REVIEW HOMESCHOOLING KAK SETO DURI

Image

Kemarin baru aja ikut prelaunching dari Homeschooling Kak Seto cabang Pekanbaru. Tau info ini dari twitter. Sebelumnya pernah juga ikut seminar langsungnya Kak Seto pas waktu masih di Jakarta, dan sudah saya bahas disini. Dari dulu juga udah cita-cita banget pingin HS-in anak-anakku, semua petunjuk kayak dateng bertubi-tubi untuk nguatin niatku itu. Ada ajalah kejadian yang bikin hati tambah mantep, insiden Bang Maman Kali Pasir lah, cerita bocoran jawaban UN lah, cerita temen-temenku sendiri lah, banyak buanget pokoknya. Nah kok rasanya law of attraction banget, Pekanbaru adalah 1 dari 8 cabang yang sudah buka HS Kak Seto ini (selanjutnya akan saya singkat HSKS). Dan mereka juga niat akan buka di Duri KALAU sudah dapat animo baik dari orang-orang Duri itu sendiri. Nah makanya temans…barangkali ada yang berminat, simak yuk.

Homeschoolingnya kak Seto itu masuk kategori School at Home, jadi murni seperti sekolah pada umumnya, hanya metode dan tempat belajarnya yang dibuat lebih fleksibel. HS itu sendiri cabangnya banyak banget, school at home, montessory, mansonian, unschooling, dipelajari dulu aja sendiri yaa jelasinnya mayan puyeng. Kalau menurutku yang paling murni adalah unschooling, tapi orangtua yang ngajarin akan puyeng banget pastinya, karena mereka harus print modul sendiri (contoh kurikulum dan bahan ajar bisa diungguh gratis di internet, banyak banget!), belanja bahan materi, alat eksperimen, alat peraga dan lain-lainnya sendiri. Jatohnya murah sih, biaya sekolah irit banget, paling boros di kertas dan tinta printer. Tapi rambut lumayan keriting karena musti ngurus semua printilan sendiri. Belum nanti pas harus daftar ujian kesetaraan, lumayan ribet. Nah buat yang gak mau pusing secara kita ngurusin segala logistik RT aja udah ribet yah, ada solusi ramah ibu dan ramah murid nih, yakni metode school at home tadi, yang di Indonesia sekolah macam ini sudah dipelopori oleh beberapa tokoh, seperti KOMUNITAS BERKEMAS-nya bu Yayah Komariyah, e-hughes schooling nya Dewi Hughes, dan HSKS nya Kak Seto Mulyadi. Sekolah rumahnya Bu Yayah paling murah biayanya, menyusul HSKS di peringkat kedua, dan e-hughes schooling menempati rate paling muahalll. Kesemua sekolah metode school at home di atas masih mengikuti kurikulum mendasar yang dibuat DIKNAS. Ujian juga ikut ujian kesetaraannya DIKNAS. Kita sebagai orangtua tinggal ngikutin aja alurnya. Bayar sedikit mahal, tapi tinggal terima jadi program-programnya.

Saya pribadi sudah familiar dengan HS karena dulu udah sering nganterin ponakan sekolah di e-hughes schooling waktu jaman masih di La Piazza. Pernah ngobrol panjang lebar sama KepSek nya, guru-gurunya, dan kayaknya aku suka. Anak-anak HS berinstitusi ini gak perlu takut dicap kuper dan gak gaul, karena mereka masih bisa sosialisasi banget. Anak diajar oleh tutor, masuk 3 kali seminggu, dan di rumah dilanjutkan dengan pengulangan materi oleh orangtua masing-masing. Jadi tetap ada guru dan ada murid. Belajarnya tuh kayak les privat, pakenya laptop, satu anak pegang satu laptop hihi gaya banget yah. Tapi itu versi paling WAH nya lho ya. Setelah kemarin aku cek rate-nya HSKS, ternyata gak segitunya mencekik leher kok, masih bisa kejangkau kalau emang kita niat nabung dari sekarang, ini ya aku sebutin:

Sekolah Dasar: Uang pangkal 9.000.000; SPP 600.000/bln; uang kegiatan 2.800.000/semester

SMP: Uang pangkal 10.000.000; SPP 700.000/bln; uang kegiatan 3.300.000/semester

SMA: Uang pangkal 11.000.000; SPP 800.000/bln; uang kegiatan 3.300.000/semester

Anak Berkebutuhan Khusus: Uang pangkal 8.000.000; SPP 800.000/bln; uang kegiatan 2.800.000/semester

Rate di atas adalah rate untuk HSKS yang sudah bergedung permanen ya, dalam arti si anak sudah bisa dateng untuk sesi tatap muka dengan gurunya. Tipe ini dinamakan Kelas Komunitas. Baru bisa terealisasi di Duri kalau total murid yang mendaftar sudah mencapai 20 orang. Selama tempat permanen tsb belum terealisasi, kita yang di Duri atau Dumai atau kota non-Pekanbaru lainnya bisa ambil yang tipe DL (Distance Learning). DL ini uang pangkalnya 5.000.000, uang kegiatan sama seperti rincian di atas, dan per bulannya nggak kena SPP, lha wong yang ngajarin ortu sendiri….tutor hanya datang seminggu sekali. Sampai saat ini baru 1 orang Duri dari luar camp yang menyekolahkan anaknya secara DL. Orangtua akan dibekali modul pelajaran, yang sudah melalui fit & proper test dari para pengelola HSKS. Jadi insya Alloh gak ada tuh yaa kelepasan ada kisah Bang Maman Kali pasir. Kita bisa menyusul kalau punya niat yang kuat dan komitmen untuk kasih anak pendidikan berbasis kasih sayang di rumah. Tapi kalo bisa sih saya tetep yah…pingin HSKS bener-bener bisa berdiri di Duri dalam bentuk bangunan berbatu dan semen. Mumpung Baim baru masuk SDnya masih 3 tahun lagi. Aaamiin.

Yang sharing di acara prelaunching kemarin adalah para tutor HSKS Pekanbaru, ada Psikolog anak, dan Kepseknya. Mereka sharingnya seru banget, karena berdasarkan pengalaman nyata selama 2 tahun ini mulai berdiri. Ada banyak anak spesial/ABK yang ditangani HSKS, dan subhanalloh perkembangannya pada bagus-bagus banget. Mereke cerita bagaimana suka dukanya mengajar anak asperger, autistik, school phobia, indigo dsb. Setiap anak unik dan membawa pembelajaran tersendiri buat tutornya. Mereka pingin kota-kota yang lain turut juga mersakan nikmatnya nyekolahin anak dengan cara yang fleksibel dan menyenangkan, entah itu ABK maupun anak biasa. Umpan balik dari para murid dan orangtua bagus banget. Meski di luaran sana ada beredar opini bahwa HSKS ini masih berat di komersilnya daripada di filosofi HSnya; buat saya sekolah ini tetap lebih mendingan daripada sekolah konvensional. Gak ada salahnya dicoba.

Untuk sementara menunggu Baim usia SD, KepSeknya bilang, cari aja PAUD yang ramah anak, yang isinya cuma main-main sama teman. Kalo judulnya PAUD tapi dalemnya udah ada kegiatan beelajar baca dan tulis, itu pasti  ada yang salah, karena HSKS tidak pernah mempersyaratkan masuk SD harus bisa baca tulis. Alhamdulillah Baim juga udah betah di PAUD nya mba @ifafadlan🙂

Jadi, buat yang mau tahu lebih detil cerita-ceritanya, atau mau brosurnya, boleh ambil di saya ya, saya bawa buanyak nih untuk dibagi-bagi. Tentu para gurunya bisa menjelaskan lebih lengkap dan lebih tepat kisah-kisah mereka. Senengnya di sini udah ada akses ke pendidikan yang ramah anak. Pokoknya semakin konsumen itu pintar dan peduli, mau gak mau penyedia jasa juga pasti ikut-ikutan untuk memperbaiki diri.

7 thoughts on “REVIEW HOMESCHOOLING KAK SETO DURI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s