Umur Bukan Soal

Di manapun saya berada selalu saja ketemu sama orang-orang yang menginspirasi. Dulu sewaktu masih di Duri, saya ingat pernah bikin posting khusus tentang Bucek dan Mak Uwo ya, representasi pejuang hidup yang istiqomah dalam hidup sederhana. Nah di sini saya kembali bertemu dengan lebih banyak orang yang membuat saya kagum, terheran-heran, bahkan sampai geleng-geleng kepala.

Di Amerika, yang paling menyorot perhatian saya dari orang-orang sini adalah kebebasan mereka untuk bekerja di usia tua. Sebelumnya maaf nih kalau kesannya seperti selalu berkeluh kesah membanding-bandingkan dengan negara sendiri. Jadi di sini, kami mengabaikan faktor umur dalam mengukur kapasitas seseorang. Kami bahkan memakai kata ‘senior’ instead of ‘old‘ untuk orang di atas 55 tahun. Semua orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing yang saya temui semenjak pertama kali menginjakkan kaki di sini pasti semuanya sudah beruban. Dimulai dengan Linda guru menyetir, Anita konsultan sesi Intercultural Introduction, bapak carpenter, tukang angkut furniture, guru Bahasa Inggris, kasir supermarket, teman-teman di jaringan MLM Young Living, tetangga sebelah rumah yang masih seksi, semuanya senior resident! Gak ada istilah telat kawin ataupun telat punya anak. Mereka percaya fisik mereka luar biasa, that’s why banyak wanita usia 40an yang kehamilan dan persalinannya lancar-lancar saja meski dengan bantuan teknologi screening test ya pastinya. Belum lagi kalau lihat jogging track Iron Horse Trail di depan rumah, warga usia senior pada lari dengan kencangnya! Dengan body yang masih aduhai, toning, firm, bikin saya tertohok hingga ke tulang. Di jalan pas kami menyetir melewati seorang biker laki-laki, pasti selalu ‘kecele’; karena dari belakang badannya sangat lean dan atletis, saya sudah ngarep dari depan akan lumayan mirip Lance Armstrong ya, tapi setelah kita salip, tampak depannya yang ada mirip pak Tile alm! (yang ini metafornya kebangetan yah, nggak Pak Tile juga sih). Eh siyal…ternyata dia kakek-kakek.

Contoh paling dekat buat saya adalah kisah Judy, guru Bahasa Inggris saya yang rutin mengajar ke rumah 2x seminggu. Dia ini baik banget orangnya dan suka cerita panjang OOT tentang dirinya sendiri dan pekerjaannya. Baguslah, kan jadi berkurang jatah saya untuk mikir ngerjain soal xixixi… Judy ini seringkali harus absen mengajar karena harus terbang ke berbagai Negara Bagian untuk ikut kongres, ngasih training, bikin revisi kurikulum. Dan kalau di rumah, dia selalu punya deadline menulis bahan ajar buat mahasiswa Sastra Inggris di Universitas, dan selain itu masih ada jadwal ngasih webinar. Weladhalah! Aktif bener dia! Yeah kadang dia juga cerita gitu sambil ngedumel sih ‘Doh belom kelar-kelar nih pusiiing’ sort of like that… Sampai akhirnya satu waktu saya bilang ‘Judy, ngeliat kamu yang masih dipakai terus skillnya kaya gini; aku jadi ngerasa jalan dan proses hidupku masih panjang banget’
‘Loh iya, kamu itu masih sangat muda!’

Jadi mereka semua masih merasa on the top of the world! Sehat, kondisi tubuh terjaga, berpenghasilan, dan bisa melakukan apa saja. Karena terkondisikan oleh rekan-rekan senior yang inspiratif tersebut, maka secara umum terangkatlah usia harapan hidup warga Amerika. Masing-masing merasa termotivasi bahwa umur bukan faktor penghalang untuk terus berkarya. Maklum usia pensiun rata-rata di Amerika adalah 67 tahun. Namun tetap setelah itu, mereka masih bisa lanjut berkarya di bidang usaha informal. Seapes-apesnya kalau udah nggak ada yang mau bayar ya mereka kerja sosial. Contoh benerapa tokoh yang sudah tua banget tapi masih lincah adalah Louise L Hay (penulis, hipnoterapis) yang masih produktif di usia 86. Ada juga Jacques Pepin (celebrity chef) yang juga kepala 8 dan masih terus punya show sendiri di stasiun TV lokal. Dan masih banyak lagi. Bahkan produk kecantikan saja sudah tidak pakai istilah ‘anti-aging’ lagi, tapi jadi ‘Pro-aging!’ positif sekali ya brandingnya. Aku jadi nggak heran lagi kenapa Debra Pascali Bonaro dan Tapas Fleming tampilannya masih bisa cantik gitu di usia nenek-nenek. Karena di sini semua begitu. Selebriti atau bukan, semua cakep!

Sementara yang di Indonesia masih tercengang sama Jennifer Aniston dan Sandra Bullock yang masih tampil fenomenal di usia segera menyentuh kepala 5. Mereka berdua masih kategori anak kemarin sore di sini, yang kaya mereka banyak.

Yuk sekarang saya ajak anda mengunjungi tanah air Indonesia yang terkenal dengan gelar gemah ripah loh jinawi. Betapa gejala aging phobia sungguh banyak terjadi di tempat ini. Usia pensiun di sini adalah 55-56 tahun. Umur di negara ini menjadi sesuatu yang dinilai subjektif, dengan motto: bibit muda akan selalu mengalahkan yang tua. Berbagai kultur di Indonesia banyak menuntut seseorang untuk menyegerakan proses siklus kehidupan: cepat menamatkan pendidikan, kerja, menikah, punya anak, dan buru-buru menamatkan anak kuliah. Kenapa? Karena sehabis itu yang terjadi adalah datangnya masa pensiun, penyakit, dan menua! Poor people…

Yang terjadi kemudian adalah:
– orang-orang merasa bagai diteror memasuki usia kepala 3, which is super very silly
– menyebut ungkapan ‘gue tua banget’ menjadi hobi yang dipakai dalam skala besar, gak peduli bahwa dia sebenarnya masih 25th
– secara bawah sadar menseleksi teman pergaulan hanya dari kisaran umur yang rerata
– suka melempar joke2 tentang umur dan angkatan, yang lebih tua biasanya nggak mau ngaku angkatan berapa
– suka mengkait-kaitkan kesalahan diri sendiri dengan faktor ‘U’. Lupa sesuatu, wah faktor U nih, ngos-ngosan habis olahraga, wah faktor U gak bisa boong nih, dsb
– pria/wanita yang masih single maupun pasangan suami isteri yang program momongannya belum berhasil selalu merasa sebagai warga kelas 2
– kerutan pertama di wajah maupun uban pertama terasa bagai petir di siang bolong, tak sedikit yang kemudian mempostingnya di media sambil mengulangi pernyataan di list nomor dua *kalem
– menopause menjadi momok nomor satu bagi kaum wanita
– percaya bahwa awet muda adalah sesuatu yang nyaris mustahil diperoleh bila tanpa bantuan operasi plastik dan perawatan-perawatan anti penuaan mahal
– sakit dan menua adalah afirmasi bawah sadar yang dianut para pensiunan padahal sebenarnya mereka hanya kurang aktivitas baik fisik maupun otak
– lansia dieman-eman dan cenderung dilarang untuk banyak beraktifitas, padahal itu malah saat tepat buat mereka achieving mimpi-mimpi masa mudanya
– lansia yang masih bekerja kebanyakan dari golongan ekonomi menengah ke bawah
– warga senior golongan ekonomi menengah ke atas kalau masih bekerja justru akan beresiko dijudge kurang tabungan pensiun
– secara fisik, tampilan warga senior di Indonesia kurang appealing, yang masih cantik/ganteng dan in shape adalah kaum minoritas atau selebriti. Ya karena kembali lagi, mereka merasa kurang perlu dilihat sama dunia
– warga Indonesia anomali yang bisa mencapai umur sangat panjang, kalau bukan oma-opa Chinese yang menerapkan Taichi (ciye yang lagi belajar QiGong), pasti dia tinggal di dusun banget jauh dari pengaruh kebisingan dan makanan a la kota.

Terus tulisan ini arahnya kemana? Hmm saya cuma penasaran aja sih, sebenarnya bisa nggak ya pola pikir kita ini dirubah? Contoh nih sekarang saya 30 tahun, dan saya nggak pernah merasa sebahagia dan sepuas saat ini loh dengan diri saya sendiri. Dan saya belum pakai produk anti aging. Well, ini bisa jadi pertanda saya sudah menerima dampak positif dari pergaulan sama orang-orang senior di sini. Saya yakin saya yang 50 tahun di masa depan juga sama sehatnya dan sama berenerginya dengan saya yang sekarang. Saya ini masih muda dan jalan masih terbentang panjang di hadapan saya. Segala kemungkinan manis menunggu untuk saya raih. Umur kronologis seseorang bukan gambaran dari potensi jiwa yang ada di dalamnya. Lalu coba bayangkan apabila pola pikir saya ini terduplikasi ribuan kali oleh teman-teman yang lain yang membaca, seru kali yah… Tatanan kehidupan di mana tidak ada kata terlambat untuk segala hal, pasti enak. Bisa pede belajar hal-hal baru tanpa halangan faktor ‘U’, kursus bahasa Asing, menari, olahraga, usaha punya anak lagi atau sekedar makan permen lollipop dan naik kuda-kudaan (tapi kayanya bagian kuda-kudaannya diskip aja deh yaa haha i’m going too far).
Tidak ada ungkapan ‘saya/kamu/kita terlalu tua untuk itu‘ atau sebaliknya ‘saya/kamu/kita terlalu muda untuk itu‘. Tidak ada seseorang yang terlalu tua, terlalu muda, ataupun kurang kompeten untuk sesuatu. Setiap umur adalah sempurna untuk pemiliknya.

Ada satu pernyataan Louise L Hay yang saya suka: ‘Kalau seseorang melewati ulang tahun ke-50 nya dalam kondisi sehat dan cancer free, berarti dia sedang dalam proses merayakan ulang tahunnya yang ke-90‘. Mungkin kita harus lebih banyak belajar dari mereka-mereka ini ya…Louise L Hay atau Christiane Northrup yang sudah menjadi bukti hidup memasuki usia menopause yang tetap cantik dan mengagumkan. Kecantikan wanita tak pernah padam, pun energi seksualitasnya. Psst, saya juga diam-diam mengagumi Joan Rivers (Host Fashion Police) dan Wendy Williams lho (Aktris mantan penyiar radio dengan implan payudara super gedha), meskipun saya nggak pro sama serial plastic surgery yang mereka lakukan. Orang-orang senior di sini memang membawa energi positif banget, lucu, enerjik, bersemangat. Semoga bisa menerapkan pola hidup mereka untuk ditularkan ke teman-teman semua.

Overall. Sudah pasti selalu ada dua sisi mata uang. Yang jelek-jelek dari orang sini juga sudah barang tentu banyak. Tapi untuk apa diceritakan dan dijadikan contoh tho? Yang bagus-bagus aja yang sebaiknya diadopsi.

So, masih suka ngomong I’m too old for something?

2 thoughts on “Umur Bukan Soal

  1. Yah begitulah cara pandang orang kita. Kebayang donk jadi cewe usia lewat 30 tahun yg blom married dan masih suka nonton konser (apalagi konser boyband)? Haha.. Gak terhitung banyaknya orang bilang ke gue, ‘Sadar umur, Bu’.. Gue sih sadar banget, tapi emang salah ya kalo kita senang-senang dengan cara kita? Age is just a number klo kata NKOTB mah ;p

    *numpang curcol ye* hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s