THE MIRACLE OF BREASTFEEDING

Sudah 17 bulan 3 minggu saya menyusui.

Tak menyangka proses ini akan menjadi gerbang menuju kedewasaan baru.

Menyusui…sebuah kata singkat, mudah dijelaskan secara teknis, namun sulit untuk dijabarkan secara aspek psikologis. Jalani sendiri dulu, barulah anda akan menangkap esensi yang saya maksud.

Secara teknis, untuk sukses menyusui latihlah perlekatan yang baik, maka ASI pun akan mengalir lancar, puting bebas lecet, dan sistem stomatognatik bayi akan berkembang sempurna. Di awal mungkin akan terasa challenging, tapi sesudahnya anda akan bisa menyusui seperti layaknya seorang ahli : di mobil, di kursi, di mall, di arisan, berbaring, duduk, saling menyamping, atau berdiri sambil menggendong. Rahang dan gigi geligi anak akan tumbuh dengan mantap untuk mengunyah makanan dengan baik dan menghasilkan kecukupan nutrisi yang baik pula. Profil wajah si anakpun nantinya akan lebih ‘cakep’. Itu teknisnya.

Secara psikologis…ah…entah bagaimana mengungkapkannya. Tidak ada suatu kegiatan timbal balik yang sesempurna ini. Sudah lama saya ingin menuliskan detailnya, namun tetap saja susaah dijelaskan dengan kata-kata. Sebelumnya saya pernah menggunakan kata ‘banjir hormonal’, tapi itu saja belum cukup. Saya tidak tahu apa yang terjadi saat saya menyusui Baim, apa namanya hubungan batin ini, saat kita saling bertatapan lekat…matanya tak mau lepas dari saya (meski kadang mata saya sibuk mengarah ke layar BB). Tangannya ikut mengelus-elus kulit saya dengan lembut, kadang bibir, mata, pipi, rambut, or the breast itself (maaf). Jadi bukan saya yang memberi cinta, sayalah si penerima. Di awal kehidupannya tanpa perlu diajari, bayi sudah mampu mengekspresikan cinta pertamanya, ke orang pertama di hidupnya. Bagaimana mungkin saya tidak mendapatkan tempat khusus dan sangat spesial di hatinya?

Bukan berarti saya menganggap bottle feeding moms tidak memiliki hubungan batin yang kuat lho ya dengan anaknya…mereka pasti juga memilikinya. Hanya saja pengalaman saya ini unik dan indah, dan mungkin ratusan ibu menyusui di luar sana akan mengerti sambil manggut-manggut.

Karena menyusui, otomatis kedua payudara saya menjadi ladang produksi ASI, ada banyak air di dalam sana yang secara konstan dipasok ulang. Dan jangan main-main, cairan ASI bisa secara ajaib mengikuti kebutuhan fisik bayi saat itu, bulan itu, detik itu. Mengetahui benefit yang luar biasa ini, sayapun melengkapinya dengan menerapkan ilmu yang digagas bapak Masaru Emoto, yakni menggunakan doa kepada cairan ASI sebagai obat dan sumber kesembuhan yang berefek menakjubkan. Mau tahu caranya?

Saat akan bepergian jauh, saya berkata : “Hai ASIku, besok kita akan melakukan perjalanan ke luar kota, akan sangat melelahkan 2 minggu ini, tolong berikan kandungan penambah kekebalan untuknya”

Saat dia sakit : “Dia sedang flu, berikan ramuan ajaib untuk melawan virusnya dan menyamankan tidurnya ya”

Saat dia rewel : “ASIku, anak ini agak mengesalkan, ayo kita beri sesuatu agar dia tenang dan ceria lagi”

Saat mulai kembali berpraktek : “Tiga sampai empat jam ini tolong siapkan rasa yang terbaik ya, agar saat pulang nanti dia bisa puas menyusu dan mendapat sensasi mengenyangkan”

And it works, saya layak berbangga hati, anak ini masuk kategori sangat jarang sakit. Sejauh ini saya jauh di atas puas dengan kinerja ASI saya. Metode Masaru Emoto sangat cocok dengan menyusui, karena komposisi utama ASI ya tidak jauh berbeda dengan air putih murni, tetap ada molekul airnya, tetap punya kristal-kristalnya yang bisa kita bentuk indah sesuai dengan doa kita. Pada saatnya nanti akan saya coba juga metode ini ketika menyapih.

So…ada banyak miracle yang akan dialami wanita sepanjang hidupnya, kehamilan, kelahiran, dan menyusui. Ketiganya menorehkan suatu hubungan cinta yang tak terputus bagi kedua pihak, seperti tato di hati kita. Nama ibu akan tertoreh permanen di hati sang anak, nama masing-masing anak pun akan tertoreh permanen di hati ibunya. Ada banyak keajaiban tercipta dari proses menyusui. Berterimakasihlah kepada Allah SWT yang sudah mengizinkan semua itu terjadi, mulai dari kolostrum pertama keluar hingga hisapan terakhir sebelum penyapihan.

One thought on “THE MIRACLE OF BREASTFEEDING

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s