Berburu Ransel…

“Bun…kamu kayaknya nanti pulang naik co-plane sendiri ya sama Baim”

Jedherr…petir menyambar di telinga, huiks, pulang sendiri ama Baim, hamil 5 bulan di perut. Hamil, Baim, pulang sendiri ke Duri.  WAAAAKKKKS MANA MUNGKIIIIN. Baim suka minta gendong, si #2ndbaby kuat sih…dia anak yang baik, AKU yang gak kuat hihihi. Bawaannya Baim kan segambreng kalo perjalanan : mainan, buku, cemilan, minum, popok, tisu basah, hiiih mumet. Bayangin naik-turun pesawat plus gendong baim plus nyengklong tas popok yang ukurannya gedhaaa. Ilham itu pun datang.

Oke…kayanya aku butuh diaper bag bentuk backpack. Sangat butuh. Oke kalo saya beli tas baru, saya mau tas backpack itu haruslah :

  • eye catching, terkesan diaper bag, bukan ransel anak sekolahan, bukan ransel laptop. So motif agak seronok is a must🙂 warna polos must go. Saya punya prinsip if you buy a bag, you’ll married to it. It’ll be attached to you until it dies, or…until you donate it to someone.
  • diameter strap nya harus lebar, biar kedua sisi punggung dan bahuku nyaman
  • nggak perlu ribet banyak kantong dan kompartemen, saya kok suka malah bingung nyari2 barang kalo semuanya masuk “kamar”nya masing-masing
  • ringan tapi kuat. Saya puas dengan diaper bag saya sebelumnya (bentuk tote bag), tapiii dia kok sudah berat bahkan sebelum diisi ya, karena itu tadi, kebanyakan saku dan kompartemen
  • terakhir….murah/in my budget. Traveling jauh sambil bawa Baim kan nggak segitu seringnya, buat apa beli yang mahal-mahal.

Kok acara beli ransel aja pake diceritain sih buun….pamer aja nih, hihi biarin ah bawaan orok suka posting hal-hal gak penting, my blog…my rules (ngeles).

Karena butuhnya mendadak dan urgen, langsung googling dan niat beli OL. Pertama googling dengan keyword inggris “backpack diaper bag”, yang keluar….aduuuh lucu-lucunya minta ampun, model dan motifnya, warna-warna atraktifnya, haaah mereka memanggil-manggil untuk dibeli. Ya tapi ora ono sing dodol neng Indo….saya cuma butuh survey dan pendalaman wawasan dari LN. Kaya apa sih model diaper bag backpack yang lagi in?

Yak itulah mereka, memang beda ya model-model di luar. Fiuhhh…menelan ludah.

Lalu giliran searching keyword Indo “JUAL diaper bag ransel”…..yang keluar sungguh sedikit dan kurang variatif…tak ada yang 100% stealing my heart

Brand diaper bag asli Indonesia memang hanya segeintir, dua brand yang merajai pasaran adalah Miabebo dan Cocopop craft seperti gambar di sebelah ini. Cocopop memang memuaskan, saya punya tote bagnya, tapi kalau mau beli lagi ranselnya kok kesannya kurang adventurous ya (halah…). Pinginnya yang keluar dari zona nyaman. Hmmm, kenapa sih nggak beli ransel biasa saja. Toh fungsinya sama, bisa dimasukin banyak barang, nyaman saat dipakai, dan tidak terlalu banyak kompartemen. Akhirnya searching berlanjut ke “jual tas ransel wanita”.

Setelah mata siwer melihat aneka images hasil search yang keluar, sempet sudah sreg banget dengan satu tas…dia barang impor reject (mengaku aib), brandnya Gwen Stefani and only IDR 175.000. Available in 4 color, saya nafsu banget lihat pink-nya (waktu itu masih yakin #2ndbaby cewek).  Sudah bulat banget beli yang ini, eh…barangnya out of stock. Belum rejeki, akhirnya berangkat ke Jakarta masih belum ada bayangan mau beli backpack dimana.

Tapi namanya jodo pasti dateng, di Jakarta ketemu juga sama my destiny, si ransel yang pas di hati. Dapetnya secara gak sengaja pas ke Pasaraya Manggarai sama Baim dan mama. So here is the end of my journey…ransel biasa sederhana. Brand Reebok, motif seronok lucu namun nggak girlie2 amat (dan benar saja #2ndbaby cowok!). Sebelum beli bisa dicoba sendiri dan dipakai jalan, dirasa-rasain, the benefit of directly buying at stores. Strapnya lebar, enak, cucok deh. Lumayan punya korelasi kan sama gambar-gambar diaper bag ala luar negeri di atas? Dan ternyata…aku tidak jadi pulang sendiri! hehe…kami bertiga Alhamdulillah dapat seat di satu co plane yang sama. Yippiee…tapi ya tetep dipraktekinlah niat awal sebelumnya, sebisa mungkin berlatih pakai ransel, tangan jadi bebas buat ngurus Baim. Siapa tahu suatu saat beneran traveling sendiri bawa Baim dan #2ndbaby. Lho…tapi kok tetep berasa mumet yah bayanginnya? *evil grin*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s