Vibram Fivefingers Pertamaku

Merujuk pada postingan saya sebelumnya. Akhirnya kecemplung juga saya di Iron Horse Trail🙂 Memang ya, kalau bergaul sama tukang parfum lama-lama jadi bau parfum; dan bergaul sama tukang minyak lama-lama jadi bau minyak… Metafor ini mencerminkan bahwa kita akan selalu ter-influenced sama kondisi sekitar. Awalnya nih, saya selalu ketemu klien or teman yang punya medical compromised, mereka harus food combining. Dalam hati, ih beruntung ya gue nggak sakit apa-apa, jadi bisa makan ngawur dengan nikmat. Tapi kok yaa, foto-foto jus mereka itu selalu menghiasi halaman-halaman socmed saya sampai akhirnya nyemplung di komunitas raw juice juga. Awalnya ngejus adalah ketularan Fani dan Dhini, dan mbak @Lagunafitlife serta mas @nutritionyoucantrust. Itu sih awalnya, jadi saya mulai kepincut ngejus sayur dan buah. Kemudian tahapan itu berlanjut, saya bolak-balik disuguhi pemandangan mas-mas berotot lari nggak pake kaos di depan rumah wkwkwk (pingin difoto tapi larinya kekencengan), atau pemandangan wanita bule yang jauh lebih gemuk dari saya tapi rutin sepedaan, atau bahkan opa-opa yang sudah renta tapi rajin jalan pagi dengan semangat. Lalu terinspirasi sama @chipi_z temen di Duri yang selalu menyuguhkan kegiatan lari di semua socmednya sampai masuk juga ke bawah sadar saya, dan satu lagi temen SMA (acha) yang foto di facebook dengan megang medali perak marathon. Mereka semua sudah mengalami amazing weight loss, diam-diam saya mengagumi mereka, meski rasa kagum itu tidak merubah selera makan saya sedikitpun. TL twitter orang-orang yang saya follow juga kok isinya lari semua, ya mrs hananto, ya urbanmama, pokoke arsip bawah sadarku wis penuh dengan running. Lalu ini juga merupakan kontribusi dari seringnya saya nonton extreme weight loss di tv, iklan dvd zumba, dvd 10 minutes trainer, dvd insanity. Dan terakhir, gebrakan saya mulai olahraga diprakarsai oleh foto-foto instagram tetangga satu kota @fitmom_24 , akun @lagunafitlife , @karmawaves, dan @nutritionyoucantrust itu tadi, lengkap sudah, saya bau minyak. Lama-lama kok malu sendiri, akses olahraga mudah terpampang di depan rumah, gratis, aman, bebas dari resiko keserempet ojek, dan bebas dari resiko disiulin tukang ojek.

Akhirnya, resmi 2 minggu lalu saya nyemplung ikutan gabung sebagai pengguna rutin Iron Horse Trail, mostly walking, sometimes run-run-small. Bermodal sepatu vibram boleh mesen di amazon. Beli sepatu ini mikirnya panjang banget, cari-cari harga termurah, dan bela-belain ke sport chalet untuk nyocokin ukuran doang hehehe. Sepatu ini enak banget dan katanya orang-orang bisa bikin nyandu beli lagi model lain. Tapi buat saya satu aja bisa awet nih kayanya. Satu sepatu lucu yang bisa bikin saya semangat terus untuk olahraga outdoor.

Yang nggak enak dari si vibram adalah makainya agak lama karena dia seperti gloves di kaki, jadi masuknya pelan-pelan, jari per jari. Tapi pas dipakai jalan, terasa alami sekali seperti tidak pakai apa-apa. Saya dulu memulai riset dengan googling ‘best women running shoes’ dan ‘barefoot running‘. Karena saya belum pernah jogging atau running sebelumnya, jadi bagus untuk mulai membiasakan pakai vibram. Dan saya gak bisa dibilang runner juga, lha cuma jalan disertai jogging semenit hakhakhak, makanya saya gak ngalamin pegel atau njarem yang berarti. Buat yang masih pakai sepatu lari konvensional, harus adaptasi dulu beberapa lama kalau pindah ke vibram. Karena dengan sepatu lari konvensional, kaki akan mendarat duluan di back heels, sedangkan sepatu vibram membuat kaki selalu mendarat front toes. Review jeleknya, ada satu orang yang jarinya twisted pake vibram😦 karena baru pertama kali pakai sudah langsung dibawa sprint😦 Sebaiknya lihat berbagai video pemanasan di youtube, di situ lengkap banget cara-caranya untuk ‘pindah’ ke vibram. Dijamin lebih sehat buat lutut dan tulang belakang.

Sebenarnya memulai olahraga di Amrik itu gampang, karena ukuran tubuh saya masih kategori mendingan di sini. Kalau pakai foto before-after, saya ini sudah tergolong after-nya mereka. Jadi nggak malu-malu amat untuk mulai, orang gak ada yang lihatin badan gue, liatin baju gue, ataupun kerudung gue. Semua khusyu pada nafas ngos-ngosan masing-masing.

Hati kecil berbisik pingin banget balik ke berat badan semasa gadis, 50-51 kilo. Tapi berdasarkan hitungan BMI, 54-55 aja udah ideal, nggak overweight. Tapi saya serahkan semua ke tubuh saya sendiri dia mau segede atau sekecil apa. Dalam satu minggu saya kombinasikan yin exercise (tau chi, qi gong) dan yang exercise (jogging, samba workout). Dan baru tiga kali saya nyemplung di iron horse, badan udah terlihat toning banget, meski timbangan masih kepala 6. Motivasi utama saya sebenarnya sih simpel, saya adalah doula, healer dan duta Young Living. Mana mungkin saya terlihat lemas dan lack of energy. Saya membawa pesan untuk longevity. Semoga saya dapet yah endorfin dan oksitosinnya, biar gak berhenti di tengah jalan.

20130626-122511.jpg

2 thoughts on “Vibram Fivefingers Pertamaku

  1. hello sis, nice share.
    Saya juga baru mau mencoba vibram fiveFingers.
    berapa harganya saat beli di Amazon? soalnya di Indo sudah keluar yang KW sekitar 400rb-an.. Just want to make sure the original price.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s