaftarnya rada-rada massive, dan proses penerimaan muridnya sampe harus pake undian. Hadeeh, demi gratisan. Doakan semoga semua prosesnya lancar ya. Ayah juga baik-baik aja, segala percekcokan sehari-hari kami adalah upaya sinkronisasi alami demi keseimbangan perjalanan hidup kami berdua. Baru aja kemarin liat di Super Soul Sunday OWN channel, ada liputan tentang spiritual partner. Si narsum bilang bahwa pasangan hidup itu kebanyakan sih bukan pasangan spiritual yah…i couldn’t help burst out laughing puas banget sambil membenarkan pernyataan itu. Gimanapun jauhnya dan begitu berbedanya kami secara spiritual, pasanganku adalah sudah paling tepat dan sempurna untuk perjalananku di hidupku saat ini. Kami sekeluarga ini sebenernya ngarep banget supaya assignment di US ini diperpanjang, maruk bener gak tuh ahahaha. Tapi di waktu lain kita juga sering daydreaming membayangkan saat kepulangan kita nanti ke Indonesia, udah ribut mau bawa apa, mau transit mana, sampe rumah makanan pertama apa yang mau kita santap, dsb. Hihi silly yah padahal masih jauh perjalanan ke sana.

Bunbun gak pernah bisa berhenti belanja buku, benar-benar kecanduan belajar sampe kadang rumah dan cucian gak keurus hehe jangan dicontoh ya. Suami sering marah akhirnya pas kondisi rumah udah parah banget, menu masakan gak berkembang, tapi istrinya tetep aja kutu buku. Hihi abis sumpah beneran lebih suka baca buku ketimbang beres-beres rumah sih. Selain topik essential oils, deretan buku yang lagi saya gandrungi adalah tentang medical intuitives, energy healing, buku-buku Louise Hay, tarot reading, dan regression. Nggak ngertilah kapan itu bisa tamat, yang penting beli dulu buat diboyong pulang nanti. Kayanya ampe anak-anakku SMP juga bakalan masih ada nih stok reading list. This is a compulsive issue i really enjoy and my husband never complains about.

Healing journeyku masih terus bergulir tanpa bisa kukontrol… Tahun ini ada satu event penting mengenai childbirth yang sudah aku book, semoga dilancarkan di hari H. Banyak banget training dan workshop wishlistnya, gak cuma di dunia doula ya, tapi ya dengan kondisi punya anak masih piyik-piyik gini nggak tega juga mau ninggalinnya. Sempet kepingiiin banget ikut training 5 harinya Brian L Weiss, tapi Omega institute itu jauh banget di New York. Wis ya lebih baik kusertakan dalam doa saja dulu, biar Gusti Allah yang mengatur jadwalku. Kalau mau diikuti, ambisi dan ego kemaruk ini nggak akan ada habisnya. Lalu aku inget lagi…Bun, umurmu masih panjang, selow dikit daripada nanti sakit karena memendam begitu banyak keinginan. Alhamdulillah banyak dikasih pesan juga dari ‘atas’ supaya sering bersyukur, rendah hati, tawakal, jangan lihat ke atas terus. Pembersihan dan penyembuhan diri adalah proses yang nggak akan ada habisnya. Hari ini TAT, besok bisa langsung penuh lagi kantong trauma kita. Hari ini sudah EFT sambil semua jari direndem Frankincense (hiperbol ini mah), besok bisa tetep pingin ngamuk lagi lihat anak berantem. Hari ini merasa damai berkecukupan, besok mungkin timbul penyakit hati lagi liat si anu begini dan si ani begitu. Gimana caranya agar saya bisa eling, eling, dan terus eling.

Semoga tahun kedua di Amerika lebih indah dan bermakna buat kami. Hidup di sini sesungguhnya sederhana. Sesederhana bangun di pagi hari, masakin pancake oles mentega buat suami dan anak-anak, nganter sekolah, pulang buat nyetrika sambil nonton dr.Oz show, makan siang sama suami sambil streaming SUCI 4 dan Indonesian Idol, sore jemput anak-anak dan bikinin fish sticks, malem bacain mereka buku cerita dan kasih jatah main iPad 1 jam. Di penghujung hari, saya terus mengevaluasi diri. Siapa yang sudah berhasil saya buat bahagia hari ini? Kalau baim checked, yusuf checked, dan ayah checked, berarti hidupku hari ini nggak sia-sia. Dan Allah pasti seneng udah menambah umurku satu hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s