When There’s No Blackberry-Twitter in My Life

nonton berdua

Semua bermula dari insiden Baim jatuhin iPod ke dalam wc (⌣_⌣”) Waktu itu kami sedang di wisma Sungkai, ceritanya ayah lagi cuti dan pingin tahun baruan ke kota. Pasti capek banget dong yah, bawa Baim dan Yusuf 4 hari 3 malem. Nah di malam terakhir sebelum pulang, Baim yang selalu pecicilan kapanpun dan di manapun itu pingin pup dan ngajak mbaknya ke kamar mandi, nongkrong di wc sambil main iPod, dan ‘plung’ jatohlah si iPod ke dalam air yang sudah ada ‘produk sisa’ nya Baim. Haduuuh, si mbak langsung sigap ngambil dan ngeringin, lalu menyerahkan iPod ke saya dengan muka rada pucet. Seharian itu Baim udah lumayan menguras sabar tuch, udah berisikin adeknya, heboh-heboh sendiri sampe kejedot sendiri trus akhirnya nangis sendiri, welehh ini pala emaknya udah mau meledak liat tingkahnya. Akhirnya daripada keluar tindakan hasil pikiran pendek yang akan menyakiti badan/hati/perasaan Baim, mending aku kasih hukuman riil seperti apa kata mbak Wita (guru parenting class ku di Duri). Punishment untuk anak tuh jangan berupa amukan/toyoran/ceplesan, tahan emosi, dan berikan hukuman secara nyata. Hukuman disini adalah penghilangan atau pengurangan dosis aktivitas kesenangannya dia, bisa itu main sepeda, nonton tv, baca komik, atau hobi lain. Cara itu akan jauh lebih efektif, tidak menimbulkan luka permanen. Untuk kasusnya Baim, karena dia sudah lumayan gak sehat main iPodnya, ya saya sita barang itu darinya. Saya bilang dengan keras TIDAK ADA IPOD LAGI. Dia sadar kalau saya lagi marah, terlihat takut dan memilih tidur cepat. Setelah dia tidur, masya Allah tenang banget itu suasana kamar, nyamannn hehehe. Lalu saya berpikir, apa saya juga udah ngaca sendiri, ini blackberry nempel terus di tangan udah kayak dilem. Hmm, harusnya saya juga off sebentar yah dari yang namanya twitter dan blackberry. Pertanyaannya: bisa nggak? Coba deh…harus sama kayak Baim, adil, sama-sama puasa gadget. Resmi dimulai seminggu yang lalu.

Ngapain aja selama gak pegang bb dan iPod? Banyak hal ternyata! Well….kita coba seriusin lagi baca WWP Walter, kita masak di dapur (baim lagi suka banget masak gara-gara game cooking mama), bikin cupcake lemon dan spekoek yang uendang banget, kita nyanyi dan menari, main-main sama Yusuf, coret-coret di whiteboard, kalo anak-anak pada tidur, saya baca buku-buku yang selama ini udah dibeli tapi dianggurin di rak. Asik lho…beneran. Uhuk….sekali-sekali masih lirik notification di bb , tadinya banyak! ‎​ввм , mention twitter, e-mail, sms, facebook, wih udah kaya juragan bisnis aje dah…padahal emak-emak doang. Tapi lama-lama towelan-towelan maya itu berkurang dengan sendirinya sampai akhirnya bb ku pun sepi seperti kuburan. Ternyata tanpaku, twitter/facebook/grup masih baik-baik saja, hidup normal dengan bumbu-bumbu twitwar setiap harinya, masih banyak orang-orang yang menyemarakkan. Ehem, ngaku dosa nih….masih respon beberapa ‎​ввм sih (udah pasti ‎​ввм nya @widanada padahal gak penting *kaboor*), dan mak @rossieovulandra karena mau bantuin temennya yang lagi h2c mau melahirkan anak pertama. Oh iya, dosa lain adalah nyamber komenin dan posting di grup Gentle Birth Untuk Semua, asli…gak bisa banget gue hidup tanpa grup ini, hidup gue banget! *alah ngelesss!

Ternyata, seminggu ini Baim lebih rela dan lebih mudah lupa sendiri sama iPodnya ketimbang saya😦 sayalah yang mengalami kesulitan, sayalah yang mengaku kalah…. Beneran yah ternyata anak seumur Baim tuh masih bisa dibentuk yang baik-baik. Emaknya yang bangkotan inilah yang perlu dipertanyakan kredibilitasnya. Huwaduhhh masih bisa berubah nggak ya saya jadi gak segitu addicted sama gadget. Hiks, kan Baim akan meniru saya lho….kayanya perlu dijadwal ya, nerima dan balasin e-mail tuh jam berapa aja, ngecek TL jam berapa, dan di waktu-waktu yang bukan jatah kita sama anak. Gak usah deh ngurusin yang pada twitwar, daripada anak di sebelahku yang jelas-jelas butuh aku malah aku tinggalin bengong liat bb . Ayo Nut, kamu bisa!!!

Finally….when there’s no blackberry and twitter in my life….I have a real life…..

lekker!
bikin adonan bakwan

@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.

6 thoughts on “When There’s No Blackberry-Twitter in My Life

  1. Iyeee.. Asik bgt emg gangguin nitnut..
    Smakin dibilang bbm off, smakin saya merajalela
    Hahahhaahahaaha uhukkk *kemasukan lalat*

  2. Gadged jika dikonsumsi berlebihan, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat😀 Jadi .. konsumsi seperlunya … hehehe …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s