PARTIKEL REVIEW

Lucu. Banyak draft menunggantung di wordpressku, malah review novel yang lancar duluan selesainya. Ini juga adalah ulasan novel fiksi pertama di blog ini. Kenapa Partikel? Karena memang sesungguhnya saya telah membaca semua seri Supernova dari awal kemunculannya, dimana waktu itu saya masih anak kuliahan semester 2. Saya pecinta yang tak mengkultuskan. Tak mengelu-elukan secara gamblang, namun diam-diam meresapi tiap detilnya. Di Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh; saya menangkap aroma percintaan yang kuat. Di Akar, saya begitu takjub pada scene Bodhi kecil bisa masuk ke dalam diri sapi yang akan dipotong dan merasakan ketakutannya akan mati. Terus dia jadi detektor ranjau dalam bentuk manusia gitu yah. Di Petir, entah kenapa kok yang menancap kuat di kepala malah bahasan lengkap tentang MLM dan kaki-kaki yang seimbang hihihi apa waktu itu aku lagi keranjingan MLM juga? Sang penulis memang sudah menunjukkan kemenonjolannya dan keberaniannya sejak awal. Di KPBJ dia sudah menghadirkan sosok sepasang kekasih sesama jenis. Di Akar, ilmu meretas ke dalam tubuh makhluk hidup lain juga merupakan sesuatu yang menggemparkan. Tapi itulah daya pikat Supernova, dia hanya untuk orang-orang yang berpikiran terbuka.

Bagaimana dengan Partikel? Ah…i can’t stop. Sebelumnya saya bisa jadi terlalu sibuk untuk mengupdate blog yang terbengkalai sejak kepulangan saya dari Bali. Saya bisa saja gak punya waktu sebanyak dulu di twitter. Saya terlalu sibuk untuk hal lain karena mengurus dua anak sudah cukup menyita waktuku. Tapi, ternyata aku tak pernah terlalu sibuk untuk Partikel hehe. Aku baca Partikel sambil masak bubur tim Yusuf, sambil nungguin Baim main, sambil ngaduk bubur kacang ijo. Kalau ada edisi Pertikel waterproof, mungkin akupun akan membacanya sambil mandi.

Saya tahu review tidak dibuat untuk menceritakan keseluruhan isi sampai ending. Tahu dirilah…masih banyak jutaan orang di luar sana yang belum sempat beli dan baca. Review dibuat untuk refleksi dan apresiasi. Yang saya suka dari Partikel adalah dia menampilkan plus minus dari homeschooling/unschooling dengan baik. Bagaimana Zarah sejak kecil dididik secara mandiri, lalu baru kecemplung di dunia sekolah saat bangku SMP, Zarahpun sempat kagok. Meski pintar secara intelektual melebihi teman sebayanya, secara sosial Zarah mati kutu. Mungkin pesan dari penulis adalah, lakukan segala sesuatu dengan seimbang. Cinta, masakan, pendidikan, spiritual, keuangan, semua akan kacau balau kalau ada satu ingredient yang kebanyakan ngasih. Terlalu banyak garam di masakan. Terlalu banyak cemburu di cinta. Atau terlalu percaya di cinta. Terlalu ngotot di spiritual. Atau terlalu santai di spiritual. Terlalu menuhankan uang. Atau terlalu benci uang. Terlalu benci pada sistem sekolah. Atau terlalu menyerah pada sistem sekolah. Apapun itu, semua akan berakhir pada chaos. Tak ada yang berakhir baik bila semua serba terlalu. Poin pertama yang kena ke saya.

Pesan lain dari Partikel, kita semua akan selalu melakukan perjalanan untuk menyembuh dan berdamai. Tanpa sadar bahwa titik pencarian kita akan berhenti dan kembali di titik berangkat kita semula hehe. Bahwa sedari awal kita sudah punya jawabannya, tapi toh bukan jawaban itu yang penting, tapi proses mencarinya yang seru. Pencerahan kadang bukan di luar, tapi di dalam. Kebahagiaan kadang bukan di luar, tapi di dalam. Satu kata yang sangat mewakili : SADAR.

Pesan ketiga, keluarga akan selalu menjadi tempat kita pulang. Mereka selalu ada. So cintailah keluargamu, orangtuamu meskipun kadang cinta itu berbentuk argumen tiada henti dan gontok-gontokan.

Terakhir, Partikel menyuguhkan sebuah scene perjalanan astral paling fenomenal dekade ini, sedhaaaap.

Sekian dulu review saya, tak sabar ingin menanti seri selanjutnya. The best science fiction in Indonesia…

Wassalam.

NB: Posting inipun saya buat sambil bolak-balik ke dapur bikin bubur tim Yusuf🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s