Percakapan Seorang Bayi dengan Plasentanya

Oleh Joel Garnier

Tulisan indah ini saya temukan dalam buku karangan Ibu Robin Lim ‘Placenta: The Forgotton Chakra’. Merasa terharu, saya ingin men-translate karya Joel Garnier ini dan membaginya kepada anda semua. Berikut adalah percakapan antara seorang bayi dan plasentanya menjelang kelahiran mereka berdua, dan entah kenapa ini mirip sekali dengan yang alami sendiri kemarin.

“Halo bayi, aku adalah plasenta, ok?”

“Ok”

“Ooops, ketuban ibu baru saja pecah, jangan panik ya”

“Ok”

“Segera kita akan keluar dari sini ok? Dan kamu harus belajar bernafas sendiri di udara”

“Ok”

“Berusahalah selicin dan setenang yang kamu bisa, aku segera menyusul di belakangmu”

“Baik aku siap!”

“Itu baru yang namanya semangat!”

“Trims”

“Kerja yang bagus! Kamu telah mengeluarkan kepalamu. Sebuah perjalanan yang menarik, sekarang rilekskan salah satu bahumu dan kamu akan meluncur keluar”

“Ok, aku sudah keluar. Ada beberapa orang di luar sini. Sekarang gimana?”

“Kamu harus menghembuskan nafas dari hidung, bersihkan tenggorokanmu, dan mulailah bernafas. Aku segera keluar”

“Seseorang telah menaruhku di buaian lengan ibuku, aku sudah bernafas, kupikir sudah aman untuk kamu keluar. Dan hei…yang kamu bilang tentang payudara, itu bener banget, luar biasa!”

“Ok, aku sudah keluar juga. Orang-orang ini adalah orang baik, aku di sini, dalam baskom penuh bunga-bunga, masih terhubung denganmu lewat tali pusat kita. Silahkan nikmati momen-momen pertama bersama ibumu. Aku akan tetap di sini saat kau bangun”

“Siip”

Keesokan harinya….

“Hey! Sudah pagi! Ayo bangun tukang tidur!”

“Iya…aku bangun deh, dikit-dikit”

“Bagus, bagaimana udaranya?”

“Bagus, sangat segar, aromanya enak”

“Sempurna, kondisi yang baik”

“Sekarang gimana?”

“ah, ini adalah bagian dimana kita hanya tinggal menunggu dan melihat keputusan apa yang akan mereka ambil, taulah…orangtuamu. Jangan kaget, mungkin akan ada babbling bahasa bayi, gurauan, tawa maupun kata-kata mereka yang kita tidak mengerti. Kamu juga akan melihat benda-benda di sekitarmu. Tunggu, lupa nanya…kamu sudah pernah membuka matamu kan?”

“Yeah, kan udah aku bilang tentang melihat payudara…”

“Oiya, bener, bener, maaf. Lalu, kamu sudah menyusu?”

“Yup. Dan aku bisa bilang, saudaraku, inilah yang terbaik!”

“Ok, aku sedikit iri sih…tapi aku sudah mendapatkan segala yang kubutuhkan selama ini”

Malamnya….

“Eh, soal segala babbling, gurauan dan tawa yang kudengar ini. Mereka ngomong apa sih?”

“Entahlah, artinya selalu beda”

“Kamu tahu? Tali pusatnya sudah mulai kering nih. Kamu jangan mewek sedih ya”

“Yeah, aku juga sudah perhatiin. At least kita masih bisa sama-sama meski cuma sebentar lagi. Ya udah bayi…kamu tidur lagi ya. Saat kamu bangun mungkin aku sudah tidak di sini lagi. Tapi percaya deh, kamu dan ibumu akan baik-baik saja, dan aku juga kok. Kalau kamu dengar dan perhatikan dengan cermat, kamu akan tahu bahwa aku sebenarnya tidak benar-benar meninggalkanmu. Ok?”

“Ok, selamat malam plasenta, I love you”

“I love you too. Mimpi yang indah ya”

THE END

(Dan sekarang saya yang mewek…..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s