SAAT YANG DINANTI HARUS PERGI….

Tulisan ini kupersembahkan buat semua wanita di luar sana yang pernah kehilangan janinnya. Sungguh aku adalah seorang ibu yang sangat mencintai anak-anakku. Aku tak sempat mengalami apa yang kalian alami. Aku yakin, cinta yang lebih hebat sesungguhnya adalah cinta dan kerelaan seorang ibu kepada janin yang telah diambil oleh Allah bahkan sebelum mereka sempat bersua. Cinta kalian pada janin itu tak diragukan lagi, demikian pula cintaku pada kalian yang sudah sangat baik mau menerima dan mengalami kehilangan ini. Semoga terjemahan tulisan Ibu Robin ini bisa membantu kalian untuk terus memupuk asa.

Sekitar 20% kehamilan berakhir pada keguguran, banyak yang terjadi sedemikian dini sehingga sang ibu bahkan belum sempat menyadari dirinya hamil. Sementara kasus lain bisa terjadi pada fase kehamilan yang lebih lanjut, yakni sampai 28 minggu usia kehamilan. Setelah lewat 28 minggu, meninggalnya janin bukan disebut dengan istilah keguguran lagi, namun Intra uterine fetal death. Yang manapun jenisnya, keduanya merupakan kehilangan terbesar dan traumatis bagi seorang ibu. Biasanya seiring dengan lewatnya masa 20 minggu usia kehamilan, resiko keguguranpun berangsur menurun.

Bila seorang ibu hamil mengalami kontraksi, dengan atau tanpa disertai flek atau perdarahan, dan nyeri di punggung bagian bawah, maka gejala-gejala ini disebut ‘threatened miscarriage’ atau ancaman keguguran. Namun harapan belum berakhir, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gejala tersebut berlanjut menjadi keguguran yang sesungguhnya, namun hal ini berlaku hanya apabila janin benar-benar sehat.  Bila ternyata memang ada sesuatu yang salah dengan kondisi janin, maka alam biasanya akan lebih memegang kendali, dan keguguranpun tetap akan terjadi meski semua usaha telah dilakukan.

Penyebab lain dari keguguran adalah ketidakseimbangan hormon, longgar/lemahnya serviks, infeksi, defisiensi nutrisi, kelelahan, dan paparan berlebih ke polusi maupun zat kimia teratogenic (berbahaya bagi janin).

Pencegahan keguguran sangatlah mungkin dilakukan. Flek itu sendiri tidak selalu berakhir pada keguguran. Panik dan stres meningkatkan resiko terjadinya keguguran, jadi sungguh sangatlah penting bagi ibu hamil untuk tetap tenang dan rileks selama masa kehamilannya.

Istirahat total adalah langkah pertama yang dilakukan bila anda mengalami flek. Sebaiknya anda hanya bangkit dari tempat tidur bila akan ke kamar kecil. Pastikan keluarga anda selalu membantu merawat anda, membawakan makanan bernutrisi, buku-buku dan majalah agar tidak bosan. Bersandarlah pada tempat tidur supaya anda bisa santai menonton TV dan tetap gembira. Ibu dengan gejala ancaman keguguran hanya diperbolehkan mengangkat barang paling berat 3 kg (seukuran bayi baru lahir). Bila si ibu sebelumnya juga pernah mengalami keguguran, maka sebaiknya janganlah mengangkat benda berat apapun.

Ibu dengan gejala ancaman keguguran dilarang berhubungan seksual dengan sang suami, dan kegiatan-kegiatan seksual lainnya seperti foreplay yang bisa merangsang kontraksi lebih parah. Bercinta sama sekali bukan agenda yang dianjurkan sampai minimal 3-4 minggu setelah semua gejala hilang.

Dilarang konsumsi makanan/minuman dingin, walaupun anda sangat menyukainya. Semua yang disimpan dalam lemari es, jangan sentuh. Hapus semua yang dingin-dingin dari daftar menu anda minimal sampai 3 minggu setelah semua gejala hilang. Rahim secara alami memiliki sifat sebagai tempat yang hangat, begitulah ia didesain untuk janin anda untuk memungkinkan kehamilan berlangsung dengan nyaman dan sehat. Jadi masuk di akal bahwa sangat baik mengkonsumsi yang hangat-hangat seperti sup ayam, sup misoa, bubur ayam, ubi rebus, teh hangat atau sekedar air putih hangat.

Vitamin kehamilan lebih mutlak perlu bagi yang memiliki gejala Threatened miscarriage. Vitamin E dan C dalam konsumsi yang tepat dapat mencegah keguguran. Pastikan anda mendapat cukup protein dari telur kampung rebus, ikan kecil (semakin kecil ukurannya, semakin kecil resiko kandungan merkurinya), ayam maupun daging yang dimasak matang.

Dokter homeopati maupun praktisi pengobatan Cina dapat melakukan teknik akupunktur dan obat-obatan herbal yang bersifat dapat ‘menahan si bayi’. Anda patut berkonsultasi pada mereka.

Tidak semua keguguran dapat dicegah. Bila kontraksi terus berlanjut dan perdarahan semakin parah, atau si ibu mengeluarkan semacam gumpalan bekuan darah, maka keguguran tidak dapat dielakkan. Alam mungkin telah menjalankan fungsinya dan tubuh sang ibu akhirnya mampu bekerja untuk mengeluarkan janinnya dengan spontan. Namun tetap periksakan diri anda ke OBGYN untuk memastikan bahwa proses keguguran telah selesai sempurna. Karena proses keguguran yang tidak komplit dapat beresiko infeksi dan perdarahan yang membahayakan.

Setelah mengalami keguguran, seorang ibu membutuhkan dan menginginkan istirahat, ia butuh merasa hangat, pastikan sang suami rutin mengusap punggung bagian bawah dan kakinya. Kompres hangat pada perut dapat membantu sang ibu melewati nyeri kontraksi rahim yang masih tersisa. Ibu harus banyak minum air hangat. Dilarang bersenggama karena serviks rahim masih sangat lebar, rapuh dan rentan infeksi. Biarkan anda sejenak menjalani fase berduka, anda diijinkan untuk itu. Terimalah dukungan orang-orang yang datang untuk turut prihatin, karena mereka peduli dan mencintai anda. Dukungan orang-orang yang tulus bisa membantu anda mengatasi dan melewati masa-masa kesedihan dan kekecewaan ini. Jika kehamilan anda sudah cukup lanjut sehingga tubuh bayi telah terbentuk, lakukan penguburan yang layak. Taburi bunga pada makamnya. Berikan secarik ungkapan cinta. Semua cara itu bisa memperbaiki hati sang ibu yang sedang hancur.

PERHATIAN: wanita yang baru saja mengalami keguguran sebaiknya tidak ditinggalkan sendirian. Bila si ibu tampak pucat, berkeringat dingin, panik, meracau, tidak stabil, atau tidak sadarkan diri, segera bawa ke RS karena ibu tersebut telah mengalami syok. Dan terus observasi, bila ada cairan vagina yang berbau tak sedap disertai demam tinggi, segera cari pertolongan medis.

Di luar dari segala doa dan usaha yang telah kita lakukan untuk mempertahankan kehamilan, jangan merasa gagal apabila keguguran tetap terjadi. Jadikanlah ini awal untuk menyambut kehamilan selanjutnya yang lebih baik lagi, diawali dengan nutrisi yang lebih baik, gaya hidup yang lebih baik. Luangkan dan berikan anda kesempatan untuk meyembuh dari kehilangan ini. Tak perlu buru-buru. Terkadang tangisan yang tuntas bisa melegakan dan membukakan hati anda untuk kesempatan-kesempatan di masa depan. It takes time to let go. Seiring dengan penyembuhan batin anda, hormon dan tubuh andapun memperbaiki dirinya. Saya percaya para malaikat akan celebrate/bertasbih lebih syahdu dan takzim dari biasanya saat melihat seorang ibu yang pernah keguguran akhirnya melahirkan bayi cukup bulan yang sempurna.

Robin Lim

Eat Pray Doula Hlm 23-25.

Jadi buat yang pernah memiliki riwayat keguguran dan saat ini sedang kembali hamil, terapkan semua ilmu-ilmu di atas, Insya Allah membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Saya telah mengenal sendiri perempuan-perempuan luar biasa yang bangkit dari beberapa kehilangannya, tak pupus harapan, dan kemudian keteguhan batinnya berakhir bahagia. Buat yang kehamilannya baik-baik saja, tetap lakukan tips-tips diatas, plus ucapkanlah seribu kata Alhamdulillah, pergilah ke Gereja lebih sering dari yang lain, berdoalah di Pura lebih lama, bacalah Paritta dalam porsi yang lebih besar, karena sesungguhnya kawan tak semua seberuntung dirimu. Hargai kemurahan Tuhanmu. Love you, mothers.

One thought on “SAAT YANG DINANTI HARUS PERGI….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s