Baby First Meal : What’s First and How to Serve?

Waktu berlalu begitu cepatnya. Hanya dalam hitungan beberapa hari lagi anak kami akan mulai makan. Betapa antusiasnya kami, meskipun ada beberapa sarana penunjang yang masih belum lengkap, seperti high chair dan food proccessor. Kami memang tidak ingin buru-buru membeli semuanya karena masih menumpang di rumah orangtua sementara menunggu sampai rumah baru kami di Duri siap huni. Semakin banyak barang baru akan semakin repot pula pindahannya. Kami lebih memikirkan soal kualitas makanannya dulu sebelum beralih ke sarana penunjang apa saja yang benar-benar diperlukan. Makanan apa ya kira-kira yang akan diberikan pertama kali?

Ada pendapat yang menganjurkan untuk memperkenalkan jenis sayuran terlebih dahulu agar bayi senang sayur nantinya. Bila sudah tahu rasa enak dan rasa manis duluan, bayi cenderung akan menolak rasa netral dan hambar dari sayuran. Jadi teringat teori dari dokter Mehmet OZ, semua manusia terlahir sebagai ‘sweet tooth’ karena sejatinya indra pengecapan di lidah selalu mengasumsikan rasa pahit sebagai sinyal racun berbahaya dan rasa manis sebagai sinyal aman. Ini sudah terpatri pada DNA manusia melalui proses ribuan tahun sejak jaman nenek moyang dulu. Maka adalah tantangan bagi orangtua untuk membiasakan pemberian healthy food pada bayinya, setidaknya selama 3 tahun pertama. Dr. Sears juga telah membuktikan pada anak-anaknya sendiri. Tiga tahun mereka diperkenalkan asupan gula, lemak, dan protein hanya dari sumber yang sehat-sehat. Hasilnya? Saat usia 5 tahun ke atas, dimana undangan pesta Ulang Tahun menjadi suatu gaya hidup; anak-anak itu merasa sakit perut dan lesu setelah makan permen dan coklat di bungkus ketiga. Mereka jadi otomatis ingin berhenti, seakan perut menolak dan berkata ada sesuatu yang salah. Dan entah kenapa mereka jadi pintar sendiri makan kue tart hanya pada bagian kuenya, krim dan icing dengan kadar gulanya yang sangat tinggi mereka tinggalkan. Luar biasa ya. Ay-ay dan Bunbun jadi malu sendiri, kita berdua sweet tooth dan gemar junkfood, berarti harus berubah nih kalau mau ngajarin anaknya makan sehat di tiga tahun pertama, kan anak itu peniru sejati.

Kami akan memberikan semua yang terbaik untuk Baim. Baimlah prioritas hidup kami saat ini, segala kerja keras Ayah di kantor untuk mencari rezeki, segala buku ilmu pengetahuan parenting yang dibaca Bunda di rumah, semua hanya untuk dia. Maka bahan makanan terbaik pula yang akan kami pilih sebagai menu pertamanya. Bahan pangan organik dari produsen bernama Gasol menjadi pilihan MP ASI kami karena telah banyak orangtua merasa puas dengan kualitasnya, semoga Baim pun suka rasanya. Bunda juga sudah rajin menyetok baking soda di rumah. Selain untuk penghilang noda pup pada cloth diaper, baking soda juga juara dalam membilas residu pestisida pada buah dan sayur. Hidup di kota besar begini manalah mungkin kita selalu dapat sayur dan buah yang benar-benar sehat, dan tidak setiap hari kita bisa membeli sayur dan buah organik, berat di ongkos juga salah satunya. Jadi sebelum mengijinkan buah-buahan itu masuk ke peredaran darah bayi lucu kami, basmi dulu semua yang jahat-jahat dengan ramuan ajaib baking soda dan air cuka. Jadi, step pertama anak kami dalam rentang usia 6-9 bulan rencananya diperkenalkan dengan yang ringan ringan dulu sebatas mengenali tekstur dan rasa. Sebenarnya nutrisi ASI masih sangat mencukupi hingga usia bayi 9 bulan, hanya memang kadar lemak di dalamnya sudah berkurang perlahan-lahan. Jadi harus dibantu sumber lemak sehat dari luar. Si ibu juga sudah tidak boleh lagi asal makan semua boleh masuk lho, karena ini adalah saat yang tepat untuk mulai diet rendah lemak tinggi protein. Ayo turunkan berat badan!!

Sekarang beralih ke ‘How to’. Pemberian makanan pertama pada bayi ternyata juga tidak sembarangan caranya. Beberapa sharing dari teman-teman mengindikasikan banyak anak mereka yang sangat bersemangat makan di awal hingga 8 bulan tiba-tiba merosot nafsunya dan tidak doyan makan lagi. Selain itu badan semakin kurus dengan bertambahnya aktifitas fisik yang luar biasa. Tentunya kami tidak ingin anak kami mengalami hal yang sama. Setelah 1 tahun memang normalnya badan anak itu ramping dan sehat, tapi kasihan kalau sampai kurus. Bagaimana ya mengatasinya?
Dr. Sears menganjurkan tidak lebih dari 2 sendok saja yang masuk di hari pertama si bayi makan. Hari-hari setelahnya porsi ditambah pelan-pelan dan tapering. Dan susui bayi sebelum dia makan, jangan sesudahnya, bagaimanapun nutrisi ASI lah yang akan tetap membuat chubby-nya bertahan. Hal ini berlaku bagi kebanyakan bayi. Kalau anak anda tetap gemuk saat sudah bisa jalan dan tak pernah bosan makan banyak meski tanpa metode ini, berarti anda termasuk beruntung.
Kemudian seorang teman konselor dari Sentra Laktasi Indonesia membawa bukti baru yang sangat berharga. Dr Utami Roesli telah mengamati, sekian banyak anak-anak yang tidak mau makan ternyata memiliki riwayat pemberian makanan campur aduk di awal hidupnya. Mereka mengalami kebingungan rasa karena semua nasi, kaldu, sayur, beserta lauk-pauknya diblender jadi satu. So intinya latihlah taste buds pada lidah bayi, berikan makanan satu persatu secara terpisah, sehingga mereka selalu berselera hingga saat balita bila nanti melihat piringnya, mereka akan berkata ‘woow, aku makan nasi pakai ayam kecap dan tumis wortel!’ Terimakasih Sassy buat ilmu berharganya.

Tinggal prakteknya nih, semoga Baim termasuk ‘good and healthy eater’, serta tidak banyak alerginya. Nanti kita sharing lagi tanggal mainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s