Sinyal Penting di Masa Menunggu yang Segera Berakhir (by Hanita Zuniawan)

Tubuh ini masih mengandalkan homeostasis untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Selama hampir 9 bulan mengandung tanpa pernah sakit ringan sekalipun, akhirnya mulai kemarin pagi tubuhku menyerah kalah pada serangan flu ringan, meski hanya pilek tanpa demam. Lucu saja melihatnya, hidungku tak berhenti mengeluarkan ingus jernih dan cair seperti layaknya anak-anak kampung di pinggir jalan, jatuhnya tidak terkontrol dan masih encer sekali, menandakan bahwa penyakit masih berada di masa inkubasi sangat dini. Kalau dulu sih, saya langsung menenggak sebutir tablet analgesik merk andalan keluargaku sejak dulu (Intunal Forte; minum sehari-dua hari, makan yg banyak, anda akan langsung teler ketiduran dan bangunnya langsung segar, lendir-lendirpun mengental, berwarna kekuningan dan ‘terlontar’ keluar dengan gampang, mohon maaf bila saya sangat detail). Tapi kini kondisinya berbeda, saya bertekad untuk tidak memasukkan obat kimia apapun ke dalam tubuh, menghindari masuknya obat ke placenta dan tali pusat hingga sampai ke tubuh anakku juga. Percaya pada kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri, aku memilih cara-cara nyaman seperti berendam dalam air hangat yang telah ditetesi minyak lavender, menempel koyo panas pada tulang belakang yang terasa pegal, minum bandrek panas yang uapnya sangat melegakan, dan air putih hangat entah berapapun jumlahnya. Semalaman aku jadi terjaga karena kandung kemih yang selalu penuh, dan tubuhku akhirnya senantiasa memproduksi dahak yang mulai mengental dan dengan rajin kukeluarkan. Pagi hari rasanya jadi mabok seperti habis ronda semalaman, tapi lumayan segar dan tidak ada demam ataupun mengigil kedinginan.

Kalau mau dirunut penyebebnya, kembali lagi kepada prinsip homeostasis. Sejatinya tubuh manusia selalu berada dalam kondisi fit dan seimbang. Penyakit sebenarnya bukanlah penyakit. Penyakit hanyalah sebuah sinyal, alarm yang berbunyi, pesan dari tubuh untuk kita sendiri, bahwa kita secara tidak sadar telah memperlakukan diri kita kurang baik. Meski saya diperkirakan mulai bisa melahirkan 2 minggu lagi, tetap saja saya setiap weekend jalan-jalan seharian dari Minas ke Pekanbaru (dengan perkiraan jarak tempuh seperti Jakarta-Bogor). Menu sehari-hari yang saya pesan untuk dimasak si Mbak di rumah selalu berkutat di goreng-gorengan. Tiap pagi dan malam saya nyaris tidak makan apa-apa, hanya kue-kue kecil bernutrisi ‘zero’; atau paling banter saya makan buah-buahan. Literally saya hanya makan dengan benar sekali saja di siang hari. Meski secara menakjubkan bayiku tetap sehat dan berat badannya bertambah dengan normal, tubuhku sendiri menjadi menjerit protes minta diperhatikan. Semua properti tubuhku diserap oleh bayi tersayang, semua sendi-sendiku melunak demi mempersiapkan mudahnya persalinan, semua manual di tubuhku telah diset untuk berada dalam kondisi ‘statis siaga’ untuk memfokuskan energi pada turunnya bayi ke panggul. Tapi tetap saja diri ini pecicilan kesana kemari, kurang nutrisi dan istirahat. Jadi tiada lagi yang bisa kukatakan selain ‘terimakasih buat si pilek’ sudah mengingatkanku untuk lebih sayang kepada badanku. Aku akan lebih banyak menjadwalkan ‘me’ time dalam jadwal sehari-hari dan mencoba mulai mendelegasikan pembelian barang-barang kebutuhan mingguan kepada suami tercinta. Perbanyak menu kukus dan rebus, eliminir menu goreng-gorengan. Kurangi garam dan gula. Perbanyak jam tidur. Terakhir, berdoa kepada Tuhan akan kelancaran semua proses kelahiran anak pertama kami nanti.

Di kehamilan minggu ke 36-37, dengan kondisi masih bersin-bersin setiap lima menit, akhirnya aku belajar sesuatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s