Resensi Film Perahu Kertas dan Liberating Piercing

Hari ini baru saja melakukan hal-hal yang mengasyikkan. Udah lama banget pingin nonton Perahu Kertas, karena udah janji juga sama mbak Dee si empunya film dan novel kalau aku pasti harus nonton. Dan sempet kaget juga pas Pak BJ Habibie tampil di infotainment untuk mendukung film ini untuk ditonton anak-anak muda. Woow berarti edukatif banget dong ya film ini. Sebenernya Perahu Kertas sudah diputar serentak mulai 16 Agustus kemarin, tapi ketunda sama mudik dan tepar pasca mudik, barulah siang tadi sempet kabur sebentar dari rumah buat ke MM sama ayah. Kebeneran pas mbak BS nya anak-anak juga udah balik dari kampung dengan sangat on time, Alhamdulilah.

Ayah nggak mungkin ikutan nonton PK. I just know him hehe. Dia akhirnya pilih untuk nonton Bourne Legacy di teater yang berbeda. Buat saya nggak masalah, i can still enjoy myself. Setelah beli tiket, ayah misah untuk sholat Jumat. Selama nunggu dia selesai sholat aku luntang luntung jalan sendirian, liat Gramed udah gak minat karena stok bacaan masih buanyak. Melangkahlah kaki ini ke toko kosmetik harga grosir di lantai 1 buat beli body spray murah meriah. Eh pas mau masuk, langkah kakiku terhenti lihat toko perhiasan tepat di sebelahnya, wah udah lama pingin tindik telinga nih. Impulsively aku masuk ke toko itu nanyain bisa nerima tindik apa enggak. Dan ternyata bisa, ihiiiyyy. Dulu sempet mau tindik di Bali tapi buru-buru sadar kalo bikin piercingnya di Bali bisa-bisa gue dapet bonus penyakit yang serem-serem bawaan turis nakal heheheh. Sempet juga mau piercing di klinik dokter tapi gak tau harus ke mana. Sempet hampiiiir nyuruh temen siapa yang berani nindik pake jarum syringe no 23 dengan anastesi pehacaine dulu sebelumnya ahahahahahahaha nekaaad. Dan di hari ini aku baru digariskan ketemu tempat piercing yang aman dan profesional. Kalo di MM sini kan kayaknya lebih aman dan alatnya meyakinkan, pakai sistem tembakan dan giwang khusus piercingnya langsung ditembakkan ke telinga kita, untuk kemudian dibiarkan seminggu sebelum dilepas dan bisa diganti dengan anting lain. Selama seminggu itu perawatannya sering dilumuri dengan vaseline atau baby oil aja biar giwang nggak lengket dengan jaringan sekitarnya. Harga jasa membuat piercing tadi 75 ribu sudah sama giwangnya. Giwangnya enak gak bikin iritasi, ini sampai sekarang nggak ada reaksi alergi atau kemerahan. Siplah, keinginanku beranting 2 di tiap telinga tercapai sudah.

Kenapa pengen ditindik lagi sih? Buatku itu membebaskan aja, pengen aja. Dan cuma di telinga kok yang jaringan tulang rawannya memang lunak sekali. Kalo di hidung, pelipis, dan di lidah tuh yang menurutku sangat menyakiti tubuh. Orang-orang yang kecanduan body piercing tuh mungkin punya sebab-sebab psikologis yang membuat mereka nagih terus. Silahkan aja sih, lha wong resikonya juga masing-masing yang menanggung. Buatku pribadi, piercing tambahan di telinga ini memberi liberating effect banget, meluweskan cara pikir dan cara pandangku yang mungkin selama ini agak kaku. i don’t know exactly how to explain, but most people wear one earring on each ear, when i have two, it feels so pleasing and sets me free. Sesekali orang butuh untuk melakukan sesuatu yang melegakan jiwa, jangan takut merasa impulsif dan banyak analisa, lakukan saja. Sesudahnya seneng banget deh. Selama gak dosa dan gak ngerugiin orang lain.

Keluar toko dengan tindikan baru dan rasa ngilu yang sangat ringan, aku seperti melangkah dengan lebih ringan dan bebasnya. I bought myself a new 45K IDR body spray and i really love the smell. I bought myself nachos with double cheese and enjoyed the movie very much. Haduh itu pas Kugy ditembak Remi kenapa gue yang deg-degan yah… Reza Rahadian mumpuni dan matang banget aktingnya. Dan tokoh Eko, ya ampun Ekooo, dia kasih nyawa seger banget di film ini. Yang masih paling banyak butuh polesan adalah aktingnya pemeran Wanda menurutku, scene mabuk dan marah-marahnya berat banget, dan Kimberly Rider masih belum maksimal interpretasiinnya. Dan itu tolong yaaa Hanung Bramantyo the magical genius director, kenapa nongol jadi cameo lekong benchess di scene pameran galeri lukisan? Situ setres maas? Ahahahahahaha. Overall PK is entertaining and educating. Sopan banget ampe adegan kissingnya pun sangat terlihat palsu bukan kissing beneran. Sangat indah secara sinematografis, yaiyalah secara Hanung gituloh yang garap art scenes nya. Bentuk Sakola Alit diterjemahkan dengan sangat baik, baguuuus banget kaya sekolah alam versi mahal. Scene pergantian tahunnya juga meriah dan indah. Lagu soundtracknya baguus, suaranya Maudy Ayunda si Kugy juga baguus. Gue gak rugi nonton ini. Pangsa pasarnya emang generasi muda ya, tapi emak-emak kaya gue juga tetep enjoy dan gak ngerasa jomplang usia, karena dialog-dialog tokohnya sungguh berbobot dan bijak. Kasarnya, selalu tetap ada nyawanya the wise Dee di setiap wujud pemeran ABG yang kinyis-kinyis ituh. Love it. Nice hang out today. Alhamdulilah…

So, kebahagiaan ada di setiap hal-hal kecil. Yes mungkin saya melibatkan pemborosan uang di dalamnya, tapi worth it. Kebahagiaanku hari ini bernilai 30 ribu untuk nonton, 75 ribu untuk piercing, dan 45 ribu untuk body spray murmer yang akan membuat badanku berbau seperti kebun bunga.

And now i’ll sleep like a princess.

One thought on “Resensi Film Perahu Kertas dan Liberating Piercing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s