Sudah Siapkah Anak Anda Masuk TK?

20131025-005613.jpg

20131025-005716.jpg

20131025-005836.jpg

20131025-005907.jpg

Posting ini sengaja saya awali dengan keempat gambar di atas. Baru semalam kemarin saya menghadiri kelas persiapan memasuki TK yang diadakan oleh Donna, guru preschoolnya anak-anak. Daaan, presentasinya baguuus luar biasa sampai saya gak sabar lagi untuk jadi spoiler ke semua pembaca blog saya. Sudah lama banget ya aku nggak ikut seminar pendidikan, terakhir kali jaman Yusuf bayi ikut event Kak Seto. Nah kemarin itu keingintahuan parenting dan pendidikan ku yang ibaratnya udah lama nggak dikasih minum, menjadi terpuaskan lagi. Donna ngebocorin semua rahasia ilmunya ke kami, para orangtua yang anaknya berusia 4 tahun. Donna juga ngasih bocoran-bocoran lembar penilaian standar tes masuk TK di sekitar area kami, biar kami jadi siap dan nggak kaget lagi nanti saat waktunya mendaftar. Be ready ya…ini banyak foto contekannya hihi berguna buat anda para Orangtua, homeschooler, guru TK, maupun para pemerhati pendidikan.

Kok masuk TK ada tesnya sih? Tes di sini bukan tes calistung yang ekstrim kaya di Indonesia kok. Tapi memang tes untuk mengukur di manakah posisi si anak dalam lini tumbuh kembangnya. Lihat keempat gambar pertama tadi, kurang lebih itu patokannya. Bukan harus bisa baca tulis dalam konotasi yang kejam, tapi at least sudah mengenal sedikit huruf dan angka karena itu memang sudah praktik sehari-hari banget.

Donna kemudian menceritakan perkembangan tiap anak kami. Lucu-lucu deh ceritanya. Baim dibilang sudah detail sekali gambar keretanya sampai ke bagian-bagian terkecil, dan itu keren. Dia masih bingung berbahasa Inggris dalam format kalimat lengkap dan panjang, tapi dia tanggap memahami arahan/instruksi gurunya, dan sangat responsif. Kalau bisa, Baim harus sering-sering dipancing dengan teknik crossing line. Caranya, pancing anak untuk melakukan gerakan menyilang sehingga otak bekerja menyilang juga dari satu sisi ke sisi yang lain. Itu berhubungan erat dengan pematangan fungsi bahasa. Jadi kalau anak kita right handed, kasih sesuatu dari arah kiri depannya dia, supaya tangannya menjulur menyilang. Atau taruh gelas minumnya di arah pukul 11-nya dia. Hal-hal sesimpel itu bisa melatih area speech di otaknya untuk lebih meletup berkembang (wiring).

20131025-083159.jpg

Jangan dikira anak yang perkembangan bahasanya luar biasa berarti nggak ngalamin masalah sama sekali ya hihi. Donna cerita ada satu mantan muridnya, perempuan, ngomongnya pinter dan detail sekali di usia 4 tahun. Setiap ceritanya lengkap dan akurat seperti layaknya orang dewasa berbicara. Sampai suatu ketika, si anak ini pagi-pagi bercerita bahwa tadi malam rumahnya kebakaran dan semua polisi dan kru pemadam kebakaran datang, dia menelpon 911. Semua barang di rumahnya hancur dan mereka cuma sempat menyelamatkan diri. Donna panik bukan kepalang mendengarnya karena cerita anak ini selalu akurat, dia langsung menghubungi ponsel si ibu. Si ibu kaget luar biasa saat Donna mengkroscek informasi tersebut. Dia bilang kok bisa anak saya ngomong gitu? Tadi malam masakan saya cuma gosong di oven dan gak sampai kebakaran. Pas Donna balik ke kelas dengan hati lega, dia mendapati si gadis kecil ini sedang terkikik-kikik puas karena sudah ngerjain gurunya. Jadi anak ini menyadari bahwa banyak orang yang terpukau dengan kemampuan berbahasanya, orang selalu percaya padanya, dan terkagum-kagum saat mendengarkan ia bercerita. So she used that to make up stories and see what happens. Gilaaaak manipulatifnyahh. Di sini menunjukkan bahwa level imajinasi anak sangatlah luar biasa, seringkali kita terpedaya, harus jeli melihat apakah ini faktual atau rekaan.

Beda lagi dengan Alex, anaknya Arlin temenku yang orang Indonesia juga (salah satu alasan saya memilih preschool ini adalah karena ada murid Indonesia yang lain). Arlin bilang sekarang Alex lagi tahap acuh tak acuh (indifferent). Tiap ditanya kamu tadi makan siang apa jawabnya selalu ‘you know….’ Akhirnya Arlin balik jawab ‘No, i don’t, that’s why i asked you’. Cape deeeh dimentahin ama anak hihihihi.

So parenting is a tricky skill. Kita nggak pernah tahu kejutan-kejutan apa yang bakal dikasih anak kita. Donna sendiri mengalami, kedua anaknya tumbuh dengan sangat berbeda, padahal perlakuan sama persis. Anak pertamanya tumbuh dengan sangat tertata secara akademis, sedangkan anak keduanya tipe pemberontak, selalu membelot di sekolahnya dan akhirnya menolak kuliah, sekarang menjadi fotografer freelance. Donna merekomendasikan 2 buku bagus untuk dibaca, yakni Mind in the Making dan The Price of Previlage. Sedangkan film yang layak untuk ditonton adalah Race to Nowhere. Beberapa poin dari Mind in the Making ada di foto berikut.

20131025-083423.jpg

20131025-083440.jpg

Selama meeting kemarin, salah satu Orangtua yang bekerja sebagai terapis wicara juga banyak sharing panjang mengenai pengalamannya. Dia telah banyak bekerja di berbagai instansi pendidikan di area San Ramon dan sekitarnya. Dia miris sekali sama anak-anak sekarang yang terlalu terbebani di kemampuan akademik, mereka lumpuh di kehidupan sosial. Sama seperti di Indonesia, pulang sekolah mereka harus Kumon, les musik, les matematika, mengerjakan PR, bahkan mereka lupa kapan terakhir mereka bermain di halaman belakangnya sendiri. Di sisi lain, anak yang secara akademik biasa-biasa saja bahkan mungkin sedikit tertinggal, tapi secara sosial dia cakap; saat dewasanya justru lebih banyak menghasilkan uang. The academic kids going nowhere, the social kids will own their private jet; ujarnya. Dia memohon banget supaya kami lebih banyak kasih porsi di kecakapan sosial, karena potensi perkembangan sosial itu akan shut down di usia 6-7 tahun sebelum akhirnya diikuti letupan kemampuan akademik. Serius aku baru tau! Dia juga punya beberapa review tentang semua TK di sekitar kami. Wow, we should talk later, ujarku.

Donna selalu nggak suka sama teknologi layar sentuh, inilah yang membuat anak-anak jaman sekarang tidak mampu memegang pensil dengan benar. Karena itu 8 jam di sekolah adalah masa bebas layar sentuh dan kesempatan Donna untuk mengajak anak-anak berlatih memegang, meraba, merasa, dan melatih otot-otot tangan. Donna juga melibatkan anak-anak dalam membuat makanan, entah itu muffin, pizza, cookies, sehingga mereka bisa tahu rangkaian proses dari bahan mentah menuju barang jadi. Donna juga mengadopsi prinsip montessori dalam metode mengajarnya, pada dasarnya montessori diciptakan oleh Maria Montessori untuk diaplikasikan kepada anak-anak handicapped supaya mereka bisa mandiri dan tidak diolok-olok sepanjang hidupnya. Jadi, kunci praktik yang diulang-ulang adalah: ambil, kembalikan dan rapikan kembali/ cleaning up. Sebenernya konsep montessori bisa dipelajari dan dilakukan sendiri (saya sudah download workbooknya free di iBook alhamdulillah), namun sayang banyak sekolah TK yang memakai nama Montessori sebagai branding untuk ngasih harga gila-gilaan, mahal banget, ih ngapain, kata Donna. Banyak kok Public Kindergarten yang bagus dan ramah anak.

Untuk kemampuan membaca, kami disarankan untuk punya mainan huruf alfabet, sehingga anak-anak bisa merasakan tekstur setiap huruf, dipegang, dilihat, diraba, dan diingat bentuknya. Selain itu ya udah pasti banyak-banyaklah bacakan buku bergambar untuk mereka.

Semakin tinggi tingkat pendidikan, tantangan dan cobaannya akan semakin besar. Banyak sekali kasus bunuh diri yang terjadi pada murid sekolah, jadi Donna berpesan supaya kita selalu ada buat mereka untuk berbagi rasa. Saya beruntung sekali bisa dapat banyak ilmu dari dia. Di sini saya menyadari pentingnya menjaga komunikasi dengan guru, menjalin kerjasama yang baik sebagai tim yang solid. Saya jadi makin bangga sama Baim, makin mengagumi setiap lukisan dan gambarnya, makin menyadari ada ribuan kinerja saraf yang terlibat di dalamnya. Meskipun sebagai ibu muda saya juga tak pernah luput dari kritikan maupun keragu-raguan pihak lain akan kapasitas saya ya. Disenyumin aja deh kalo ada yang suka komen ‘Baim sudah bisa ngitung sampai berapa? Baca buku apa saja? Nulis apa saja? Hafal lagu apa saja? Hafal surat juz Amma apa saja? Hafal doa apa saja?’ Biarlah orang lain asyik mengaudit kehidupan saya dan anak-anak saya. Tapi yang penting setelah pertemuan pre-K ini saya tahu, bahkan semakin yakin, bahwa i’m doing JUST fine🙂

20131025-094907.jpg

20131025-094934.jpg

20131025-095009.jpg

20131025-095048.jpg

20131025-095120.jpg

20131025-095150.jpg

20131025-095604.jpg

Dan Terakhir, ini primbon saktinya nih, lembar penilaian tes standar masuk public Kindergarten di Amerika.

20131025-095504.jpg

20131025-095533.jpg

20131025-100018.jpg

Semoga spoiler ini berguna ya buat anda yang juga mau masukin anaknya ke TK. Mau itu persalinan maupun pendidikan (begini ya kalo doula, apa-apa pasti nyerempetnya ke persalinan), intinya sama, kunci sukses ada di pembedayaan diri, bukan faktor luar. Milih TK sama kaya milih dokter kandungan dan Rumah Sakit, semua hanya pelengkap, namun bukan segalanya. Doakan semoga saya bisa ketemu TK dekat rumah yang cocok dengan anak saya (syarat pertama) dan lalu cocok dengan prinsip saya (syarat kedua). Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s