Sebuah Pelajaran Berharga dari Sang Ibu

Impian saya bertemu ibu Robin Lim terjadi juga, senangnya bukan main. Semenjak lama saya tuh berusaha mencari celah untuk pergi ke Bali demi menemui beliau, namun selalu saja batal. Sosoknya yang begitu anggun sekaligus magis, rentetan cerita persalinan menakjubkan yang dia tangani, membuat siapapun pasti penasaran ingin bertatap muka dengannya. Kalau saya ketemu Ibu Robin, saya cuma ingin bilang terimakasih dan ingin memeluknya. Eh, ternyata sudah disiapin jalannya sama Allah… Oktober kemarin Ibu dan tim Bumi Sehat datang ke Jakarta untuk melakukan beberapa liputan di media cetak dan elektronik berkenaan dengan dinobatkannya beliau sebagai salah satu dari 10 kandidat CNN Heroes 2011. Hebatnya lagi, Jumat siang itu dengan spontan (namanya rejeki yang datang tiba-tiba dan dari arah yang tidak disangka-sangka) saya membaca di twitter bahwa beliau akan sharing Gentle Birth di acara OBSAT (Obrolan Langsat). Ya Allah….beneran harus dateng ini! Life Signs banget…langsung saya bilang mama kalau ingin menitipkan Yusuf malam itu. Semua serba buru-buru, pesan taksi, kasih tau ke semua member grup GBUS kalo ibu Robin mau talk show, mandiin sore anak-anak, mandi-dandan, sholat Maghrib, berangkat ke TKP. Hujan dan macet total akibat proyek gorong-gorong kutebas dengan semangat 45. Sedihnya adalah, aku jadi nggak sempat kepikiran bawain apa-apa buat Ibu Robin😦

Jam 6 sore berangkat dari rumah, setengah 8 sampai di Jl. Langsat tempat berlangsungnya acara. Masih sepi, modal nekat nggak kenal siapa-siapa. Mbak Dyah Pratitasari masih terjebak macet di jalan. Pas saya duduk di tempat yang kosong, eh Ibu Robinnya langsung terlihat. Deg….deg….deg, biasanya cuma lihat di youtube, gambar, dan liputan, sekarang dia di depan mata, woooowww, nervous hihi. Kuhampiri dia, kuperkenalkan diri saya, dan kupeluk dia. Simpel! Sama sekali tidak mengintimidasi, dia terasa seperti seorang ibu biasa, ramah sekali. Namun tetap saja saya speechless. Setelah tahu cerita saya melahirkan Yusuf, dia bilang ‘You did well, I love Yesie, she’s great’. Di situ saya juga kenalan dengan Lakota Moira anak keempatnya Ibu Robin, orang-orang dari @selamatkanibu, dan akhirnya ketemu langsung sama @Fun_Nich dan suaminya, seruuu.

Saat acara dimulai, dokter @sophie_hage sang moderator sekaligus founder @selamatkanibu memperkenalkan profil Ibu Robin dan Yayasan Bumi Sehat. Ibu Robin pun bercerita tentang bagaimana Bumi Sehat didirikan, bagaimana kisah-kisah persalinan yang ada di sana, dan halangan-halangan yang beliau alami selama bekerja sukarela di Bali. Kurang lebih beberapa kutipan ini yang saya ingat.

‘Banyak dokter bilang kami ini mengambil jatah nasi mereka, karena yang harus SC banyak yang bisa normal di tempat kami. Tapi kami jawab mending kami yang ambil jatah nasi mereka, daripada mereka ambil jatah nasi rakyat miskin’ *jleb, mantep bu jawabannyah*

‘Kupu-kupu malam yang terpaksa hamil, tidak punya suami, kemana lagi mereka harus melahirkan tanpa dipungut biaya? Siapa yang mau menangani mereka tanpa pandangan menghakimi? Ya cuma di Bumi Sehat’ Coba dipikir, betapa luasnya cinta kasih orang-orang Bumi Sehat, yang mau menolong persalinan seorang PSK, yang kita tidak tahu dia membawa penyakit apa, tapi kalau niatnya untuk menolong…ya pasti dilindungi Allah deh dari penularan penyakit apapun. Pastinya untuk kasus ini si pasien harus melewati screening tes dulu ya kayanya, untuk mencegah penularan penyakit-penyakit tertentu kepada bayinya.

Di antara semua ilmu-ilmu yang beliau bagi selama 2 jam itu, yang paling berkesan buat saya adalah cerita tentang Eliana. Eliana adalah anak ke-8 ibu Robin yang kini berusia 4 tahun. Eliana diadopsi dari keluarga kurang mampu, pada waktu itu sang Ibu biologis merasa tak mampu membesarkan Eliana karena suda repot dengan kedelapan anaknya yang lain. Pasca bersalin, Eliana selalu saja dibawa kembali ke Bumi Sehat karena rewel, kesehatannya bermasalah, atau ibunya post partum depression. Sejak hamil, sepertinya Eliana sudah merasa agak tidak diinginkan. Ibu Robin pun iba dan memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak. Semua orang di sekelilingnya heran, tidak habis pikir, kok mau ya merawat anak orang Kampung yang tidak jelas riwayatnya. Ada juga yang bilang, anak yang sejak dalam kandungan kurang nutrisi itu bisa jadi nantinya jadi bodoh. Ibu Robin tidak gentar, dia percaya tidak ada yang tidak mungkin. Dengan limpahan cinta, semua anak akan tumbuh sempurna. Di tahun pertama, beliau sungguh berjuang dengan kondisi Eliana yang penuh trauma, rewel terus menerus, menangis tiap malam, dan harus minum sufor karena tidak ada donor ASI yang stand by di Bumi Sehat (semua pasien bersalin langsung pulang ke daerah masing-masing). Di usia 50 tahun, ibu Robin kembali menjadi new mom, memberikan cinta tulus kepada anak yang bukan darah dagingnya. Sungguh mulia…

Setelah lewat masa-masa berat itu, bergelut dengan bayi yang ‘challenging and demanding’, akhirnya Eliana benar-benar tumbuh menjadi anak yang cemerlang luar biasa. ‘She’s very intelligent, you can see it from her eyes’ ujarnya bangga. Di talk show itu beliau memang concern sekali dengan karancuan makna gentle birth, gentle birth bukan harus normal/vaginal birth. Buat yang terlanjur SC (atau harus SC), anak anda pun akan sama bahagianya dengan yang lain jikalau dia mandapatkan cukup kasih sayang. All trauma can be healed, itu pelajaran yang diberikan seorang Eliana. Bahagia banget deh saya malam itu, bisa mendapatkan energi dan ilmu dari seorang Ibu Robin. Beliau sudah kasih blessing kalau suatu saat nanti saya beneran jadi doula. Tambah banyak deh yang ngomporin untuk beneran ‘terjun’ di dunia per-doula-an hehehe. Suatu saat nanti deh.

Next, apa ya Nut… Ketemu Bidan Mira di Bali…dan Ibu Elena Tonetti ah, mauuuuu.

Sharing Gentle Birth

@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s