Hari-hari Dua Sejoli

Hari-hari pertama mereka menghabiskan total waktunya bersama, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Wow, big step. Sebelum ini mereka nyaris gak pernah cuma sama saya sendirian dalam 24 jam, pasti salah satu kadang sama BS atau sama eyangnya. Tapi sekarang mereka bareng terus dari bangun tidur sampai bobo lagi. Benar-benar dua sejoli.

Semenjak Yusuf lahir mereka sudah dipisah, serem euy kalo Baim gemes dan melakukan sesuatu yang over dan jatuhnya nyakitin. Pernah ada cerita temen punya anak dua berjarak rapet, eh ubun-ubun si adek diculek dalem sama kakaknya sampe legok ceruk ke dalem gitu auuuwwww ngilu bayanginnya. Lalu berprinsip pisah aja ah ni anak dua sampai at least Yusuf setahun dan sudah bisa bela diri. Akhirnya demikianlah, Baim jadi lengket sama eyangnya (terlalu lengket malah), dan Yusuf lengket sama bunda dan BS-nya.

Pas pertama kali bener-bener handle mereka berdua, gimana nut? Ya sudah pasti puyenglah, berantem terus, rebutan, tarik-tarikan, dorong-dorongan, you name it lah. Bunbun jadi keriting, trus ngomel-ngomel supaya mereka diem. Dan biasanya drama diakhiri dengan salah satu nangis dan salah satu menang, entah siapa, posisi korban selalu bergantian hehe.

Kalau kalian pikir cuma ada drama pahit aja yang berlangsung di rumah ini, salah sob… Mereka juga ternyata lengket dan akurnya kayak anak kembar. Setiap bangun tidur Yusuf selalu langsung cari kakaknya, panggil ‘i-im’. Dan pas udah lihat sang kakak di sebelah, langsung senyum dan nyamperin lalu digangguin sampai bangun. Kalau main-main juga gitu, mereka akan lari-lari kejar-kejaran ngelilingin rumah sambil ketawa heboh, terus timpa-timpaan, terus gelitik-gelitikan, cekikikan. Begitu, semua bersiklus…

Dan ternyata gue bisa jenderal….ngurus dua anak sendiri. Perfect? Nggaklah… Survive? Iya banget… Mayaan duit yang biasa lari ke gaji BS bisa buat nambah-nambah belanja sehari-hari, atau beli bodycare. Bunbun sukaaaa sekali koleksi sabun mandi wangi-wangi dan banyak pilihan itu. I’m easy to please, sehactic apapun hariku, cukup dibayar dengan mandi di sore hari pakai sabun yang ajib-ajib banget yang dijual di sini. Refreshed mind and body.

Dan sekali lagi, Alhamdulillah, berat badannya anak-anak stabil gak turun drastis. Tahu sendiri enyak babe guee….parameter gua becus apa nggak ngurus anak adalah dilihat dari seberapa gemuknya mereka. Siaaaan deh lo nut….

Dulu, pas tahu saya hamil, saya merasa bersalah luar biasa sama Baim… Saya pikir Yusuf akan menjadi pengganggu terbesar bagi Baim. Namun ternyata saya salah.

Sekarang, saat mereka sudah besar-besar begini, saya baru sadar, Yusuf ternyata adalah hadiah paling besar yang saya kasih buat Baim…Yusuf adalah teman berinteraksi, gak kebayang betapa sepinya kalau cuma ada saya dan Baim di rumah ini saat ayahnya ke kantor, pasti gak asik.

Meski rumah kaya kapal pecah,
Meski gunungan setrikaan selalu menghantui,
Meski pinggangku rasanya sudah seperti oma-oma,
Meski waktu selalu terasa sempit,
Meski bunbun sama ayah demennya berantemin ini itu,
Tetep yah, kami ini luar biasa diberkahi..

20130311-141410.jpg

20130311-141442.jpg

20130311-141425.jpg

20130311-141501.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s