Hamil Sungsangnya Tia Mowry

Selama di Jatiwaringin saya jadi doyan banget nonton acara-acara shallow di E! Entertainment channel, hehehe kalo di camp kan indovision nya nggak nerima E! Sengaja kayanya, biar ibu-ibu istri pegawai tuh pada konsen masak dan kerja rumah tangga. Gak kebayang kalo di camp CPI ada E! Channel, semua masakan gosong dan anak gak keurus gara-gara emak-emak pada mantengin acara gosip hollywood 24 jam qiqiqiqiqiqi. Hiburan gak mutu yang ternyata bikin nyandu. Tapi jujur, aku seneng lihat kehidupan pribadinya artis-artis yang jadi konsumsi seluruh orang di dunia lewat reality show. Sebut saja Giuliana & Bill, Keeping Up with The Kardashians, Khloe & Lamar, dan termasuk Tia & Tamera. Nah Tia & Tamera Mowry ini ceritanya adalah saudara kembar identik yang juga mantan artis cilik. Reality show mereka menceritakan kehebohan Tamera yang mempersiapkan pernikahan, sedangkan Tia lagi hamil tua anak pertama. Mereka heboh, berantem terus hihihihi. Di sini saya mikir, apakah kembar identik yang terus bertengkar itu adalah refleksi dari kondisi mereka dulu di dalam rahim yang berkompetisi makan dari satu plasenta ya? Hmmm….. Yang pasti, kembar identik itu punya hubungan yang unik. Bagaimanapun seringnya mereka bertengkar, mereka selalu gak bisa dipisahkan satu sama lain, pasti butuh untuk selalu bersama. Lha iyalah ya, kan mereka tadinya satu sel yang memisah🙂

Jadi lanjutan ceritanya adalah, Tia itu lagi panik, di usia kehamilan 8 bulan bayinya masih sungsang. Sejak dua bulan sebelumnya si bayi memang sudah sungsang, tapi dia masih tenang dan berharap bayinya akan memutar sendiri bila sudah waktunya. Tia tetap beraktivitas seperti biasa, jadi model sampul majalah, menghadiri pernikahan adiknya, dan terus syuting reality show ini. Hal yang sedikit meresahkan adalah, Tia ditelpon produsernya di acara The Game. Sebelum hamil memang Tia Mowry adalah salah satu cast di acara itu, perannya adalah seorang cewek seksi penggoda. Sang produser mengatakan bahwa Tia harus mulai kembali syuting the Game enam minggu setelah ia melahirkan. ENAM MINGGU!! Tia tadinya bengong, tapi lalu dia menyanggupinya, berharap bahwa kalo lahiran normal itu pulihnya akan cepat. Saya ingat dia bilang ‘I can manage that, I can cut off the baby weight in 6 weeks. I’m supermom!!’

Dhoeng dhoeng, sampailah di pemeriksaan 8 bulan yang menunjukkan bayinya sungsang. Tia panik luar biasa. Dia takut bakalan harus SC. Tapi alasan takut SC nya adalah bukan tentang efek jangka panjangnya ke bonding dan kesehatan bayi atau apa, tapi hanya semata-mata mikirin panjangnya masa pemulihan dan bagaimana bisa langsung syuting The Game lagi dalam 6 minggu. Hellooooo??? Knock knock!

Selama seminggu penuh Tia usaha dari A sampai Z untuk memutar bayinya. The Elephant walk, mengarahkan senter ke perut sambil bilang ‘follow the light’, pasang CD musik Mozart sambil bilang ‘follow the sound, baby’, dan semua posisi/manuver seperti yang ada di buku Belly Mapping yang saya punya. Tia juga datang ke terapis chiropraksi. Selain itu dia juga mengundang personal trainer yang dulu membentuk tubuhnya untuk acara The Game, trainer cewek itu dipanggil ke rumah Tamera untuk mengajarkan postur yoga. Si trainer tuh bilang ke Tia sesuatu yang saya suka bangat, bahwa sungsang adalah variasi dari normal, bisa aja lahiran normal dengan perngawasan yang bijak, yang penting otot dasar pelvisnya harus kuat biar gak cepet capek. Tia disuruh mengulang-ulang pose cat cow dan latihan kegel. Berulang-ulang Tia bilang ke kembarannya, aku gak mau SC. Temera pun menjawab ‘Kalo kamu emang ga mau SC ya then you don’t’. Setelah lelah melakukan semuanya, Tia kembali memeriksakan diri ke dokter. Dan hasilnya….eng…ing…eng…… Masih sungsang.

Keputusan dokter: kontrol lagi 36 minggu, kalau masih sungsang, harus SC. Sampe sini saya belom tau gimana kelanjutan ceritanya. Habis ini mau googling gimana ending lahirannya. Point penting sesungguhnya sangat gampang sekali terbaca. Bayinya Tia tuh sengaja sungsang-in diri🙂 perceya gak? Alasannya? Dia sengaja pingin bikin emaknya supaya jangan cepet-cepet ninggalin dia kerja. Kalo janin bisa ngomong, dia akan bilang ‘ah gue sengaja bikin emak gue SC dah kalo begini caranya, biar gua bisa lamaan dikit ama emak’

Sayang Tia Mowry kurang oke koneksinya sama janin. Kalo saja aku bisa ketemu Tia secara langsung di waktu itu, saya pengen banget bilang (versi kasar) ‘Tia….ngelahirin tuh gak kaya bok*r, abis keluar terus lo tinggal fitness ngurusin badan lalu syuting dengan enteng begitu aja’ (versi rada halus) ‘Tia, your baby being breech, is only saying to you that she doesn’t want to be left that soon, 6 weeks maternity leave is HELL CRAZY’. Boooo rejeki ga kemana kali ya. Ya tapi kadar awareness dan pencerahan tiap orang memang beda-beda sih. Tia dan suami padahal kan gak segitu kere-nya, egonya dia aja sih yang lebih bekerja dibandingkan faktor perut yang mendesak perlu dikasih makan. Ego ingin make a come back, ingin dilihat dunia, ingin membuktikan sesuatu, tanpa sadar bahwa segala ingin yang seperti itu adalah bukti rasa tidak aman dari dirinya sendiri.

Jadi ya semoga cuap-cuap saya tentang Tia Mowry bisa memberi kita pelajaran ya. Bahwa ngelahirin anak itu something big. Gak perlu lah cepet-cepet eksis macam Heidi Klum yang 6 minggu pospartum udah jalan di catwalk meragain bikini Victoria Secret dengan langsingnya, atau Tia yang buru-buru kembali ke peran sexy bitch di The Game. Dunia bisa menunggu, tapi anakmu tidak. Denger-denger di Indo lagi mau diusahain cuti melahirkan jadi 6 bulan nih, ini linknya http://m.kompas.com/news/read/2012/08/01/13282731/Pemerintah.Didesak.Berikan.Cuti . Kalo kebijakan ini lolos disetujui, dijamin kondisi negara ini 20-30 tahun kedepan bakal jauh lebih baik deh, pemerintah dan rakyat juga yang dibikin enak…anak cucu kita yang rasain nikmatnya. Bayi dengan nutrisi fisik (ASI) dan nutrisi jiwa (bonding sekedar bersama-sama ibunya) akan menjadikan dia manusia yang lebih utuh di masa depan. The longer, the better.

Last lesson, emang kayanya ngumbar hidup pribadi terlalu jauh tuh jelek yah efeknya. Udah berkali-kali lho terbukti, Giuliana kena kanker payudara, Kim Kardashian cerai, Kate Gosselin dan suaminya dari acara Kate & Jon plus 8 juga cerai, bayi Tia sungsang. Kalo balik ke jaman dulu, Britney Spears dan Jessica Simpson juga rumah tangganya hancur setelah diumbar sedemikian rupa ke publik lewat reality show Chaotic dan Newlywed. Jadi kaya kutukan deh, duit banyak karena rating tinggi, tapi masalah juga banyak. Dengan membuka kehidupan kita luas-luas, tanpa sadar kita mengundang drama masuk ke dalam.

So, Alhamdulillah ya saya hanya orang biasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s