Healing and Cleansing All the Dirts Inside Me

Maha Besar Allah SWT yang telah menitipkan janin kedua di rahimku kurang lebih 16 minggu yang lalu. Kehamilan ini kujaga dan kupupuk baik-baik dan rapat-rapat, tak diumbar sembarangan kepada semua orang terlalu dini. Jujur butuh waktu untuk mencerna kehamilan ini yang datang saat Baim masih menyusu, dependent, dan belum mandiri. Bingung itu pasti, gak siap juga sempat, takut….iya banget, kuat gak ya…kuat gak ya… Namun jawaban itu datang beserta sebuah senyuman, titipan ini tiba-tiba sampai tanpa diminta, saat saya benar-benar berhasrat menggeluti ilmu persalinan nyaman buat teman-teman dan sahabat. Gentle birth is one of my life calls. Dan seakan saya yakin sangat bahwa Tuhan dengan kasih sayangNya berkata melaui kehamilan ini : “Nut….nih Aku kasih amanah untuk mencapai tujuanmu, capailah, rasakan sendiri persalinan yang paling nyaman itu, kejar dan raihlah dengan RidhaKu. Semoga menjadi dakwah dan pelajaran bagi orang-orang di sekitarmu tentang kebesaranKu”. Jadi mungkin Allah memberikan sendiri kepada saya kesempatan untuk merasakan bagaimana gentle birth itu sesungguhnya, dan tanpa harus menunggu lebih lama lagi. Jadilah berita sukacita ini hadir ke semua kalangan keluarga, kerabat, dan teman dekat saat usia menginjak 3 bulan. Sudah dipastikan bahwa dia sehat dan kuat dari layar sonogram, kepala bulat gundul munggungin para pemirsanya. OK confirmed, the fetus is fine and healthy. I proudly announce my pregnancy and passionately doing my homeworks…so much homeworks.

So saya agendakan segala bekal pelatihan yang wajib diikuti sebagai prasyarat dilaksanakannya gentle birth. Libur seminggu di Jakarta adalah menjadi seminar marathon : untuk dentistry demi mengumpulkan SKP, dan untuk gentle birth. Khusus untuk posting kali ini saya khususkan pada satu pelatihan trauma healing, yakni Self Healing Modul 2

 

picture taken from True Nature Healing website

Self Healing modul 2 berisikan materi pembersihan trauma yang sangat penting bagi ibu hamil, ibu akan bersalin, maupun pasangan yang sedang menunggu kehamilan. Disini kurang lebih hanya akan saya bahas secara teoritis why trauma healing. HOW nya tetap harus berlatih langsung dengan pengajarnya, mengingat metode yang dipakai sangat kuat dan akan berefek buruk bila disampaikan oleh sembarang orang.

SO WHY CHOOSE GENTLE BIRTH?

Mengertilah bahwa ini bukan untuk gaya-gayaan karena selebtiti telah melakukannya  (Keren euy…gentle birth nih yee). Juga bukan demi menghilangkan rasa sakit semata, egois itu berarti…buat kepentingan saya saja dong? Believe me, saya pernah merasakan nyeri induksi dan jahitan episiotomi, dan saya sanggup kok kalau harus menjalaninya lagi, skalanya buat saya baru 7  (dari 1 – 10). Saya ingin bisa gentle birth hanya sebagai hadiah pertama buat bayi saya. Proses kelahiran yang nyaman minim atau bahkan tanpa trauma, bukankah akan menjadi hadiah terindah baginya? suatu cara untuk mengawali kehidupan yang sempurna… Kalau saya selama hamil ini belum bisa total bersih gaya hidupnya (masih kadang-kadang nakal minum kopi, makan mie instan, jajan-jajan, pake krim muka berpemutih dsb), mungkin saya bisa memperbaiki ini dengan memberikan proses kelahiran yang benar-benar nyaman, saya harap bisa sepadan untuknya, hadiah pertamaku untuknya….kelahiran tanpa trauma (amin Ya Allah…)

SO WHY TRAUMA HEALING?

Persalinan adalah saat dimana gerbang atau portal antara kehidupan dan kematian terbuka untuk beberapa saat. Sinergis dengan Islam yang menyatakan bahwa proses melahirkan adalah sebuah jihad fisabilillah. Saat portal kehidupan dan kematian membuka, segala episode masa lalu yang sebagian besar adalah bagian dari alam bawah sadar (derita masa lalu, pengalaman menyakitkan, abusement, kejadian pahit, kehilangan) semua menyembul keluar. Manifestasi dari amukan/ badai trauma yang menyembul keluar itu antara lain rasa sakit, kecemasan, ketakutan, dan yang paling buruk adalah komplikasi sehingga kelahiran harus mau tidak mau menerima banyak intervensi medis. Menyakitkan bagi sang ibu? mungkin iya beberapa saat. Nyeri induksi, luka episiotomi, ataupun insisi SC akan sembuh dalam beberapa waktu. Si ibu tak akan merasakan apa-apa lagi. Tapi bagaimana dengan memori kelahiran yang dibawa oleh sang bayi? Apa rasa tekanan induksi, penarikan cunam, maupun obat kimia yang sangat kuat itu bagi dia? Kita tak pernah tau, karena kitapun tak pernah ingat lagi bagaimana dulu kita meluncur keluar sebagai bayi, tapi alam bawah sadar kita ingat lho… So why trauma healing? Because it cleans all the dirts inside me. It heals all the pains i do not even realize. Di sini trauma healing yang dilakukan yaitu menggunakan metode TAT (TAPAS ACCUPRESSURE TECHNIQUE)

BAGAIMANA SUASANA PELATIHANNYA?

Well, yang saya ekspektasikan adalah saya akan bertemu muka-muka peserta yang depresi, kusut, kusam, hilang arah hihihi namun saya salah besar. Sebagian peserta di kiri kanan depan belakang saya cakep-cakep, muda-muda, mbak-mbak kantoran dan terlihat tidak punya masalah apa-apa. Satu-satunya peserta ibu hamil yang bertujuan gentle birth hanya saya. Berarti bagus, pikir saya…orang-orang sekarang sudah berpikiran terbuka, gak usah nunggu ada masalah besar dulu baru ikut beginian. Rata-rata mereka bisa dibilang datang untuk pencegahan dan penyembuhan ringan. Pelatihan ini sama sekali tidak ada sesat-sesatnya ataupun ritual anehnya. Pelatih malah dengan gamblang menyiratkan KeIslamannya dengan membaca Basmalah sebelum menghafal nama semua peserta, melafalkan Insya Allah saat mengumumkan peatihan di Bali yang akan datang, dan mempersilahkan berdoa masing-masing sebelum kelas dibuka. Mukanya tampak bersih dan bersinar saat dia memukul ‘mangkuk bernyanyi’  lalu hening sesaat memejamkan mata pada awal dan akhir sesi. Dan cuma ada patung kecil tubuh manusia dengan ratusan titik-titik akupressure yang ampun deh njelimetnya dari kepala sampai kaki, patung kecil itu dioper bergilir ke setiap peserta untuk dilihat dan dipelajari sebentar. it’s all natural yet scientific method. Jadi salah banget itu ya kalo ada yang mengidentikkan self healing dengan ajaran Hindu. Mbak mbak berkerudungnya aja ada tiga termasuk saya🙂

KENAPA TIDAK SEMBUHKAN TRAUMA PAKAI CARA SPIRITUAL SAJA?

Allah Maha Menyembuhkan, selayaknya setiap muslim yang kaffah hanya meminta pertolongan kepadaNya semata. Itu mutlak dan pasti. Beribadah sholat malam, mengaji, mendalami ayat-ayat Allah sudah sangat pasti berefek menyembuhkan bagi trauma maupun penyakit hati apapun. Benar, namun bagaimana dengan waktunya? Apakah segala trauma yang mendalam termasuk yang paling berat tidak lebih baik kalau disempurnakan penyembuhannya dengan TAT? Bukankah pertolongan Allah bisa datang melalui berbagai bentuk dan cara? Berdoa dan beribadah may really work for some people. Buat yang lebih parah dan lebih membutuhkan waktu lama untuk sembuh, kenapa tidak coba TAT. Bagi saya pribadi, self healing aalah salah satu bentuk pertolongan Allah buat saya.

Setelah mengikuti pelatihan ini, saya lebih aware akan diri saya sendiri, masalah di kehidupan saya, emosi-emosi saya dan bagaimana membersihkan semua pengaruh buruknya dari batin saya. Bersyukur deh akhirnya bisa kesampaian juga ikut self healing, cita-cita sejak lama. Meskipun masih ada banyak PR yakni ikut Self Healing modul 1, Hidup Sadar, dan GEMING BENING HENING (yang terakhir ini kayanya kalau anak-anak udah gede yah). Pelan-pelan kalau ada rejeki dan kesempatan insya Allah dilakoni satu-satu. Meski mas Reza bilang, untuk gentle birth paling krusial adalah modul 2 saja. Tetep rasanya pingin belajar sesuatu bekal yang bermanfaat.

Semoga postingan ini menjadi sebuah doa, bukan ajang kesombongan, Apa yang mau disombongin sih saya makhluk lemah begini? Saya hanya ingin berdoa, semoga dipertemukan dengan orang-orang yang selaras dengan tujuan saya, dilancarkan jalannya oleh Allah SWT menuju realisasi gentle birth, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Untuk bagaimana dan dimana metode persalinan yang nanti akan saya jalani, masih terlalu dini untuk menyebarkannya karena saya tidak mau takabur duluan. Saya cuma bisa ikhtiar lalu pasrah.

Wallahualam bi shawab

One thought on “Healing and Cleansing All the Dirts Inside Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s