MOTHERHOOD 101 : Nikmatnya Berpopok Kain

sleepy ndut

sleepy ndut

DSC00367
habis mandi sore nii

habis mandi sore nii

Tak terasa sudah lewat 2 bulan 12 hari sejak kelahiran Ibrahim. Begitu banyak yang sudah kami lalui bersama, tak bisa dibayangkan serunya. Di masa awal-awal kehidupan Baim, aku secara total mengalami kebingungan pasca melahirkan. Bayangkan, berbagai ilmu dan buku kutelusuri demi beroleh proses kelahiran yang sempurna, tapi bagaimana dengan ilmu merawat bayi SETELAH kelahirannya? O’ow..aku lupa kalau itu lebih penting, dan bekalku dalam hal ini nol besar. Saat Baim menangis, aku tak tahu harus berbuat apa, i’m totally lost. Kenapa hal ini tidak terpikirkan sebelumnya? Maka saat ada kesempatan untuk pergi ke pusat perbelanjaan (7 hari pasca melahirkan), langsung saja semua buku merawat bayi yang ada disitu kubeli semua, aku benar-benar membutuhkan bantuan, dan segala petunjuk bagi semua pertanyaan di hidupku selama ini kebanyakan kuperoleh dengan cara membaca. Karena Hanita memang seorang banci baca. Kalau boleh dirangkum, fase Baby Blues yang kualami berlangsung selama 2 minggu, dengan gejala: kelelahan, kurang tidur, bingung harus berbuat apa, rasa kasihan terus menerus saat melihat bayiku yg lemah, takut bayiku kenapa-napa, dan ini yang paling aneh…memori-memori indah masa lalu bersama suami dan keluarga terbayang berulang-ulang di kepalaku, saat kami hanya berdua dan tantangan sulit seperti yang kami hadapi saat ini hampir tak ada.

Tuhan Maha Besar, alampun punya mekanisme yang luar biasa hebat tak terjelaskan oleh kata, entah berapa lama berlalu, dengan sendirinya aku dan Baim saling menemukan ritme kami masing-masing. Kami mulai saling mengerti kebutuhan kami dengan cara yang unik. Waktu tidur sedikit demi sedikit mulai membaik, kondisi tubuh mulai segar, merawat bayipun jadi ‘canggih’ dan ‘nyantai’ tanpa perlu dipaksa. Disitulah aku menemukan kesenangan baru dalam beroleh anak : browsing di dunia maya, mencari semua hal yang kupikir penting. Internet memang membawa banyak kelegaan bagi peran baru keibuanku, jawaban mengenai masalah-masalah kesehatan, ruam kulit, gumoh, kolik, tangisan bayi, nafas berbunyi akibat slem dan banyak lagi. Dengan googling, semua yang dialami Baim bisa kubaca fakta dan penjelasannya dalam hitungan detik. Aku jadi mengerti bahwa merawat bayi tidak harus sulit dan membingungkan, seorang ibupun harus memperoleh banyak kemudahan sehingga dirinya tetap merasa utuh sebagai wanita, tidak merasa terenggut waktu dan kehidupannya hanya untuk sang bayi. Kerepotan yang jaman dahulu harus dilewati kini sudah bisa diatasi. Kelelahan seorang new mum sebisa mungkin harus dihindari, termasuk salah satunya kelelahan mengganti popok kain berulang kali, disinilah benang merahku terhubung dengan inovasi baru cara merawat bayi yang fenomenal…cloth diaper.

Cloth diaper adalah popok kain impor yang daya tampungnya menyamai bahkan melebihi popok sekali pakai yang ada di pasaran (Pempers, Momy Poko, Huggies, etc). Daya tampung berkisar antara 5 jam hingga semalaman penuh tergantung kondisi berkemih bayi. Hanya kelebihan popok kain impor ini adalah keramahannya pada kulit bayi dan lingkungan sekitar. Satu lagi dan yang paling penting : popok ini sangat awet, satu popok bisa dipakai dari bayi hingga masa kanak-kanaknya. Ini sangat menarik mengingat begitu banyak teman-teman disekitar saya menghabiskan banyak pengeluaran untuk popok sekali pakai tiap bulannya. Sehari bayi-bayi mereka memakai 3-4 popok, dikalikan 30 hari, kemudian dikalikan lagi 24 bulan kurang lebih masa toilet training dimulai. Hmm…tak heran bila supermarket besar sedang mengadakan promo discount untuk merk popok tertentu, berbondong-bondong para kawan CPI dari Minas dan Duri hijrah ke pekanbaru untuk memborong popok sekali pakai. Bagaimana borosnya ya? Berapa total pundi-pundi yang mereka keluarkan? Kupikir ini tentunya bisa diatasi dengan cloth diaper yang cuma mahal di awal, namun dengan perawatan yang benar hasilnya akan lebih ramah di kantong. Mumpung usia anakku baru memasuki bulan kedua, kucoba akhirnya untuk mulai memesan via online. Saat pesanan datang rasanya seperti menerima barang mewah, karena harganya memang membuat kaget bila belum dicermati lebih dalam. Sebelum membelipun saya telah berkali-kali membaca ulasan produknya, cara penggunaan, dan cara pencucian di banyak website dan youtube, sehingga akhirnya saya seperti tidak kagok lagi atau menemui masalah dalam perkenalan pertama dengan cloth diaper. Kemudian apa saja imbasnya terhadap kehidupan pribadiku sebagai ibu baru?

Tak pelak aku dan Baim jadi memiliki waktu lebih, tanpa harus mengganti popoknya setiap basah siang dan malam. Terlebih orang-orang terdekat banyak menyarankan ‘jangan pakai pempers jangan pakai pempers’, saran itu dulu sangat kubenci karena di malam hari pastilah kita ingin istirahat mengembalikan tenaga tanpa mesti bolak balik mengganti popok basah. Belakangan aku baru tahu bahwa popok sekali pakai ternyata mengandung zat kimia yang menyebabkan efek buruk pada kulit bayi, dan menggunakan popok kain tradisional memang yang terbaik dan teraman meski bukan yang termudah. Setelah ber-cloth diaper, kedua kubu pro popok kain dan pro popok sekali pakai jadi tergabungkan, karena kita jadi dapat semua keuntungannya. Bayi jarang menangis karena kulit tetap kering, selain itu juga tanpa resiko ruam karena cloth diaper bebas bahan kimia. Baim jadi punya lebih banyak quality time untuk tidur, lebih gembira, dan begitu pula bundanya. Saat malam hari ia hanya terbangun sesekali untuk minum. Tidak ada lagi mata bengkak dan wajah lusuh yang kualami di pagi hari. Cucian lebih sedikit, racun kimia juga berkurang karena cloth diaper hanya membutuhkan sedikit sekali jumlah detergen dalam pencuciannya. Saat ini aku masih mengkombinasi pemakaian cloth diaper impor dengan cloth diaper lokal (impor yang mahal hanya untuk sore dan malam hari, sedangkan yang lokal segarga 15 ribuan dipakai dari pagi hingga siang hari saat Baim banyak BAB). Hasilnya cukup memuaskan, mungkin nanti saat Baim bertambah besar dan bentuk fesesnya mulai memadat hingga tidak meninggalkan banyak noda, aku akan mulai berani mamakaikan cloth diaper siang malam. Delapan buah cloth diaper impor berkualitas tinggi dari beberapa produsen ternama di Amerika dan Singapura sejauh ini sangat cukup buat Baim sehari-hari dan memuaskan dalam performanya. Bila dalam beberapa bulan kedepan aku terbukti mampu merawat dan mencuci ‘barang mewah’ tersebut dengan baik, mungkin aku baru akan berani menambah merk baru dalam koleksi Baim. Lebih banyak waktu dan kemudahan untukku akan berujung pada kebaikan Ibrahim juga. If mommy’s happy, everybody in the house is happy. Terimakasih untuk teknologi yang memudahkan serta ramah lingkungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s