Apa itu Homeopati?

Di Indonesia kita cuma kenal pengobatan alternatif. Sebut saja terapi herbal, bekam, akupunktur, totok energi, sampai tenaga dalam. Tapi sayangnya belum tersedia akses pengobatan homeopati. Lalu apa sih homeopati itu? Apa bedanya dengan pengobatan-pengobatan lain? Seperti biasa, aku selalu nyaranin baca di google dulu aja ya…ahahaha. Saya nggak akan menyalin ulang semua data sekunder yang sudah bertebaran di internet. Saya cuma ingin laporan pandangan mata. Sedari dulu saya pingiiiin banget bisa rasain dateng ke homeopatis karena memang penasaran banget sama prinsip kerjanya. Eh Alhamdullah di sini kesampaian. Kita jadi tuh datengin si Natalya Golovanov, yang sudah disebut-sebut di posting sebelumnya. Dia ini pendatang juga dari Rusia. Dari e mail dan ngobrol di telpon, orangnya baik banget. Seorang Homeopatis biasanya bergelar ND (Natural Doctor) instead of MD (Medical Doctor). Sehabis ketemu Natalya banyak dapet pencerahan deh. Malah ayah sempet iseng ngomporin saya buat ikutan jadi ND juga wkwkwkwkwk amin dulu deh, terkabul apa nggak ceplosan isengnya, entah….

Cerita ini saya persembahkan buat semua ibu. Karena saya paling tahu rasa beratnya jadi ibu kalau anak sakit, entah panas, diare, kejang, alergi, flu. Saya banyak nerima curhatan dari temen-temen sesama ibu kalau anaknya lagi sakit. Saya mengerti banget pasti rasanya dunia tuh jadi berbalik dan semua berwarna suram. Dan kadang, ibupun menjadi pihak yang dipersalahkan atas kondisi sakitnya si anak. Well moms, don’t be feeling guilty. Anak sakit bukan salahmu dan yang lain. Sejak lama saya terobsesi akan perawatan dan penyembuhan alami pada anak, karena saya ingin semua ibu bisa merasa lebih tenang. Jadi semoga sharing kali ini membantu ya. Ini akan sedikit panjang.

Pertama, saya tidak 100 % percaya dan mendewakan keefektifan homeopati. Secara obyektif saya katakan ini eksperimental. Yusuf pun masih saya amati selama sebulan. Hidup cuma sekali, setelah bosan ketemu dengan dokter model konvensional, rasanya bakal asik juga kalo nyobain ketemu dokter homeopati. That’s it. Itu aja yang terlintas. Pingin dapet ilmu baru. Lebih-lebih, ada buanyak artikel jahat di luar sana yang mencemooh para praktisi homeopati di Amerika. Jahat banget deh tuduhan-tuduhannya, jual angin doang lah, bohongin orang, kasih placebo, dsb. Maklum, homeopati agak mengganggu industri farmasi konvensional yah. Tapi uniknya kok praktisi-praktisi homeopati terus bertahan? Kalau benar tudingan-tudingan itu kan harusnya mereka sudah gulung tikar sejak lama dong. Saya rasa sih homeopati tetap tegak berdiri ya karena keberhasilan pasien-pasiennya yang betulan sembuh dan merasakan manfaatnya.

Oke kembali ke ceritaku masuk ke ruangan homeopati di walnut creek ya. Yusuf adalah pasien yang aku daftarkan dengan keluhan batuk gak ilang-ilang semenjak pindahan ke US. Sembuh, nongol lagi, sembuh, nongol lagi, tapi gak pakai demam. Apalagi sekolahnya sumber penyakit banget, isinya anak sakit dan gurunya pun sakit. Sudah lelah aku sebagai ibu melewati batuknya. Akupun merasa aku butuh curhat sama seseorang, si terapis lagi butuh terapisnya sendiri, dan entah bagaimana, jiwa ini lagi pengen nyendernya sama si Natalya. Eh di sana nyambung lho keinginan hatiku sama dia…begitu masuk ruangan, Natalya basa-basi sama ayah ‘Kamu mau di sini juga apa nunggu di luar’ (itu ungkapan halus untuk ‘kamu nunggu di luar aja ya’) hihihihi dan ayah pun gak ada pilihan, dia keluar, yessss wkwkwkwkwkwk. Akupun langsung manfaatin kesempatan itu buat cerita semuanya, tentang anak-anak, tentang garis besar kehidupan kita, dan Natalya pun dengan cekatan mengetik segala kata-kataku di laptop, persis seorang notulen di rapat. Anak-anak sibuk dengan sekeranjang mainan yang diberikan Natalya. Saya cerita saya ini lagi capek lahir batin, dan entah kenapa itu terefleksikan ke kesehatan anak-anak. Biasanya mau anak saya sakit apapun, saya selalu pede dan home treatment sampai sembuh sendiri. Tapi kali ini saya udah nggak kuat lagi, saya butuh bantuan. All my healing skills are gone! Basically saya punya tiga bayi di rumah, the father always counts, he likes to be served and not helping much at home. All he did is just taking out the garbage and a little vacuuming. Natalya manggut-manggut pas saya jelaskan itu memang tipikal suami-suami Indonesia yang patriarkal. Saya nggak bisa salahkan dia karena kultur kita memang umum seperti itu. Mata Natalya merefleksikan rasa mengerti yang dalam, meski gesturenya masih terasa berjarak ya. In United States people don’t do hugging even they are therapists. Gak kayak saya dan bu Lanny atau ibu Robin yang selalu suka obral pelukan hangat. Tapi sepasang mata Natalya tetap gak bisa menyembunyikan kehangatan…cukup dengan manggut-manggut tanpa berkomentarnya saja saya sudah merasa nyaman. Dia tunjukin empati banget, ‘anak-anakmu emang selalu petakilan begini ya? Di rumah juga? Hiks aku bisa kebayang rasanya gimana…’ Saat kontak jiwa tak tersirat itu selesai, sayapun lanjut ke proses bagaimana anak-anak kecil nan hebat ini bertahan di proses pindahan jauh ini, sedetil-detilnya. Gila booook itu yang namanya proses anamnesa memakan waktu satu setengah jam sendiri! Ini kasus batuk doang loh! Dia kasih banyak pertanyaan mulai dari Yusuf makannya apa saja, makanan paling favorit apa, punya ketakutan khusus sama sesuatu nggak, di rumah bagaimana, bagaimana rutinitas tidurnya, ada perubahan behaviour apa setelah divaksin kemarin, batuknya sudah berapa lama, batuk yang seperti apa, dahaknya muncul di hari keberapa, warnanya bagaimana, apakah disertai demam atau tidak, makanan apa yang biasanya memperparah batuknya, dan makanan apa yang biasanya meringankan batuknya. Giling itu rentetan pertanyaan banyak banget, gak ada yang terlewat sedikitpun… Segala faktor kemungkinan dibahas. Dokter aja gak segini banget deh nanyanya, apalagi kalau udah senior, cuma liat penampakan klinis pasien, nanya dikit, langsung otomatis oh ini mah gua kasih ini aja nih… Well aku harus angkat jempol sama proses anamnesanya homeopatis. Anamnesa itu nyawanya sebuah treatment. Kunci keberhasilan sebuah treatment juga. Berapa banyak dari kita yang kalo praktek suka malas dan melewatkan anamnesa. Pasien banyak, tapi cuma selewat-selewat. Kalau di ruang praktek ini, satu pasien disediakan 2 jam sendiri, dicharge lebih mahal sih, tapi perlakuan juga sangat beda.
Dari proses tanya jawab itu pula aku jadi bisa menjawab sendiri misteri kenapa belakangan Yusuf jadi agresif suka lempar-banting barang dan emosian mukul kakaknya. Galak banget Yusuf sekarang, dugaanku ini terjadi semenjak dia kenal sama jarum suntik. Natalya nanya,
‘Kamu dulu hamil Yusuf gimana?’
‘Ups and downs juga, meski aku sudah melakukan teknik trauma healing’
‘Kalo lagi down kamu ngapain aja’
‘nangis, dan banting-banting barang…eh, kok…berarti…lah, kok gw baru nyadar? Pantesan Yusuf suka ngebanting juga yah sekarang Natalya!!’
‘hehehe…emang apa aja yang kamu banting?’
‘HP dan sesuatu yang bisa pecah, kaya mangkok, meski setelahnya saya sendiri juga yang beresin pecahan-pecahan itu semua’
‘kepuasan apa yang kamu dapet dari mecahin barang?’
‘it’s only…liberating, dengerin bunyi sesuatu yang pecah kayak membebaskan rasa frustasi saya, saya emang bad tempered…makanya saya jadi healer. Healer itu sebenarnya orang pertama yang perlu disembuhkan’
’emangnya kamu ributin apa?’
‘ya itu-itu juga, masalah pembagian tanggung jawab dengan suami dan kebanyakan semuanya dilimpahkan ke saya, dia leyeh-leyeh aja kayak berasa masih single’
‘(sigh)….terus pas kamu bantingin barang, pergerakan Yusuf gimana dalam kandungan?’
‘diem aja tuh…tapi saya tau dia observed, ya ampun….kok saya baru nyadar ya, kamu bahkan juga menjangkau sampai ke masa dalam kandungan’
‘(senyum)….ya, Yusuf ini tipe kalem, selain dia home birth, water birth, dan lotus birth, apa kata orang-orang tentang dia?’
‘well, banyak yang bilang Yusuf matanya bikin meleleh, pandangannya langsung menusuk jiwa, ada yang bilang dia old soul, naturalis, sangat dekat sama makhluk lain. Bahkan kucing dan anjingpun suka nyamperin Yusuf’
‘(manggut-manggut)…iyah, kejawab kan ya? Agresifnya bukan karena vaksin sih…Yusuf aman, anak-anakmu tidak ada yang autistik. Tapi kalau ada yang maksa-maksa vaksin lagi, minta aja blue form. Kamu dilindungi sama negara bagian California. Di sini sih kamu malah aman’
‘oke, i knew that’
‘kamu kesini sekarang buat sembuhin batuknya dulu atau eliminasi side effect imunisasinya?’
‘batuknya dulu deh dok’
‘oke, saya cocokkan dulu ya semua gejala dengan remedy yang cocok’
Nah! Satu lagi, di sini terlihat bahwa Natalya tidak pernah sok tahu langsung kasih obat. Dia gak malu untuk buka guide book di laptop dan kroscek ulang lagi. Ada ratusan sediaan obat Homeopati yang dibuat di Hahnemann Laboratory, apotik khusus homeopati. Dan kerja obat homeopati bukan meringankan gejala seperti obat biasa (analgesik antipiretik antitusif dekongestan ekspektoran), tapi dia menuju target spesifik sesuai dengan karakter penyakitnya. Prinsip homeopati itu ‘like cures like’. Penyakit Yusuf nih batuk yang udah disertai infeksi bakterial karena mukusnya udah kuning kehijauan, kalo sama dokter udah harus kasih antibiotik. Tapi di homeopati, Yusuf di treatment dengan esensi ‘mirip’ infeksi bakterial namun aman banget bagi tubuh, yakni ekstrak Tuberculinum Bovinum. Jadi proses penyembuhannya nanti bukan berupa respon imun humoral (makrofag, B cell T cell) ataupun spesifik (antigen-antibodi. Doh jadi ngomongin imunologihhh…ngepul-ngepul deh pala). Tapi rangkaian sumber penyakit di tenggorokannya Yusuf mau diketemuin sama zat yang mirip mereka juga namun bukan berupa sel hidup, bukan antigen dilemahkan (paksin dong itumah), bukan kopian DNA RNA, tapi hanya memori energinya saja (nah pusing gak lo). Prinsip Homeopati yang dipelopori oleh dokter Hahnemann asal Jerman ini percaya bahwa setelah penyakit diterapi dengan ‘memori halus’ yang identik dengannya namun dalam dosis yang jauh amat sangat lebih kecil, penyakit itu akan hilang. I still dunno why is that…tapi Hahnemann et al udah buktiin sendiri dan merangkum semua hasil perawatan pasien mereka selama berpuluh-puluh tahun. Natalya dapet hasil Tuberculinum Bov buat Yusuf itu juga setelah masukin semua faktor kemungkinan etiologi dan predisposisi. Sampai-sampai faktor teething juga dia masukin sebagai predisposisi terbentuknya ekstra mucus di tenggorokan. Yusuf emang lagi erupsi 4 molar sulungnya. Edun!
‘oke, buat Yusuf saya kasih Tuberculinum Bovinum 200C ya, ini sediaan homeopati yang aman, jangan takut sama namanya, namanya emang serem, tapi isinya baik, kamu cek lagi ya cara bikin obat homeopati di lab, kita pakai ultra fine dilution dan vigorous shaking, jadi memori esensinya aja yang kita ekstrak. Saya ketik semua instruksi pemakaiannya dan saya print buat kamu. Oh iya, yang kamu lakukan dengan ngerok bawang merah di dadanya itu bagus, terusin ya. Cara lain bisa juga pake mustard bubuk dicairkan sedikit, dia hangat’
‘dok, si tuberculinum itu mahal gak yaa?’ (di Amerika, kita semua straight to the point, semua orang Amerika medit, jadi nanya harga itu gak tabu)
‘sama shipping kira-kira siapin aja 40 dolar, nanti obatnya dikirim langsung ke rumahmu’
‘oh..masih sangguplah kalo segitu’ (dan ternyata tagihan resepnya bener segitu, 37 usd, obatnya sampai 4 hari kemudian).
Yusuf diperiksa nafasnya pakai stetoskop dan ternyata masalahnya cuma di saluran pernafasan atas, dan sebentar lagi sudah mau selesai, fiuhhh leganya. Anak-anakku ini sehat, tapi karena mereka makannya masih asal, semua dimakan, aku tetep harus kasih mereka tambahan suplemen vitamin C dan vitamin D yang bagus buat imunitas, belinya di Whole Foods atau Harvest House. Yang ini belum sempet dibeli nih…agak malas. Nitnut gitu lho, mana pernah nurut total 100% ama siapa aja hehe. Pingin coba usaha yang alami kasih jus sayur dulu deh, dilepeh gak ya…

Oke, pas minumin obatnya, Yusuf demen! Minta nambah masa! No no… Remedy ini cuma dikasih sekali doang lalu dilihat perkembangannya selama satu bulan. Uwow…ada gitu yah ternyata ngasih obat satu dosis doang, dikit banget kayak sugar sprinkle diitung sepuluh butir. Itu makanya kenapa banyak skeptical haters yang ngehujat bilang obat homeopati itu sebenarnya cuma glukosa aja, karena bentuknya emang imut sekali kaya sprinkle buat taburan icing cupcakes. Hihi. Habis minum obat yang cuma diemut langsung larut itu, Yusuf langsung bobo siang enak banget, hampir 3 jam. Habis itu aku amat-amati batuknya masih ada sedikit dan yang tadinya berdahak jadi kering lagi. Lama-lama makin dikit-makin dikit. Dan sekarang hari ke 6 setelah minum obat, aku udah lupa kapan terakhir Yusuf batuk hari ini. Udah jarang banget Alhamdulillah. Sisa obatnya harus disimpen di tempat yang gelap dan kering jauh dari segala zat yang berbau kuat (kopi, essential oil, kapur barus, pewangi ruangan, dsb). Pengen ngasih juga ke Baim sih sebenernya, tapi Baim batuknya udah ilang sendiri duluan Alhamdulillah. Mereka berdua pun mulai minggu depan sudah aku pindahin ke sekolah yang lebih home based learning yang lebih sehat dan total muridnya cuma 12 anak.

Dan ngomong-ngomong soal trauma jarum suntik, Natalya bilang ternyata di sini udah ada yang namanya Buzzy 4 Shots! http://www.buzzy4shots.com Itu nosiseptor blocker yang berbentuk mainan lady bug yang digenggam anak-anak tiap mau disuntik. Nanti dia akan bergetar sedemikian rupa sehingga tusukan jarumnya dan injeksi obatnya gak akan berasa! Pengalih perhatian visual juga, penipu kerja saraf sensoris juga. Gilak mau jambak-jambak rambut gak sih, kemana aja gueeee di Endonesah gak ada! Tau gitu kan anak-anak gue gak perlu trauma disuntik kemaren…. Dohh gua bawa yang banyak juga deh ke Indonesia pas nanti pulang, gua jual-jualin. Gua gak mau anak-anak or bayi-bayi lain ngalamin juga trauma disuntik ampe jerit-jerit. Buzzy 4 shots ini banyak dipakai buat anak yang harus sering disuntik karena kondisi medis (hipertiroid, diabetes tipe 1, atau untuk vaksin yang benar-benar dibutuhkan). Udah gak perlu dibekep 3 orang lagi sambil jerit-jerit boook *jedot-jedotin pala ke lantai

Essential oil ditahan dulu, udah aku jelasin di twitter kan ya soal ini. So gitu deh kurang lebihnya mengenai homeopathy treatment. Asik juga ya…seandainya di Indonesia juga tersedia (tapi homeopatis pertama di Indonesia musti siap-siap mental dimusuhin dokter dan apoteker, dan universitas pencetak dokter yang tiap tahun produksi terusss hihihi you’re ruining their business!) Kalo mau belajar lebih lanjut tentang homeopati sebenarnya banyak kok buku dan aplikasi gratisnya di iphone. Tapi kalo mau kuliah homeopati beneran ya cuma ada di marih atau di Eropa, SG kayaknya gak ada. Yah semoga semua anak kita selalu sehat deh… dan kalaupun sakit, kita bisa tetap kuat dan tahu pesan apa yang sedang disampaikan oleh tubuh si anak.

8 thoughts on “Apa itu Homeopati?

  1. Part yang soal perasaan bahwa suami gak membantu banyak di rumah…hemmmmmmh.. Kok mirip yak. ^^ . ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ… Btw anakku juga sebulan terakhir batuk sambung menyambung juga Nit.. Alhamdulilllah beberapa hari dirutin jemur tiap pagi jadi ilang (biasanya emaknya males ngajak jalan2 keluar pagi2 :p )

  2. Halo, Mbak. Makasih atas share nya ini. Sngt membantu banget buat saya. Saya mau tny. Kalau obat homeopathy itu berupa cairan gt kan ya? Kebetulan sy ada dapat obatnya buat bantu sembuhin tulang rawan pada tumit mama saya. Mau tny aja obat cairan homeopathy itu ada expirenya ga ya? Dan biasanya brp tahun dr sejak tanggal produksi ya? Trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s