Apa yang Ingin Kuajarkan Kepada Anak-anakku

Aku bukanlah ibu yang sempurna. Seperti tanah lempung, aku selalu bertransformasi sepanjang hidup, elastis, berubah bentuk menjadi yang Insya Allah lebih baik. Karena aku bukanlah ibu yang sempurna, gak mungkin juga aku akan menuntut anak-anakku tuk jadi sempurna. So, sebenarnya apa sih sayang….yang bunbun inginkan dari kalian? Tulisan ini bunbun buat supaya suatu saat kalian bisa baca sendiri. Banyak orang bilang, sekali kita memposting di internet, maka dia akan ada di sana selamanya. Semoga itu bener ya…dan semoga wordpress tidak akan hangus macam friendster hingga at least 20 tahun ke depan, saat kalian sudah dewasa….aamiin.

Baim, Yusuf….bunbun punya feeling kuat kalau Allah sengaja kasih bunbun dua anak laki-laki biar supaya aku bisa mengajarkan kalian untuk memperlakukan wanita dengan hormat dan penuh kasih sayang. So treat the woman in your life properly, with respect.

Baim, Yusuf….maaf bunbun bukan seorang pakar agama yang baik. Surat pendek yang bunbun hafal bisa dihitung dengan jari. Aku dibesarkan dengan cara moderat-kejawen, meski itu juga bukan salah eyang-eyangmu yah. Kadang bunbun minder dengan keluarga ayahmu yang kental sekali Islamnya. Seakan bunbun seperti tidak punya kapasitas untuk mencetak hafidz-hafidz masa depan. Ah tapi sudahlah…kalianpun tak ingin kupaksa supaya ini dan itu. Carilah pencerahanmu sendiri…. Bunbun cuma mau bilang, ada satu buku yang dimana isinya banyak mengajak pada kebaikan. Pelajarilah buku itu dengan cara dan metodemu sendiri, tidak perlu hafal bila memang kamu tidak menginginkannya. Buku itu berbahasa lain, bukan bahasa yang kita pakai, jadi memang banyak sekali godaan untuk rajin membacanya. Quotes indah ada didalamnya. Buku itu datang langsung dari langit, meski banyak haters yang mengklaim buku itu karangan manusia. Ah tak usah dipikirkan, terkadang isi lebih penting. Carilah surgamu, carilah jalan hidupmu, carilah pencerahan lewat buku itu. Buku itu adalah dokumentasi lengkap kalimat-kalimat Ilahiah yang diperantarai oleh seorang bijak bernama Muhammad. Bunbun cuma bisa bilang bahwa aku dekat dengan Tuhan, meski hingga kini masih selalu mencari dan belajar. Aku tahu Dia ada, menjaga segenap denyut nadi kita untuk tetap terpompa setiap saat. Bunbun cinta sama Dia, karena Allah yang sudah mempertemukan bunbun dengan ayah, menbuat kami jatuh cinta, dan membuat kalian ada. Sungguh, keberadaan kalian adalah wujud nyata dari eksistensiNya. Bayangin Im….Suf….betapa menakjubkannya pada saat tertentu bunbun merasakan tendangan dan polah kalian di dalam perut, eh dalam hitungan bulan tendangan dan polah-polah itu sudah pindah keluar perut, lasak yang sama, hanya tempat yang berbeda. Sungguh, TUHAN ITU ADA. Enjoy your own journey to find GOD.

Baim dan Yusuf…..bunbun ingin kalian tahu arti cinta sesama. Kamu tahu, kita hidup sama orang lain yang begitu beragamnya. Warna kulit, rambut, bentuk tubuh, proporsi wajah, hargai mereka semua, baik yang sempurna maupun yang tidak. Cintailah sesamamu dari golongan manusia.

Cintailah sesamamu dari golongan bukan manusia. Tumbuhan, hewan, tanah, air, dan semua isi alam semesta.

Hidup kadang mudah dan kadang melelahkan, bunbun akan selalu ada kapanpun untuk mendengarkan.

Dan please…..tanyalah apapun mengenai seks pada bunbun. Kita telah sering mandi bersama, kalian tak mungkin terlalu malu untuk menanyakannya…

Hormatilah perbedaan. Karena Dia sudah menciptakan kita berbangsa-bangsa dan bermacam-macam agama. Bunbun percaya, membenci mereka yang berbeda, sungguh cuman beda tipis dengan membenci kepada yang telah menciptakannya demikian.

Nikmatilah hidup yang sekarang. Orang bijak mengatakan hidup di dunia saat ini ibaratnya cuma mampir berteduh di bawah pohon dalam sebuah perjalanan jauh yang panjang. Never get too serious….yet never get too lazy. Be balance. Entah kenapa konsep Yin Yang sungguh sangat kusukai. Tuhan juga menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan kan, so BALANCE is always the key.

Ekspektasiku terhadap kalian adalah, nothing but you are now. What you will be….just BE. Apapun kalian sekarang saat membaca tulisan ini, kalian telah berhasil.

Meski selama hidup kalian bunbun pernah bentak, ngomel, lepas kontrol, bawel atau kita berantem. Percayalah, bunbun selalu cinta kalian. Bunbun selalu berdoa supaya malaikat selalu menjaga kalian kemanapun kalian pergi….mulai dari saat belajar jalan agar tak terantuk kayu, sampai kalian nanti bawa motor supaya tak lupa memakai helm. Malaikat selalu dapat dipercaya. Aku akan berdoa buat kalian sebegitu seringnya hingga seperti merapal mantra.

Meski kalian nanti bukan hafidz, bukan rocket scientist, bukan ustadz, bukan healer, bukan konglomerat, bunbun sudah bahagia…. Aku tahu, aku telah mencetak bibit-bibit generasi penuh cinta kasih.

@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.

2 thoughts on “Apa yang Ingin Kuajarkan Kepada Anak-anakku

  1. So sweet n’ touching mbak..
    Saatnya nnti mereka psti akan tahu bunbun-nya itu ibu yg hebat n’ mereka pst sgt bangga memilikimu..
    #mewek

    ~Puji bunda Farhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s