<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Zuni&#039;s Family</title>
	<atom:link href="http://ourdropbox.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ourdropbox.wordpress.com</link>
	<description>....tentang perjalanan hidup kami</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 14:40:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ourdropbox.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Zuni&#039;s Family</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ourdropbox.wordpress.com/osd.xml" title="Zuni&#039;s Family" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ourdropbox.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Makanan Sehat Untuk Anak Anda</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com/2012/01/27/makanan-sehat-untuk-anak-anda/</link>
		<comments>http://ourdropbox.wordpress.com/2012/01/27/makanan-sehat-untuk-anak-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 14:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanita n Zuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[About #2ndbaby]]></category>
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Alami]]></category>
		<category><![CDATA[MP ASI Rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[Robin Lim]]></category>
		<category><![CDATA[Yusuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ourdropbox.wordpress.com/?p=1248</guid>
		<description><![CDATA[Karena Yusuf sebentar lagi mulai makan, pingin deh posting sesuatu tentang MP ASI. Tapi yang ini beda, posting ini sengaja saya copas dari bukunya ibu Robin yang berjudul &#8216;Anak Alami&#8217;. Buku ini merupakan buku pegangan wajib saya banget, it&#8217;s my holy book in parenting hehe. Di buku ini, menu MP ASI yang dibahas sangat-sangat melawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1248&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena Yusuf sebentar lagi mulai makan, pingin deh posting sesuatu tentang MP ASI. Tapi yang ini beda, posting ini sengaja saya copas dari bukunya ibu Robin yang berjudul &#8216;Anak Alami&#8217;. Buku ini merupakan buku pegangan wajib saya banget, it&#8217;s my holy book in parenting hehe. Di buku ini, menu MP ASI yang dibahas sangat-sangat melawan mainstream banget, gak biasa. Biasanya tuh kita doyan banget kan apa-apa berkiblat ke barat, ngasih bahan-bahan makanan yang impor dari luar negeri, udah mahal, nyebutin namanya pun susah pula! Nah di sini tuh sangaaat membumi, mengembalikan kesadaran bahwa Indonesia sudah gudangnya makanan alami dan sehat, gampang didapat. Panduan di buku ini cocok untuk semua kalangan, dari mulai petani sampai pengusaha, sehingga kita tersadar bahwa pola asuh yang baik bisa dilakukan oleh semua masyarakat, strata apapun dia. Wajib banget punya buku ini. Bagi yang belum punya bisa download gratis di <b>www.gentlebirthindonesia.com</b> yaa. Buat yang belom sempet baca, berikut saya kutip isinya, dari halaman 8-10, semoga berguna.</p>
<p>Setelah ASI eksklusif tercapai, lanjutkan menyusui selama 2 hingga 4 tahun lebih sambil menambahkan makanan pelengkap.</p>
<p>Sebaiknya bayi diperkenalkan makanan baru satu persatu, karena dengan cara ini anda bisa tahu apakah makanan tertentu cocok dengan anak anda atau tidak. Makanan tersebut cukup yang sederhana saja. Bayi dan anak-anak kecil tidak perlu tambahan garam pada makanan mereka. Mereka akan lebih sehat jika tidak diberi gula ataupun makanan yang cenderung manis. Gula merah atau madu (setelah usia 12 bulan) adalah pemanis bernutrisi yang lebih alami untuk keluarga anda ketimbang gula putih. Pilihlah makanan alami, yang tidak terproses. MSG seperti vetsin, masako dan sejenisnya bisa bersifat racun dan seharusnya tidak digunakan untuk memasak untuk siapapun karena bisa menyebabkan kanker!</p>
<p>Bayi menikmati rasa makanan yang alami sebagaimana diciptakan Tuhan. Jika memungkinkan, pilihlah nasi merah, buah-buahan dan sayuran organik untuk keluarga anda. Makanan bayi instan dalam kemasan siap saji tidaklah sealami dan bergizi seperti bahan-bahan yang disebutkan di atas, karena makanan bayi instan sering mengandung garam, gula, atau zat-zat tambahan lainnya.</p>
<p>Jus dalam kemasan sering diproduksi dengan gula tambahan. Begitu pula bila anda membeli produk dengan tulisan &#8216;jus apel murni&#8217;, ini tetap terlalu manis buat bayi anda, dan bisa menyebabkan karies gigi. Jika anda ingin memberi bayi jus botolan, pilihlah yang sugar free, dan larutkan dengan separuh air putih. Memberikan bayi teh manis tidaklah baik karena teh mengandung kafein yang akan mengganggu tidur bayi dan membuatnya tidak tenang. Jus yang anda buat di rumah dari apel asli, lobak merah, wortel, pepaya, semangka, dan sebagainya malah justru sangat bergizi. Ini bisa diperkenalkan pada bayi sedikit demi sedikit.</p>
<p><b>MAKANAN PERTAMA YANG SEHAT UNTUK BAYI 6 BULAN:</b></p>
<ol>bubur pisang (pisang yang dihaluskan dengan garpu)<br />
bubur wortel rebus<br />
bubur ubi jalar rebus atau panggang (dalam oven)<br />
bubur apel yang telah dikupas dan dikukus<br />
kuning telur rebus</ol>
<p><b>Di atas 7 bulan, anda bisa menambahkan:</b></p>
<ol>air dan daging kelapa muda<br />
bubur alpukat (anda bisa memberikannya dengan dicampur bubur pisang)<br />
bubur pepaya matang<br />
bubur labu kuning rebus<br />
bubur beras merah<br />
bubur ayam tanpa penyedap rasa</ol>
<p><b>Di atas usia 10 bulan anda bisa menambahkan:</b></p>
<ol>bubur salak rebus<br />
bubur ketan hitam<br />
yoghurt, keifer plain<br />
sup ikan (haluskan, hati-hati dengan tulangnya)<br />
sup daging ayam, sapi atau kambing dengan sayuran<br />
ayam atau kalkun (potongan-potongan utuh yang lembut)<br />
pepaya, pisang, mangga matang (potongan-potongan utuh yang lembut)</ol>
<p><b>Di atas usia 12 bulan, ajari bayi anda untuk mengunyah dengan baik, dan tambahkan:</b></p>
<ol>telur utuh (direbus lunak atau keras)<br />
jus jeruk, melon, anggur tanpa biji, kismis, apel kupas<br />
gandum, roti gandum, biskuit sehat<br />
kacang mete<br />
jagung rebus<br />
semua sayuran (potongan-potongan utuh yang lunak)<br />
madu<br />
nasi beras merah atau cokelat</ol>
<p>Ingat, pada usia 6 bulan bayi belum punya gigi atau gigi mereka masih jarang. Anda perlu melunakkan makanan agar mereka tidak tersedak. Pertimbangkan pula bahwa makanan-makanan itu harus mudah dicerna. Anda bisa mengunyahkan makanan bayi sebelumnya. Enzim dari mulut anda akan membantu bayi mencerna makanan tersebut lebih mudah. Sehingga bayi anda tidak akan sakit perut karena gangguan pencernaan. Hingga usia 9-12 bulan bayi sebaiknya makan 3 sampai 5 kali sehari ditambah dengan kudapan yang sehat.</p>
<p>Anak-anak memiliki metabolisme yang cepat dan perlu makan setiap 2 jam. Setelah usia 6 bulan anda bisa menambahkan vitamin bayi pada makanan sehari-hari bayi anda untuk memastikan mereka menerima asupan nutrisi penting yang cukup. Bidan atau dokter bisa merekomendasikan vitamin cair yang sesuai.</p>
<p><b>ALERGI MAKANAN</b><br />
Bayi pertama saya alergi terhadap pepaya. Saya menyadarinya waktu kedua kali saya memberikan pepaya, seperti saat pertama&#8230;kulitnya langsung bintik-bintik kemerahan dan gatal. Inilah sebabnya anda perlu memperkenalkan makanan baru satu persatu. Saya tidak memberikan dia pepaya lagi selama bertahun-tahun. Akhirnya sekarang ia telah dewasa dan sudah tidak alergi pepaya lagi.</p>
<p>Anak kedua saya alergi susu sapi dan semua makanan olahannya. Hal ini saya ketahui saat ia berusia 2 tahun. Dia akan gatal-gatal dan bahkan susah bernafas jika meminumnya. Untung saat bayi saya memberikan ASI eksklusif untuknya, kalau diberikan susu formula, pastilah sangat membahayakan dia.</p>
<p>Semua anak-anak saya yang lain tidak punya alergi sama sekali. Jika pada kulit bayi mulai timbul bintik merah atau dia mulai tersengal-sengal, diare, atau susah buang air besar setelah mencoba makanan baru, jangan lanjutkan berikan makanan tersebut. Bila kondisi anak tetap dirasa mengkhawatirkan setelah beberapa lama, hubungi dokter anak anda.</p>
<p>Begitulah tadi petuah-petuah ibu Robin dalam memberikan MP ASI anak. Gak sabar pingin nerapin ke Yusuf. Ada yang aneh-aneh kaya contohnya salak rebus! Hehe belom pernah denger kan? tapi asli semuanya gampang banget didapet, well tau sendiri lah ya&#8230;Duri kan bukan tempat yang gampang dapet aneka buah-buahan segar. Tapi bukan berarti juga saya dengan gampangnya menjadikan hal tersebut dalih untuk memberikan bubur instan. Huhuhu soalnya dulu Baim termasuk yang sering saya kasih bubur instan, buat campuran gasol. Dulu tuh mikirnya segala sesuatu yang di lidah gue gak enak, pasti di bayi gue gak enak juga. Padahal kan karena lidah gue aja nih yang udah usang taste bud nya, keseringan kena yang manis-manis dan ber-MSG. Jadilah begitu baca kalimat bu Robin yang &#8216;bayi menyukai rasa makanan yang alami sebagaimana diciptakan Tuhan&#8217; rasanya langsung jleb jleb jleb. Lidah bayi tuh murni, dikasih yang hambar dan sehat juga dia doyan. Kite aje nih yang udah banyak dosa, ga ketolong lagi hihihihi. Semoga bisa yah jadi salah satu penganut strict MP ASI rumahan, kan saya nih emak pemalas&#8230;. Semangaaaaaat! -( &#8216; ▽ &#8216; )/ \( &#8216; ▽ &#8216; )-
<p>@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourdropbox.wordpress.com/1248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourdropbox.wordpress.com/1248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourdropbox.wordpress.com/1248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourdropbox.wordpress.com/1248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourdropbox.wordpress.com/1248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourdropbox.wordpress.com/1248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourdropbox.wordpress.com/1248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourdropbox.wordpress.com/1248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourdropbox.wordpress.com/1248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourdropbox.wordpress.com/1248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourdropbox.wordpress.com/1248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourdropbox.wordpress.com/1248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourdropbox.wordpress.com/1248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourdropbox.wordpress.com/1248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1248&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourdropbox.wordpress.com/2012/01/27/makanan-sehat-untuk-anak-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69f1cdb34d7e980edd5033153f9ed1cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zuni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar Yusuf?</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com/2012/01/08/apa-kabar-yusuf/</link>
		<comments>http://ourdropbox.wordpress.com/2012/01/08/apa-kabar-yusuf/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 06:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanita n Zuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[About #2ndbaby]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ourdropbox.wordpress.com/?p=1243</guid>
		<description><![CDATA[Maulana Yusuf Ghifari Update apa ya di usia Yusuf yang 4 bulan ini? Hmm&#8230;.sempet bingung puting (dan widapun pasti gubrak). Lho, bagaimana bisa yang full time menyusui langsung dari payudara ibunya bisa bingung puting? Yup, begini ceritanya. Sebulan yang lalu Yusuf batuk pilek entah ketularan siapa. Yusuf memang tidak saya eman-eman layaknya Baim dulu waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1243&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width:1034px;"><a href="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/yusuf-4-bulan.jpg"><img class=" alignleft" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2012/01/yusuf-4-bulan.jpg" src="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/yusuf-4-bulan.jpg?w=614&#038;h=461" alt="Maulana Yusuf Ghifari" width="614" height="461" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Maulana Yusuf Ghifari</p>
</div>
<p>Update apa ya di usia Yusuf yang 4 bulan ini? Hmm&#8230;.sempet bingung puting (dan widapun pasti gubrak). Lho, bagaimana bisa yang full time menyusui langsung dari payudara ibunya bisa bingung puting? Yup, begini ceritanya. Sebulan yang lalu Yusuf batuk pilek entah ketularan siapa. Yusuf memang tidak saya eman-eman layaknya Baim dulu waktu masih bayi. Kemana saja saya pergi, Yusuf ikut. Ke parenting class, ke liqo (pengajian), ke comissary, ke warung, dan entah berapa banyak orang yang saya paparkan pada Yusuf setiap harinya. Ada anak-anak yang lagi batuk berdahak, ada ibu-ibu yang baru sembuh pilek, yang habis demam, semuanya lah&#8230; Saya pede aja gak cemas berlebihan. Dan pas beneran Yusuf kena batuk pilek, ya sudah terima aja, kan sudah terjadi. Cuaca lagi pancaroba pula, gak ada matahari. Selama seminggu Yusuf aku HT, bikin nebulizer alami pake uap air mendidih ditetesin minyak kayu putih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Pas matahari akhirnya nongol, langsung aku jemur seperti yang selalu dinasehatkan @drtiwi ke semua bayi dan balita. Baim ikutan dijemur, saya sendiri juga ikutan. Langsung segerrr semuanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Matahari adalah satu-satunya benda planet terbesar yang bisa langsung kita serap manfaatnya padahal jaraknya dengan kita 150 juta km jauhnya. Subhanalloh.</p>
<p>Nah semasa Yusuf pilek, diapun mogok menyusu, hiks&#8230;.mungkin gak nyaman ya nenen pada kondisi hidung sedang mampet. Dia mengatasi ketidaknyamanannya dengan menghisap jari. Kebiasaan menghisap jari memang sudah dilakukannya sejak 2 bulan. Selain memang sedang fase oral, bisa jadi itu sebuah manifestasi pelarian dari seringnya saya ninggalin dia kalo Baim lagi manja minta deket sama Bunbun. Duh serba salah yak, Yusufnya neglected, akhirnya sering isap jari, akirnya agak malas menyusu. Lucu kan ya? Biasanya bingung puting tuh karena saingan sama dot, lha ini karena ngisep jari sendiri. Huhuhu, emang tiap anak tuh pasti ada momen sulitnya. Bukan berarti dengan lahir secara gentle tahu-tahu Yusuf langsung bisa mulus-mulus aja all the time dalam posisi duduk meditasi *halah (⌣_⌣&#8221;). Setiap anak dan bayi adalah unik dan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kendala dan cobaanku bersama Yusuf barangkali pas Yusuf pilek ini, malas menyusu, akhirnya dengan tabah aku sugestikan bahwa Yusuf akan menyusu dengan sendiri pada saat dia udah laper banget. Dan bener, pas cape, ngantuk, dia akhirnya mau menyusu dengan lahap sampai kenyang. Fiuhhh lega deh. Sekitar 5 hari rutin jemur-nenen-diuapin, akhirnya sembuhpuuun sodara-sodara, a.l.a.m.i. Malah habis itu kami langsung cabut ke Pekanbaru dan selama ngemall/nguliner di sana gak ada masalah ԅ(ˆ⌣ˆԅ)</p>
<p>Terus bingung putingnya gimana Nut? Sekarang sih terus membaik yah, sudah minta nenen sendiri murni karena lapar. Pas lagi galau kemarin bener-bener ditelen sendiri aja gak berani konsul ke @widanada, segen dan takut diinvestigasi lebih mendalam (wida kalo soal laktasi galak tau, serem *lo ga usah baca posting ini deh wid). Dari jumlah air seni dan kenaikan berat badan juga gak ada masalah, semua menunjukkan bahwa Yusuf cukup makan. Kami gak akan menyerah untuk mencapai ASI eksklusif, ayo Cup 2 bulan lagi lulus AsiEks, semangat!!</p>
<p>Untuk milestone lain kayaknya sama aja kaya Baim dulu, cuma Yusuf memang mendahului semua timing Baim kurang lebih setengah bulan. Intinya, sekarang nih pakaikan baju aja sudah susah karena Yusufnya udah bolak balik badan melulu. Untuk anak kedua yang lahir lumayan rapat, Bunbun udah gak sempet flashing-flashingan Glenn Doman lagi. Pingin sih sebenernya, apa mau dikata hidupku sekarang cuma muter sekitaran rumah-pasar-rumah lagi-warung-baim-yusuf-diri sendiri <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Nggak bisa perfeksionis amat, kalo lagi inget untuk stimulasi ya dijalanin, kalo lagi capek ya sudah. Luangin waktu buat gue sendiri juga dong ah&#8230;ntar selp hilingnya kapan?</p>
<p>Beginilah ibu-ibu, kita lagi bertarung di golden period anak, yaa gitu deh ribet-ribet bahagia. Kalau saya lagi masa sulit, semisal Yusuf lagi pingin nenen dan Baim lagi teriak-teriak posesif, ya bingung emang, panik stres pingin garuk-garuk sprei. Tapi saya buru-buru inget, Yusuf sudah memilih untuk lahir dari rahim saya, di tempat dan waktu yang tepat. Sejak awal benih Yusuf jadi di perut ini, semesta sudah menyiapkan saya untuk bisa menghadapi hal-hal kayak gini. So nikmati yaa, saya sudah banyak belajar dari kalian teman-teman setiaku, ada yang pinter masak, ada yang ngurus 2 anak sendiri nggak pake pembantu, ada yang sempet namatin tafsir Ibnu Katsir, ada yang sambil praktek, duh buanyak deh&#8230;.I&#8217;m the big fan of you&#8230;YES ALL OF YOU!</p>
<p>Akhir kata, makasih usah mau sempetin liat saya akirnya aktif meracau kembali&#8230; Kiss(ˇεˇ) from me, Baim, and Yusuf. With love&#8230;</p>
<p>@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourdropbox.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourdropbox.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourdropbox.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourdropbox.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourdropbox.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourdropbox.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourdropbox.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourdropbox.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourdropbox.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourdropbox.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourdropbox.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourdropbox.wordpress.com/1243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourdropbox.wordpress.com/1243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourdropbox.wordpress.com/1243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1243&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourdropbox.wordpress.com/2012/01/08/apa-kabar-yusuf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69f1cdb34d7e980edd5033153f9ed1cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zuni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/yusuf-4-bulan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2012/01/yusuf-4-bulan.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>When There&#8217;s No Blackberry-Twitter in My Life</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com/2012/01/08/when-theres-no-blackberry-twitter-in-my-life/</link>
		<comments>http://ourdropbox.wordpress.com/2012/01/08/when-theres-no-blackberry-twitter-in-my-life/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 22:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanita n Zuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ourdropbox.wordpress.com/?p=1230</guid>
		<description><![CDATA[Semua bermula dari insiden Baim jatuhin iPod ke dalam wc (⌣_⌣&#8221;) Waktu itu kami sedang di wisma Sungkai, ceritanya ayah lagi cuti dan pingin tahun baruan ke kota. Pasti capek banget dong yah, bawa Baim dan Yusuf 4 hari 3 malem. Nah di malam terakhir sebelum pulang, Baim yang selalu pecicilan kapanpun dan di manapun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1230&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width:1034px;"><a href="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/main-sama-yusuf.jpg"><img class="alignleft" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2012/01/main-sama-yusuf.jpg" src="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/main-sama-yusuf.jpg?w=614&#038;h=461" alt="nonton berdua" width="614" height="461" /></a></div>
<p>Semua bermula dari insiden Baim jatuhin iPod ke dalam wc (⌣_⌣&#8221;) Waktu itu kami sedang di wisma Sungkai, ceritanya ayah lagi cuti dan pingin tahun baruan ke kota. Pasti capek banget dong yah, bawa Baim dan Yusuf 4 hari 3 malem. Nah di malam terakhir sebelum pulang, Baim yang selalu pecicilan kapanpun dan di manapun itu pingin pup dan ngajak mbaknya ke kamar mandi, nongkrong di wc sambil main iPod, dan &#8216;plung&#8217; jatohlah si iPod ke dalam air yang sudah ada &#8216;produk sisa&#8217; nya Baim. Haduuuh, si mbak langsung sigap ngambil dan ngeringin, lalu menyerahkan iPod ke saya dengan muka rada pucet. Seharian itu Baim udah lumayan menguras sabar tuch, udah berisikin adeknya, heboh-heboh sendiri sampe kejedot sendiri trus akhirnya nangis sendiri, welehh ini pala emaknya udah mau meledak liat tingkahnya. Akhirnya daripada keluar tindakan hasil pikiran pendek yang akan menyakiti badan/hati/perasaan Baim, mending aku kasih hukuman riil seperti apa kata mbak Wita (guru <em>parenting class</em> ku di Duri). Punishment untuk anak tuh jangan berupa amukan/toyoran/ceplesan, tahan emosi, dan berikan hukuman secara nyata. Hukuman disini adalah penghilangan atau pengurangan dosis aktivitas kesenangannya dia, bisa itu main sepeda, nonton tv, baca komik, atau hobi lain. Cara itu akan jauh lebih efektif, tidak menimbulkan luka permanen. Untuk kasusnya Baim, karena dia sudah lumayan gak sehat main iPodnya, ya saya sita barang itu darinya. Saya bilang dengan keras TIDAK ADA IPOD LAGI. Dia sadar kalau saya lagi marah, terlihat takut dan memilih tidur cepat. Setelah dia tidur, masya Allah tenang banget itu suasana kamar, nyamannn hehehe. Lalu saya berpikir, apa saya juga udah ngaca sendiri, ini blackberry nempel terus di tangan udah kayak dilem. Hmm, harusnya saya juga off sebentar yah dari yang namanya twitter dan blackberry. Pertanyaannya: bisa nggak? Coba deh&#8230;harus sama kayak Baim, adil, sama-sama puasa gadget. Resmi dimulai seminggu yang lalu.</p>
<p>Ngapain aja selama gak pegang bb dan iPod? Banyak hal ternyata! Well&#8230;.kita coba seriusin lagi baca WWP Walter, kita masak di dapur (baim lagi suka banget masak gara-gara game cooking mama), bikin cupcake lemon dan spekoek yang uendang banget, kita nyanyi dan menari, main-main sama Yusuf, coret-coret di whiteboard, kalo anak-anak pada tidur, saya baca buku-buku yang selama ini udah dibeli tapi dianggurin di rak. Asik lho&#8230;beneran. Uhuk&#8230;.sekali-sekali masih lirik notification di bb , tadinya banyak! ‎​ввм , mention twitter, e-mail, sms, facebook, wih udah kaya juragan bisnis aje dah&#8230;padahal emak-emak doang. Tapi lama-lama towelan-towelan maya itu berkurang dengan sendirinya sampai akhirnya bb ku pun sepi seperti kuburan. Ternyata tanpaku, twitter/facebook/grup masih baik-baik saja, hidup normal dengan bumbu-bumbu twitwar setiap harinya, masih banyak orang-orang yang menyemarakkan. Ehem, ngaku dosa nih&#8230;.masih respon beberapa ‎​ввм sih (udah pasti ‎​ввм nya @widanada padahal gak penting *kaboor*), dan mak @rossieovulandra karena mau bantuin temennya yang lagi h2c mau melahirkan anak pertama. Oh iya, dosa lain adalah nyamber komenin dan posting di grup Gentle Birth Untuk Semua, asli&#8230;gak bisa banget gue hidup tanpa grup ini, hidup gue banget! *alah ngelesss!</p>
<p>Ternyata, seminggu ini Baim lebih rela dan lebih mudah lupa sendiri sama iPodnya ketimbang saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  sayalah yang mengalami kesulitan, sayalah yang mengaku kalah&#8230;. Beneran yah ternyata anak seumur Baim tuh masih bisa dibentuk yang baik-baik. Emaknya yang bangkotan inilah yang perlu dipertanyakan kredibilitasnya. Huwaduhhh masih bisa berubah nggak ya saya jadi gak segitu addicted sama gadget. Hiks, kan Baim akan meniru saya lho&#8230;.kayanya perlu dijadwal ya, nerima dan balasin e-mail tuh jam berapa aja, ngecek TL jam berapa, dan di waktu-waktu yang bukan jatah kita sama anak. Gak usah deh ngurusin yang pada twitwar, daripada anak di sebelahku yang jelas-jelas butuh aku malah aku tinggalin bengong liat bb . Ayo Nut, kamu bisa!!!</p>
<p><strong>Finally&#8230;.when there&#8217;s no blackberry and twitter in my life&#8230;.I have a real life&#8230;..</strong></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width:1034px;"><a href="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/cupcake-baim.jpg"><img class="alignleft" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2012/01/cupcake-baim.jpg" src="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/cupcake-baim.jpg?w=614&#038;h=461" alt="lekker!" width="614" height="461" /></a></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width:1034px;"><a href="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/bikin-bakwan.jpg"><img class="alignleft" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2012/01/bikin-bakwan.jpg" src="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/bikin-bakwan.jpg?w=614&#038;h=461" alt="bikin adonan bakwan" width="614" height="461" /></a></div>
<p>@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourdropbox.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourdropbox.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourdropbox.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourdropbox.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourdropbox.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourdropbox.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourdropbox.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourdropbox.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourdropbox.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourdropbox.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourdropbox.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourdropbox.wordpress.com/1230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourdropbox.wordpress.com/1230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourdropbox.wordpress.com/1230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1230&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourdropbox.wordpress.com/2012/01/08/when-theres-no-blackberry-twitter-in-my-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69f1cdb34d7e980edd5033153f9ed1cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zuni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/main-sama-yusuf.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2012/01/main-sama-yusuf.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/cupcake-baim.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2012/01/cupcake-baim.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2012/01/bikin-bakwan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2012/01/bikin-bakwan.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VBAC? YES YOU CAN!</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/12/18/vbac-yes-you-can/</link>
		<comments>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/12/18/vbac-yes-you-can/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 04:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanita n Zuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gentle Birth]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[gentle birth]]></category>
		<category><![CDATA[VBAC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourdropbox.wordpress.com/2011/12/18/vbac-yes-you-can/</guid>
		<description><![CDATA[  Terimakasih buat bunda Irma Kurnia Sari salah seorang member GBUS yang sudah membolehkan saya menyalin ulang kisah VBAC anak ketiganya. Untuk yang belum tahu, VBAC adalah singkatan dari Vaginal Birth After Cesarian, atau persalinan normal setelah pernah SC. Yuk langsung kita nikmati kisahnya berikut ini. Cerita Tiga Kelahiran Tiga kali hamil, tiga kali melahirkan, tiga pengalaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1222&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 600px"><a href="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/12/vbaclove1.jpg"><img class="size-full wp-image" src="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/12/vbaclove1.jpg?w=590" alt="Image" width="590" height="394" /></a><p class="wp-caption-text">sumber foto dari operation-housewife.blogspot.com</p></div>
<p> </p>
<p>Terimakasih buat bunda <strong>Irma Kurnia Sari</strong> salah seorang member GBUS yang sudah membolehkan saya menyalin ulang kisah VBAC anak ketiganya. Untuk yang belum tahu, VBAC adalah singkatan dari <strong>Vaginal Birth After Cesarian</strong>, atau persalinan normal setelah pernah SC. Yuk langsung kita nikmati kisahnya berikut ini.</p>
<p><strong>Cerita Tiga Kelahiran</strong></p>
<p>Tiga kali hamil, tiga kali melahirkan, tiga pengalaman yang ternyata memiliki keunikan tersendiri. Saya jadi tersadar, memang betul bahwa setiap kehamilan dan kelahiran itu unik, jarang sekali ada yang sama. Mengalami tiga kali kehamilan dan tiga kali kelahiran dengan cara yang berbeda membuat saya bersyukur, bisa mendapatkan pengalaman yang membuat saya menyadari beberapa hal.</p>
<p> </p>
<p><strong>Kehamilan dan Kelahiran Pertama</strong></p>
<p>Kehamilan pertama saya termasuk lancar, tidak terlalu mual di trimester pertama, rajin periksa ke dokter setiap bulan, selalu mengkomsumsi obat dan vitamin yang diresepkan dokter, posisi dan berat badan bayi Alhamdulillah selalu terkontrol dan berada posisi yang tepat. Belajar mengenai kehamilan dan kelahiran saya lakukan melalui internet. Tidak ada olahraga khusus selain jalan kaki rutin setiap hari kerja dari rumah ke kantor dan dari kantor ke rumah selama masing-masing 30 menit. Asupan makanan cukup saya jaga, buah-buahan menjadi makanan favorit saya karena cukup menyegarkan, dan setelah mencoba minum hampir semua merk susu ibu hamil saya memutuskan untuk tidak mengkonsumsinya kembali dan beralih ke susu murni, karena pasokannya cukup melimpah di Bandung, dan saya suka rasanya J. Puasa ramadhan saya jalani di bulan ke-7 dan bolong 5 hari <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Waktu itu saya tidak membuat birth plan secara tertulis, hanya membuat scenario global saja, jika kehamilan saya tidak ada masalah, saya akan melahirkan di kampong dibantu oleh bidan yang kebetulan rumahnya hanya 500m dari rumah orang tua.</p>
<p> </p>
<p>HPL anak pertama 11 Januari 2006, dan saya putuskan untuk mulai mengambil cuti mulai 7 Januari 2006, mudik ke kampong untuk melahirkan sekaligus merayakan Idul Adha bersama keluarga. Hari selasa, 10 Januari 2006, sebelum berangkat sholat Ied saya mendapat flek coklat dan sedikit lendir darah. Selepas sholat saya memeriksakan diri ke bidan dan beliau mengatakan kemungkinan sekitar 1-2 hari lagi saya akan melahirkan. Beliau mengajari saya senam dan pernafasan yang bermanfaat untuk persiapan nanti melahirkan. Beliau juga berpesan untuk datang ke tempat bersalin jika sudah tidak kuat menahan nyeri kontraksi, selama masih bisa menahan nyeri kontraksi sebaiknya tetap di rumah saja.  Malamnya saya merasakan sedikit kontraksi namun jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari.</p>
<p> </p>
<p>Keesokan paginya, saya diajak ibu saya jalan kaki dengan jarak tempuh yang agak jauh, kontraksi masih sesekali saya rasakan. Dan malam itu mulai pukul 21.00 saya merasakan kontraksinya mulai berbeda, sudah mulai teratur, dan saya pun mulai menghitung jarak antar kontraksi dan lama kontraksi. Pukul 3 saya merasa sudah harus membangunkan orang tua, dan meminta bersiap-siap berangkat ke Bidan. Pukul 4 saya sudah ditempat bu Bidan dan setelah VT … dinyatakan sudah pembukaan lengkap!!. Turun dari tempat tidur pemeriksaan VT, tiba-tiba refleks lutut saya menekuk kemudian ketuban pecah. Segera saya naik ke tempat tidur persalinan dengan posisi tidur/litotomi, dan mulai mengejan sesuai dengan irama kontraksi. Rasanya beberapa kali mengejan tapi bayi belum keluar juga, yang terasa adalah kepala bayi mulai muncul kemudian masuk kembali, namun akhirnya pukul 5 dengan nafas yang cukup panjang akhirnya putri pertama saya lahir juga <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tali pusat diklem kemudian dipotong, dan saya disuntikkan sesuatu, kata bidan untuk merangsang plasenta keluar.</p>
<p> </p>
<p>Hari-hari pasca kelahiran kondisi fisik saya cepat pulih, walaupun ASI keluar namun si kecil jarang minum dan tidak mau bangun kalau dibangunkan, kebetulan saat itu musim penghujan sehingga tidak ada sinar matahari pagi untuk menjemur si kecil. Akhirnya bayi saya kuning dan dirawat selama 3 hari di rumah sakit.</p>
<p> </p>
<p><strong>Kehamilan dan Kelahiran Kedua</strong></p>
<p>Kehamilan kedua saya menyimpan kenangan dan pembelajaran buat saya. Trimester pertama lolos dengan mulus, trimester kedua juga termasuk mulus, hanya saja di bulan ke-6 saya pindah kota ke Yogya dan mulailah ada sedikit gangguan. Saat itu saya berpikir bahwa semua dokter kandungan adalah sama, jadi tidak menjadi masalah kita akan memeriksakan ke dokter kandungan mana. Bulan ke-6 saya memeriksakan diri ke dokter kandungan yang terdekat dari rumah mertua, dan analisa beliau membuat saya cukup terganggu. Janin saya dinyatakan sungsang, dan beliau memberi peringatan jika itu tidak dibenahi maka akan membuat proses persalinan saya sulit bahkan bisa berakhir ke SC.</p>
<p> </p>
<p>Dengan berbekalkan pengalaman kehamilan pertama yang ‘baik-baik saja’ dan proses kelahiran pertama yang menurut saya ‘lancar-lancar saja’, tiba-tiba saya divonis dengan keadaan yang ‘tidak baik’ dan hal itu membuat saya shock. Walaupun sudah berusaha untuk tidak mengindahkan apa kata dokter, tokh janin umur enam bulan memang masih berputar di dalam rahim, pikiran saya mulai terganggu, dan saya putuskan untuk tidak kembali ke dokter yang sama bulan depan. Knee chest position pun menjadi aktifitas rutin di pagi dan malam hari sebelum tidur. Di trimester ketiga saya mencari dokter lain. Karena selalu merasa kurang sreg, saya mencoba periksa ke tiga dokter/bidan yang berbeda, sampai minggu ke-38 saya masih belum memutuskan akan melahirkan dengan dibantu oleh dokter/bidan yang mana.</p>
<p> </p>
<p>Di minggu ke-40 bersamaan dengan hari raya idul fitri, ternyata jadwal semua dokter yang pernah saya kunjungi berubah, tersisa satu dokter di sebuah rumah sakit. Sampai HPL belum ada kontraksi sama sekali. Di minggu ke-41, berdasarkan pemeriksaan USG, ketuban saya dinyatakan tinggal sedikit walau masih cukup untuk bayi, detak jantung bayi masih normal, dan mulai ada pengapuran juga pada plasenta, hal-hal yang cukup membuat pikiran saya bertanya-tanya, “Kenapa ya kok tidak ada kontraksi sama sekali??”. Akhirnya dokter menawarkan untuk induksi, dan saya minta waktu untuk berpikir. Satu hal yang masih saya ingat, saya bertanya kenapa kok kontraksi alami saya tidak muncul, sedang pada anak pertama semua lancer-lancar saja. Dokter hanya bilang “itu karena hormonal bu … susah juga dijelasin kenapa kondisi hormon ibu tidak memunculkan kontraksi”</p>
<p> </p>
<p>Saya Tanya lagi, “Apa yang bisa saya lakukan untuk menstabilkan hormon saya, sehingga bisa muncul kontraksi alami?”</p>
<p>Dokter menjawab “Setiap kehamilan itu berbeda-beda, walaupun terjadi pada ibu yang sama. Jadi kondisi hormone ibu saat ini dengan kehamilan pertama bisa berbeda”</p>
<p>Dan saya pun pulang dengan berbekal obat hormonal yang diresepkan dokter, dengan isi kepala yang runyam penuh pertanyaan dan ketidakpuasan atas jawaban dokter, dan segudang pertanyaan seputar hormone, mengapa ya …. ???.</p>
<p> </p>
<p>Selama dua hari konsumsi obat hormonal, tidak ada perubahan sama sekali, tidak ada kontraksi. Akhirnya suami meminta saya untuk induksi karena khawatir dengan kondisi bayi kami. Perasaan saya kacau sekali saat itu, ingin rasanya menunda induksi, ingin menunggu 2-3 hari lagi, atau kalau boleh seminggu, rasanya masih bisa deh menunggu. Namun karena keluarga khawatir kalau ada apa-apa dengan bayi kami, akhirnya saya pun setuju .. walau dengan berat hati .. untuk melakukan induksi. Dan mulailah rentetan peristiwa itu terjadi …</p>
<p> </p>
<p>Saya datang ke rumah sakit dengan keyakinan penuh bahwa induksi akan berhasil, dan saya pun mulai manjalani alur prosedur sebagai pasien rumah sakit. Setelah menandatangani surat pernyataan, perawat mulai mencukur rambut pubis, melakukan enema, dan memasang infuse, di bangsal yang Cuma bersekat kain, bersama dengan sesame wanita hamil lain dengan kondisi yang berbeda-beda, ada yang tenang, ada yang menangis menyalahkan suaminya, ada juga yang meringis-ringis (mungkin sedang menahan kontraksi). Walaupun tidak nyaman, saya cuek saja, yang penting induksi nanti berhasil. DI ruang bersalin saya dianjurkan untuk tidur saja, menurut perawat supaya nanti tidak kehabisan tenaga waktu mengejan. Setahu saya ada beberapa posisi yang baik dilakukan supaya bayi segera turun ke jalan lahir, kok malah diminta untuk tiduran? Dan saya pun semakin tidak nyaman …</p>
<p> </p>
<p>Tempat tidur dan bantal yang keras tidak bisa membuat saya tidur barang sekejap , apalagi dengan tangan terpasang infuse, dan setiap 30-45 menit ada dokter magang yang memeriksa tekanan darah, temperature, dan kemajuan kontraksi (gimana mau tidur??). Setelah beberapa jam induksi dilakukan saya pun merasakan sedikit kontraksi, tapi kok rasanya berbeda ya dengan kontraksi yang pernah saya alami dulu? Di akhir induksi pertama, perawat melakukan VT, tidak ada pembukaan sama sekali, harapan saya akan keberhasilan induksi pun pupus sudah. Selanjutnya perawat pun menanyakan pada saya dan suami, apakah akan mengulang induksi atau melakukan SC? Menurut perawat, jika induksi pertama tidak menghasilkan pembukaan sama sekali, biasanya jika induksi diulang pun tidak memberikan hal yang berbeda. Saya dan suami pun menyetujui tindakan SC.</p>
<p> </p>
<p>Akhirnya saya pun memasrahkan diri untuk melakukan SC, hal yang benar-benar di luar scenario rencana kelahiran anak saya. Prosedur untuk SC pun mulai dilakukan mulai dari puasa makan dan minum, pemasangan kateter, mengganti baju dengan baju operasi, bius setengah badan, dan operasi pun dimulai di ruang operasi yang dingin. Yang saya ingat adalah badan serasa bagaikan mobil yang sedang dibengkelkan untuk mengeluarkan si bayi, dan tangisan putra ke-2 saya pun terdengar. Tidak ada IMD saat itu, sama sekali tidak terpikir IMD karena semua di luar scenario. Saya pun hanya diijinkan mengecup putra saya sebelum dibawa ke ruang bayi, dan saya pun mulai tertidur (mata berat sekali, namun telinga masih bisa mendengar) karena hidung mulai mampet akibat ruang operasi yang dingin sekali, sembari dijahit bekas luka SCnya. Pasca operasi saya sempet menggigil walau sudah keluar dari ruang operasi.</p>
<p> </p>
<p>Hari-hari pasca kelahiran cukup menyulitkan untuk saya karena pergerakan badan terbatas akibat luka bekas operasi, namun sangat bahagia karena si kecil mau dan cukup antusias menyusu. Alhamdulillah si kecil tidak mengalami kuning seperti pada kakaknya dulu.</p>
<p> </p>
<p><strong>Kehamilan dan Kelahiran Ketiga</strong></p>
<p>Berbeda dengan kehamilan pertama dan kedua yang direncanakan waktunya, kehamilan ketiga hadir satu tahun lebih cepat dari rencana J ketika anak kedua saya berumur 1 tahun 4 bulan. Saya masih ingat betul, di bulan maret 2011 saya melihat foto-foto bayi temen saya Irwan/Uun, suami dari ibu Dyah/Prita. Saya terinspirasi untuk mempelajari home birth &#8211; water birth walaupun saat itu belum hamil (belum tahu kalau sudah hamil tepatnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), juga banyak membaca website, account facebook dan fan page bidan kita milik mbak Yesie Aprillia. Dan ups …. di bulan April saya sudah hamil 10 minggu.</p>
<p> </p>
<p>Kehamilan ketiga ini saya menginginkan persalinan normal dengan alasan recovery yang lebih cepat, dan lebih nyaman untuk ibu dan bayi. Dari membaca artikel di website bidan kita, mengikuti posting di fb bidan kita, melihat dan membaca semua foto dan ulasan seputar foto di bidan kita, saya mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan yang tidak terjawab di kehamilan saya sebelumnya J Saya mengakui walaupun sudah dua kali melahirkan ternyata masih banyak yang perlu saya pelajari mengenai kehamilan, kelahiran, dan parenting. Tapi tidak ada kata terlambat untuk belajar, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.</p>
<p> </p>
<p>Disaat hamil ke-3 saya berdomisili di Batam, Kepulauan Riau. Saya pun mulai melakukan kontak dengan pemilik situs bidan kita, mbak Yesie Aprillia, mengenai water birth – gentle birth dan kemungkinan untuk melakukannya di Batam. Berhubung sampai saat itu belum ada kemungkinan untuk melakukannya di Batam, solusi yang paling mudah adalah melakukannya di Klaten, di klinik Bidan Kita. Kebetulan mertua saya berdomisili di Yogyakarta, hanya 30-60 menit dari Klaten. Yang terbersit di benak saya saat itu adalah “Saya akan melahirkan si kecil di Bidan Kita Klaten”. Dan entah mengapa, satu demi satu muncul kebetulan yang semakin mendekatkan saya untuk mewujudkan keinginan saya itu. Di situlah saya mulai mempercayai “your wish is my command”, alam membawa saya ke sebuah scenario terbaik untuk saya dan keluarga.</p>
<p> </p>
<p>Di akhir bulan Juli, umur kehamilan 23 minggu, saya resmi hijrah ke kota Yogyakarta, dan bertandang ke tempat mbak Yesie, impresi pertama saat melihat beliau adalah “she is different !!”, sama sekali tidak ada perasaan tidak sreg yang saya jumpai ketika bertemu dengan dokter kandungan. Untuk kehamilan kali ini saya bertekad hanya berkunjung ke dokter kandungan sebanyak tiga kali , masing-masing sekali untuk setiap trimester. Trimester pertama untuk mengetahui perkembangan embrio dan HPL berdasarkan USG, saya lakukan di minggu ke-10. Trimester kedua untuk mengetahui perkembangan janin, cek jenis kelamin, sekaligus meminta surat keterangan sehat sebagai syarat terbang dari Batam ke Yogya, saya lakukan di minggu ke-23. Trimester ketiga untuk mengecek kondisi bayi dan bekas luka SC untuk persiapan melahirkan. </p>
<p> </p>
<p>Selanjutnya saya mengikuti kelas hypnobirthing.Saya dan suami belajar kembali dari awal mengenai serba serbi kehamilan. Jujur lho … banyak informasi yang terlewatkan di kehamilan sebelumnya dan semua pertanyaan yang sebelumnya tidak terjawab pun akhirnya terjawab <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk menjaga berat badan bayi dalam kisaran yang diinginkan, saya melakukan diet karbohidrat, lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah, juga bervisualisasi berat badan bayi saya antara 2.5 – 3 kg, kalimat afirmasi favorit saya “My baby is the perfect size for me” <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Saya pun rutin mengikuti kelas hypnobirthing, melakukan relaksasi, berafirmasi, berlatih tai chi (hanya berbekal melihat video panduannya), berlatih yoga (setelah mengikuti kelas yoga), dan terakhir merembet ke belajar self healing <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p> </p>
<p>Kebetulan saya memiliki masalah dengan latihan relaksasi karena saya tipe orang yang logis dan analitis, mencari sebab dan akibat, apa dan mengapa, intinya … kebanyakan mikir <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Ternyata saya juga menyimpan trauma yang tersimpan di bawah sadar dan berakibat saya susah untuk rileks. Dan saya pun kembali mendapatkan jawaban untuk masalah saya tersebut yaitu self healing. Ketika saya mencari tahu tentang self healing melalui internet, mesin pencari membawa saya ke situs Reza Gunawan dan mendapati ada jadwal pelatihan self healing di Yogyakarta di bulan September . Kebetulan yang sangat menyenangkan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  , saya pun langsung mendaftarkan diri, mengikuti pelatihan dan mempraktekkannya.</p>
<p> </p>
<p>Saya simpulkan, semua yang saya pelajari mulai dari relaksasi, afirmasi, visualisasi, tai chi, yoga, dan self healing sangat bermanfaat untuk saya, sangat terasa bedanya. Saya senang dengan kehamilan saya, lebih enjoy dengan diri saya dan kehidupan sehari-hari (terutama mengurus dua anak sambil hamil, suami tidak dapat mendampingi karena bekerja di luar kota). Kondisi fisik senantiasa bugar, dan saya tahu kapan saya harus melakukan apa (misal: makan atau istirahat) karena semakin peka dengan alarm tubuh. Kondisi pikiran jadi lebih tenang. Puasa ramadhan di bulan ke-7 juga saya jalankan, dan yang membuat saya surprise … puasa kali ini tidak ada yang bolong!. Masalah fisik yang biasanya terjadi di trimester ketiga juga terselesaikan dengan mudah, pegal punggung/pinggang hilang, kaki tidak bengkak, tidur lebih nyenyak. Begitu saya bisa merasakan bayi posisinya sudah turun dan merasakan adanya gelombang rahim, saya pun semakin tenang dan yakin bahwa semua yang saya lakukan adalah benar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Alam membawa saya semakin dekat dengan kehadiran bayi saya.</p>
<p> </p>
<p>Saya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan di minggu ke-39 ke seorang dokter yang direkomendasikan bidan saya. Tujuan kunjungan ke dokter kali ini adalah untuk mengetahui apakah kondisi dan posisi bayi baik, adakah lilitan tali pusat, berapa berat badan bayi, dan bagaimana kondisi bekas luka operasi SC sebelumnya. Saya hanya mendapat 3 jawaban dari sekian pertanyaan yang saya ajukan. Kondisi bayi baik dan posisi sudah benar (posisi kepala), berat badan bayi kecil (2.2 kg berdasarkan USG), terdapat ‘defect’ atau bekas luka yang penyembuhannya tidak sempurna pada bekas luka operasi sebelumnya. Dan pertanyaan terakhir saya “apakah saya bisa dan aman untuk melahirkan normal? (saya sudah sesekali merasakan gelombang rahim walaupun belum teratur)” dijawab dengan “lebih aman SC lagi karena ada defect pada luka sebelumnya”.  </p>
<p> </p>
<p>Pulang dari dokter malam itu saya bertemu dengan suami yang baru dijemput dari bandara. Hasil pertemuan dengan dokter saya sampaikan semua. Suami menyerahkan keputusan pada saya, meminta agar saya berkomunikasi lagi dengan bayi dengan jalan apa bayi ingin hadir. Feeling saya mengatakan bahwa tubuh saya masih bisa, dan tubuh pun memberikan tanda-tandanya menuju ke persalinan normal, si kecil pun semakin bergerak ke bawah. Dini hari itu juga, mulailah terjadi gelombang rahim yang teratur. Saya pun mengkonfirmasi pada mbak yesie apakah itu adalah tanda-tanda yang benar sekaligus menentukan kapan saya berangkat ke klaten.</p>
<p> </p>
<p>Akhirnya pagi hari itu, setelah sholat subuh, saya dan suami berangkat ke Klaten. Musik David Foster mengiringi perjalanan kami untuk membuat kami lebih rileks, waktu itu suami tegang <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  karena masih agak ngantuk (baru tidur 2 jam), masih jet lag, nyetir membawa istri yang sedang bergelombang rahim pula. Begitu sampai di klinik Bidan kita, setelah dicek ternyata sudah pembukaan tujuh. Kolam pun segera disiapkan, saya menunggu sambil bergoyang inul ria dengan bola kelahiran, sambil bervisualisasi bayi semakin turun dan turun ke bawah. Tiba-tiba terasa sensasi seperti ingin BAB. Dan ternyata, setelah dicek …. sudah pembukaan lengkap!!!  Saya pun masuk ke kolam, melanjutkan goyang inul untuk menurunkan bayi ke posisi crowning, dengan posisi menghadap dinding kolam. Kemudian saya berganti posisi dengan duduk bersandar pada kolam untuk menyambut keluarnya bayi. Saya mengejan beberapa kali. Begitu bayi keluar, saya angkat dan tempelkan ke dada, segera diselimuti dan diberi topi. Bahagiaaa rasanya menyambutnya dengan cara seperti itu. Begitu plasenta keluar saya pun keluar dari kolam, dilanjutkan dengan IMD yang absen pada kelahiran anak pertama dan kedua. Sekitar satu jam si kecil merangkak di atas badan dan akhirnya sukses menemukan puting susu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p> </p>
<p>Saya memutuskan untuk Lotus Birth, membiarkan tali pusat tetap terhubung dengan bayi sampai akhirnya terputus sendiri. Dan saya saksikan sendiri, tali pusat mulai mengering dan akhirnya terputus pada hari ke-3. Takjub melihatnya !! Ternyata proses alami tanpa memotong tali pusat justru lebih cepat puput, padahal biasanya butuh waktu kira-kira seminggu untuk puput tali pusat. Dan saya pun pulang ke rumah dengan membawa banyak cerita, VBAC, menerapkan prinsip gentle birth dengan water birth dan lotus birth menjadi kenyataan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>                                                      *             *            *</p>
<p> </p>
<p>Indah sekali bukan? Bunda Irma adalah seorang wanita yang hebat, tapi dia hanyalah manusia biasa, sama seperti saya dan anda&#8230;so kalau dia bisa VBAC, mengapa anda tidak?</p>
<p> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourdropbox.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourdropbox.wordpress.com/1222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourdropbox.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourdropbox.wordpress.com/1222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourdropbox.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourdropbox.wordpress.com/1222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourdropbox.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourdropbox.wordpress.com/1222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourdropbox.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourdropbox.wordpress.com/1222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourdropbox.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourdropbox.wordpress.com/1222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourdropbox.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourdropbox.wordpress.com/1222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1222&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/12/18/vbac-yes-you-can/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69f1cdb34d7e980edd5033153f9ed1cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zuni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/12/vbaclove1.jpg?w=590" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Discovery Home &amp; Health Saluran Penebar Rasa Syukur</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/18/discovery-home-health-saluran-penebar-rasa-syukur/</link>
		<comments>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/18/discovery-home-health-saluran-penebar-rasa-syukur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 14:33:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanita n Zuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[bayi kembar]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[surviving motherhood]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ourdropbox.wordpress.com/?p=1163</guid>
		<description><![CDATA[Saat masih di Jakarta, saya sering menghabiskan waktu bersama newborn Yusuf seharian sambil menonton program tv berlangganan. Saya suka sekali channel Discovery Home &#38; Health yang isinya rata-rata reality show dunia parenting. Saya suka acara-acaranya, karena dekat dengan dunia sehari-hari saya sebagai seorang ibu. Beberapa acara yang selalu saya ikuti antara lain Baby Story, Surviving [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1163&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/11/disc-home-n-health.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/11/disc-home-n-health.jpg?w=535" alt="" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2011/11/disc-home-n-health.jpg"   /></a></p>
<p>Saat masih di Jakarta, saya sering menghabiskan waktu bersama newborn Yusuf seharian sambil menonton program tv berlangganan. Saya suka sekali channel Discovery Home &amp; Health yang isinya rata-rata reality show dunia parenting. Saya suka acara-acaranya, karena dekat dengan dunia sehari-hari saya sebagai seorang ibu. Beberapa acara yang selalu saya ikuti antara lain <b>Baby Story, Surviving Motherhood, Making Room for Triplets, 19 Kids and Counting</b> , dsb. Paling antusias kalau melihat Baby Story, berhubung passion terkini saya adalah dunia melahirkan dengan lembut minim trauma. Baby Story mengisahkan pasangan-pasangan muda yang akan menjadi orangtua, bagaimana kegiatan sang Ibu sehari-sehari menjelang persalinan hingga saat bayi lahir. Variatif sekali jenis persalinan di Baby Story ini: normal, normal dengan induksi dan epidural, normal homebirth, bahkan cesar. Pesan dari acara ini adalah semua proses kelahiran bayi sungguh menakjubkan. Namun buat yang belum pernah melahirkan, saya sarankan jangan sering-sering menontonnya. Banyak adegan menunjukkan ekspresi ataupun suara si ibu yang lumayan &#8216;horor&#8217;, sedangkan dokter-dokternya juga memberi instruksi untuk mengejan dengan menggunakan aba-aba keras (udah kaya pelatih baseball nyemangatinnya, heboh&#8230;). Takutnya nanti anda malah seram dan tersugesti negatif jadinya.</p>
<p>Kalau <em>Surviving Motherhood</em> isinya adalah sekumpulan ibu yang menyempatkan diri selama satu jam untuk bertemu di satu cafe sambil membawa anak-anaknya. Mereka ngopi, sarapan ala bule, bercengkerama, bertukar pikiran mengenai masalah-masalah parenting apa saja yang mereka hadapi. Ya kalo di Duri sini kurang lebih mirip-mirip sama kelas parentingnya Bunda Wita lah. Di sini saya menemukan berbagai problem orang tua di US yang unik-unik, ada yang anaknya nuakal banget suka jerit-jerit, ada yang umur 5 tahun masih belum bisa potty training karena ternyata dia trauma pernah sembelit dan pupnya sakit sekali, ada ibu bekerja yang baru sampai rumah pukul 8 malam dan masih harus mengurus anak-anaknya tanpa asisten sama sekali. Wuiiiih nonton ini jadi bengong sendiri, orang tua itu hebat-hebat yah! Di akhir acara selalu ada <em>&#8216;Tips from The Expert&#8217;</em> dari para psikolog, DSA, ataupun pakar pendidikan yang memberikan solusi masalah atau jalan tengah yang terbaik kalau ada dua kubu yang bertolak belakang. Selama ini saya tahunya cuma acara Super Nanny dan Nanny 911 saja, ternyata di Disc Home &amp; Health ada yang lebih seru ternyata&#8230;</p>
<p>Nah&#8230;yang paling mengetuk pintu rasa syukurku adalah acara yang berbau anak kembar/ anak banyak. <em>Making Room for Triplets</em> contohnya, menggambarkan keseharian orangtua dari bayi kembar tiga, mulai dari masih di kandungan sampai setelah lahir pulang dari Rumah Sakit. Wow&#8230;.rempong dan heboh, kerepotanku dikali 3, gak bisa kebayang lelah dan capeknya. Apalagi kembar 3 biasanya lahir (atau terpaksa harus dilahirkan) prematur, lebih ringkih dan <em>challenging</em>. Ada tangisan disana-sini, popok kotor disana-sini. Wedeeewww&#8230;.sungguhlah masalah dan kerepotanku gak ada apa-apanya dibanding mereka. Ya ujung-ujungnya jadi bersyukur&#8230; Dan jadinya malu sama Allah dan para ortu hebat yang ada di tv itu kalo saya gampang banget ngeluh cape dan stres. Kagum sama orang bule yang bagus banget manajemen teknis dan manajemen emosinya dalam menghadapi anak&#8230;kerja tim antara ayah dan ibu juga oke banget. Mereka gak terlalu &#8216;mikir&#8217; atau nanya &#8216;kenapa juga harus gw yang dikasih anak triplets Tuhan?&#8217;. Mereka lebih banyak bertindak. Entah apa maksud dari Disc Home &amp; Health menampilkan keluarga-keluarga besar yang &#8216;tidak biasa&#8217;, mulai dari kembar 2 sampai kembar 6. Apakah sengaja ingin memberi efek dramatis agar penontonnya membatasi hanya punya 2 anak saja? Atau justru malah sebaliknya? Hmm&#8230;</p>
<p>Pelajaran bisa dipetik dari mana saja. Salah satunya dari acara-acara TV yang mendidik. Discovery Home and Health bisa memberikan kita banyak pelajaran menjadi orangtua, berkaca melalui kehidupan dan masalah keluarga lain di belahan dunia lain. Semoga bisa terus dan terus belajar jadi ortu yang baik, karena sekolah dan kuliahku tidak pernah mengajarkan hal ini.
<p>@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourdropbox.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourdropbox.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourdropbox.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourdropbox.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourdropbox.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourdropbox.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourdropbox.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourdropbox.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourdropbox.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourdropbox.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourdropbox.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourdropbox.wordpress.com/1163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourdropbox.wordpress.com/1163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourdropbox.wordpress.com/1163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1163&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/18/discovery-home-health-saluran-penebar-rasa-syukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69f1cdb34d7e980edd5033153f9ed1cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zuni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/11/disc-home-n-health.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2011/11/disc-home-n-health.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gentle Birth Untuk Semua</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/06/gentle-birth-untuk-semua/</link>
		<comments>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/06/gentle-birth-untuk-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 15:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanita n Zuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/06/gentle-birth-untuk-semua/</guid>
		<description><![CDATA[Inilah grup favoritku di facebook. Dibentuk oleh Dyah Pratitasari, editor sebuah majalah kesehatan, ibu dua anak, penulis buku dan pemerhati s̶a̶y̶u̶r̶ ̶m̶a̶y̶u̶r̶ kesehatan hihi peace ya mba. Usia kandunganku 8 bulan waktu mbak Prita mulai meng-add member satu persatu, dan kini membernya sudah ribuan! Subhanalloh, semua pakar Gentle Birth tumplek blek ada di sini, ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1160&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah grup favoritku di facebook. Dibentuk oleh Dyah Pratitasari, editor sebuah majalah kesehatan, ibu dua anak, penulis buku dan pemerhati s̶a̶y̶u̶r̶ ̶m̶a̶y̶u̶r̶ kesehatan hihi peace ya mba. Usia kandunganku 8 bulan waktu mbak Prita mulai meng-add member satu persatu, dan kini membernya sudah ribuan! Subhanalloh, semua pakar Gentle Birth tumplek blek ada di sini, ada Dyah Pratitasari herself, bidan Yesie Aprilia, Dynamic duo couple Reza Gunawan Dee Lestari, dynamic duo ibu-anak hypnobirthing hypnobreastfeeding Lanny Kuswandi Fonda Kuswandi, dan dynamoc duo bidan ibu-anak Tantri dan Tantri Maharani Setyorini, obgyn pro normal dr.Harijasa Sanjaya SpOG, pakar spiritual Bapak Sony, the great teacher Ibu Robin Lim dan semua klien-klien waterbirth nya. Ruameeee, asiiik. Semua member diperlakukan sama, semua adalah guru bagi yang lain, semua boleh sharing apa saja asal sesuai peraturan dasar dan tidak OOT. Banyak pelajaran di dapat dari kisah-kisah seru persalinan para member yang masing-masing unik dan indah. Saat saya sudah lewat due date dan &#8216;semedi&#8217;; semua di grup selalu support dan percaya bahwa saya bisa, positif banget pokoknya. Cerita sukses gentle birth bermentalan dari satu member ke member lainnya seperti bouncy ball, habis menclok ke satu, menclok juga ke yang lain. Virus itu seperti bergentayangan kemana-mana, di rumah, di RS, di klinik bersalin, dia merayap dan merasuki para pelakunya, para ibu yang berjuang. Yang tadinya waterbirth/home birth/lotus birth itu langka, kini jadi biasa. Ada juga yang sukses melakukan gentle birth di Rumah Sakit biasa. Alhamdulillah&#8230;energi grup ini besar sekali efeknya buat orang-orang yang ada di dalamnya. Very contagious.</p>
<p>Di grup ini saya jadi tahu kisah seorang bidan survivor cancer yang sukses melahirkan dengan GC (istilah yang saya buat sendiri, Gently Cesarian), padahal dulunya dia divonis tidak akan bisa hamil dan melahirkan dengan selamat.</p>
<p>Ada seorang ibu yang sukses melahirkan dengan lembut, disaat dia sedang menderita demam tinggi. Subhanalloh anaknya sehat, dan ibunya juga bisa pulang setelah beberapa hari dirawat.</p>
<p>Ada yang meluapkan kegembiraannya untuk melahirkan di Bumi Sehat, jauh-jauh dibelain dari Papua, karena sang janin telah dinanti selama 8 tahun. Sekarang sedang menunggu kelahiran dengan lembut (hello mbak Tjandra, may Allah SWT bless you with an easy breezy labor at Bumi Sehat).</p>
<p>Ada yang melahirkan dengan selamat setelah pecah ketuban selama 4 hari 3 malam, hello mbak Diyan dan Seth Krishna&#8230;you are amazing.</p>
<p>Ada yang bisa nekat tiba-tiba minta dokternya menunda pengekleman tali pusat, hanya dengan spontan bilang &#8216;Jangan dipotong dulu dok!!! Kerjain yang laen!!!&#8217; (Maap ya mbak kalo kata-kata yang kugunakan ternyata salah, kurang lebih begitu kan ya?) Hebaaat bunda Hermai, terbukti bahwa kebawelan dan kegalakan yang disengaja ternyata mampu membuat siapapun takluk <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Dan keajaiban-keajaiban member lain yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Bahagia rasanya, mereka semua saya anggap keluarga. Semoga member-member baru makin banyak, dan makin tertular untuk positive thinking. Mohon maaf ya kalau mungkin beberapa bulan ini saya akan jarang-jarang nongol di wall. Sudah kembali ke hutan, tidak ada mama, dan total sibuk-sibuk bahagia mengurus keluarga. Tapi spirit saya akan selalu ada untuk GBUS. Love u all.
<p>@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourdropbox.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourdropbox.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourdropbox.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourdropbox.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourdropbox.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourdropbox.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourdropbox.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourdropbox.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourdropbox.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourdropbox.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourdropbox.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourdropbox.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourdropbox.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourdropbox.wordpress.com/1160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1160&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/06/gentle-birth-untuk-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69f1cdb34d7e980edd5033153f9ed1cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zuni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Pelajaran Berharga dari Sang Ibu</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/06/sebuah-pelajaran-berharga-dari-sang-ibu/</link>
		<comments>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/06/sebuah-pelajaran-berharga-dari-sang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 14:49:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanita n Zuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gentle Birth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/06/sebuah-pelajaran-berharga-dari-sang-ibu/</guid>
		<description><![CDATA[Impian saya bertemu ibu Robin Lim terjadi juga, senangnya bukan main. Semenjak lama saya tuh berusaha mencari celah untuk pergi ke Bali demi menemui beliau, namun selalu saja batal. Sosoknya yang begitu anggun sekaligus magis, rentetan cerita persalinan menakjubkan yang dia tangani, membuat siapapun pasti penasaran ingin bertatap muka dengannya. Kalau saya ketemu Ibu Robin, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1158&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/11/bersama-ibu.jpg"><img class="alignnone size-full" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2011/11/bersama-ibu.jpg" src="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/11/bersama-ibu.jpg?w=535" alt=""   /></a></p>
<p>Impian saya bertemu ibu Robin Lim terjadi juga, senangnya bukan main. Semenjak lama saya tuh berusaha mencari celah untuk pergi ke Bali demi menemui beliau, namun selalu saja batal. Sosoknya yang begitu anggun sekaligus magis, rentetan cerita persalinan menakjubkan yang dia tangani, membuat siapapun pasti penasaran ingin bertatap muka dengannya. Kalau saya ketemu Ibu Robin, saya cuma ingin bilang terimakasih dan ingin memeluknya. Eh, ternyata sudah disiapin jalannya sama Allah&#8230; Oktober kemarin Ibu dan tim Bumi Sehat datang ke Jakarta untuk melakukan beberapa liputan di media cetak dan elektronik berkenaan dengan dinobatkannya beliau sebagai salah satu dari 10 kandidat CNN Heroes 2011. Hebatnya lagi, Jumat siang itu dengan spontan (namanya rejeki yang datang tiba-tiba dan dari arah yang tidak disangka-sangka) saya membaca di twitter bahwa beliau akan sharing Gentle Birth di acara OBSAT (Obrolan Langsat). Ya Allah&#8230;.beneran harus dateng ini! Life Signs banget&#8230;langsung saya bilang mama kalau ingin menitipkan Yusuf malam itu. Semua serba buru-buru, pesan taksi, kasih tau ke semua member grup GBUS kalo ibu Robin mau talk show, mandiin sore anak-anak, mandi-dandan, sholat Maghrib, berangkat ke TKP. Hujan dan macet total akibat proyek gorong-gorong kutebas dengan semangat 45. Sedihnya adalah, aku jadi nggak sempat kepikiran bawain apa-apa buat Ibu Robin <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jam 6 sore berangkat dari rumah, setengah 8 sampai di Jl. Langsat tempat berlangsungnya acara. Masih sepi, modal nekat nggak kenal siapa-siapa. Mbak Dyah Pratitasari masih terjebak macet di jalan. Pas saya duduk di tempat yang kosong, eh Ibu Robinnya langsung terlihat. Deg&#8230;.deg&#8230;.deg, biasanya cuma lihat di youtube, gambar, dan liputan, sekarang dia di depan mata, woooowww, nervous hihi. Kuhampiri dia, kuperkenalkan diri saya, dan kupeluk dia. Simpel! Sama sekali tidak mengintimidasi, dia terasa seperti seorang ibu biasa, ramah sekali. Namun tetap saja saya speechless. Setelah tahu cerita saya melahirkan Yusuf, dia bilang &#8216;You did well, I love Yesie, she&#8217;s great&#8217;. Di situ saya juga kenalan dengan Lakota Moira anak keempatnya Ibu Robin, orang-orang dari @selamatkanibu, dan akhirnya ketemu langsung sama @Fun_Nich dan suaminya, seruuu.</p>
<p>Saat acara dimulai, dokter @sophie_hage sang moderator sekaligus founder @selamatkanibu memperkenalkan profil Ibu Robin dan Yayasan Bumi Sehat. Ibu Robin pun bercerita tentang bagaimana Bumi Sehat didirikan, bagaimana kisah-kisah persalinan yang ada di sana, dan halangan-halangan yang beliau alami selama bekerja sukarela di Bali. Kurang lebih beberapa kutipan ini yang saya ingat.</p>
<p>&#8216;Banyak dokter bilang kami ini mengambil jatah nasi mereka, karena yang harus SC banyak yang bisa normal di tempat kami. Tapi kami jawab mending kami yang ambil jatah nasi mereka, daripada mereka ambil jatah nasi rakyat miskin&#8217; *jleb, mantep bu jawabannyah*</p>
<p>&#8216;Kupu-kupu malam yang terpaksa hamil, tidak punya suami, kemana lagi mereka harus melahirkan tanpa dipungut biaya? Siapa yang mau menangani mereka tanpa pandangan menghakimi? Ya cuma di Bumi Sehat&#8217; Coba dipikir, betapa luasnya cinta kasih orang-orang Bumi Sehat, yang mau menolong persalinan seorang PSK, yang kita tidak tahu dia membawa penyakit apa, tapi kalau niatnya untuk menolong&#8230;ya pasti dilindungi Allah deh dari penularan penyakit apapun. Pastinya untuk kasus ini si pasien harus melewati screening tes dulu ya kayanya, untuk mencegah penularan penyakit-penyakit tertentu kepada bayinya.</p>
<p>Di antara semua ilmu-ilmu yang beliau bagi selama 2 jam itu, yang paling berkesan buat saya adalah cerita tentang Eliana. Eliana adalah anak ke-8 ibu Robin yang kini berusia 4 tahun. Eliana diadopsi dari keluarga kurang mampu, pada waktu itu sang Ibu biologis merasa tak mampu membesarkan Eliana karena suda repot dengan kedelapan anaknya yang lain. Pasca bersalin, Eliana selalu saja dibawa kembali ke Bumi Sehat karena rewel, kesehatannya bermasalah, atau ibunya <em>post partum depression</em>. Sejak hamil, sepertinya Eliana sudah merasa agak tidak diinginkan. Ibu Robin pun iba dan memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak. Semua orang di sekelilingnya heran, tidak habis pikir, kok mau ya merawat anak orang Kampung yang tidak jelas riwayatnya. Ada juga yang bilang, anak yang sejak dalam kandungan kurang nutrisi itu bisa jadi nantinya jadi bodoh. Ibu Robin tidak gentar, dia percaya tidak ada yang tidak mungkin. Dengan limpahan cinta, semua anak akan tumbuh sempurna. Di tahun pertama, beliau sungguh berjuang dengan kondisi Eliana yang penuh trauma, rewel terus menerus, menangis tiap malam, dan harus minum sufor karena tidak ada donor ASI yang <em>stand by</em> di Bumi Sehat (semua pasien bersalin langsung pulang ke daerah masing-masing). Di usia 50 tahun, ibu Robin kembali menjadi new mom, memberikan cinta tulus kepada anak yang bukan darah dagingnya. Sungguh mulia&#8230;</p>
<p>Setelah lewat masa-masa berat itu, bergelut dengan bayi yang &#8216;challenging and demanding&#8217;, akhirnya Eliana benar-benar tumbuh menjadi anak yang cemerlang luar biasa. &#8216;She&#8217;s very intelligent, you can see it from her eyes&#8217; ujarnya bangga. Di talk show itu beliau memang concern sekali dengan karancuan makna gentle birth, gentle birth bukan harus normal/vaginal birth. Buat yang terlanjur SC (atau harus SC), anak anda pun akan sama bahagianya dengan yang lain jikalau dia mandapatkan cukup kasih sayang. <em>All trauma can be healed</em>, itu pelajaran yang diberikan seorang Eliana. Bahagia banget deh saya malam itu, bisa mendapatkan energi dan ilmu dari seorang Ibu Robin. Beliau sudah kasih blessing kalau suatu saat nanti saya beneran jadi doula. Tambah banyak deh yang ngomporin untuk beneran &#8216;terjun&#8217; di dunia per-doula-an hehehe. Suatu saat nanti deh.</p>
<p>Next, apa ya Nut&#8230; Ketemu Bidan Mira di Bali&#8230;dan Ibu Elena Tonetti ah, mauuuuu.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width:1034px;"><a href="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/11/talkshow-ibu-robin.jpg"><img class=" alignleft" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2011/11/talkshow-ibu-robin.jpg" src="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/11/talkshow-ibu-robin.jpg?w=614&#038;h=461" alt="Sharing Gentle Birth" width="614" height="461" /></a></div>
<p>@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourdropbox.wordpress.com/1158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourdropbox.wordpress.com/1158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourdropbox.wordpress.com/1158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourdropbox.wordpress.com/1158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourdropbox.wordpress.com/1158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourdropbox.wordpress.com/1158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourdropbox.wordpress.com/1158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourdropbox.wordpress.com/1158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourdropbox.wordpress.com/1158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourdropbox.wordpress.com/1158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourdropbox.wordpress.com/1158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourdropbox.wordpress.com/1158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourdropbox.wordpress.com/1158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourdropbox.wordpress.com/1158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1158&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/11/06/sebuah-pelajaran-berharga-dari-sang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69f1cdb34d7e980edd5033153f9ed1cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zuni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/11/bersama-ibu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2011/11/bersama-ibu.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/11/talkshow-ibu-robin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2011/11/talkshow-ibu-robin.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MASIH SETIA BERPOPOK KAIN</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/20/masih-setia-berpopok-kain/</link>
		<comments>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/20/masih-setia-berpopok-kain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 03:09:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanita n Zuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[About #2ndbaby]]></category>
		<category><![CDATA[Diapers]]></category>
		<category><![CDATA[ananndapers]]></category>
		<category><![CDATA[baby kicks]]></category>
		<category><![CDATA[celana lampin]]></category>
		<category><![CDATA[cycles detergent]]></category>
		<category><![CDATA[econobums]]></category>
		<category><![CDATA[fuzzibunz]]></category>
		<category><![CDATA[jemuran popok]]></category>
		<category><![CDATA[thirsties duo wrap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/20/masih-setia-berpopok-kain/</guid>
		<description><![CDATA[diaper laundry for a day Masih setia berpopok kain untuk anak kedua. Enak sekali karena punya kakaknya hampir semua masih layak pakai, belanja clodi baru jadi nggak bikin dompet kurus banget Belanja clodi baru paling hanya tipe untuk size newborn (prefold, cover, snappi, dan Charlie Banana one size 0pocket). Ternyata emang bener, newborn itu cocok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1152&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width:160px;"><a href="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/10/jemuran-popok.jpg"><img class="size-full aligncenter" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2011/10/jemuran-popok.jpg" src="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/10/jemuran-popok.jpg?w=535" alt="diaper laundry for a day"   /></a></p>
<p class="wp-caption-text">diaper laundry for a day</p>
</div>
<p>Masih setia berpopok kain untuk anak kedua. Enak sekali karena punya kakaknya hampir semua masih layak pakai, belanja clodi baru jadi nggak bikin dompet kurus banget <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Belanja clodi baru paling hanya tipe untuk size newborn (prefold, cover, snappi, dan Charlie Banana one size 0pocket). Ternyata emang bener, newborn itu cocok banget sama prefold (bisa tetra, alas ompol garis2, atau keluaran merk ternama) yang dikaitkan dengan snappi, terus ditutup petite cover&#8230;.cara ini disebut juga sistem all in two. Kesampean deh nyobain pakai prefold dan snappi, karena dulu jaman Baim belum ada yang jual, semua seller jualnya tipe pockeeeet terus. Dagangan ananndapersku pun waktu Yusuf masih NB belum ada yang kepake. Naah baru minggu-minggu ini aja sudah bisa dikasih ekstra serap batik S, okee, gak bocor. Karena saya nggak fanatik2 amat menyuarakan go green dan cloth diapering, jadi di rumah tetap selalu ada dispo diaper sedikit, jaga-jaga kalau pergi lama dan jauh, atau kalau hujannya lagi sering. Tapi sejauh ini amaaan nggak ada kejadian kehabisan popok, karena stok lumayan banyak dari segala merk, impor maupun lokal, assorted banget seperti di foto jemuran saya di atas.. Selama pakai clodi, cucian mbak di rumah jadi sedikit, karena clodi tuh (apalagi yang impor USA) tahan lama banget melebihi pampers, asli gak boong. Kejadian berulang-ulang Yusuf selalu bablas tidur dengan clodi masih dari mandi sore tadi, baru saya ganti jam 3 pagi, kulitnya masih kering tanpa iritasi. Oh iya, selama 2 bulan ini setiap pagi saya mencuci sendiri clodi-clodi Yusuf pakai <strong>Cycles</strong> yang free dari enzim-pemutih-pewangi-residu-dsb, ternyata worthed lho&#8230;ngebilasnya gak perlu lama banget berulang-ulang kaya kalo pakai Rinso, residu gak ada yang tertinggal, makin enaklah itu dipakai baby. Hemat waktu, hemat uang juga, karena satu wadah liquid detergent yang gede banget itu bisa dipakai 2 bulan&#8230;dan kalau pake Cycle, udah nggak perlu stripping lagi.</p>
<p>Nah kakaknya, si Baim di usianya yang 2 tahun 4 bulan kalau siang masih asik ber-ekstra serap batik-ria. Kalau mau tidur baru terpaksa dipakein disposable (daripada eyang-eyangnya ngomel keompolan). Potty training nya Baim baru sebatas pup aja, tiap mules pingin pup dia akan bilang &#8216;e*g di kloset! E*g di kloset!&#8217; Baru deh kita buru2 ke kamar mandi pasang potty extension, terus dia akan pup sambil menghitung pup yang jatoh hiiiihi &#8216;plung&#8230;.one eeg,plung&#8230;.two eeg, plung&#8230;..three eeg&#8217;, lucuuuuu. Sambil dia pup, kita disuruh nungguin nongkrong sambil bengong, ngedeprok di kursi dingklik, terus dia dongengin kita &#8216;Jadi ya&#8230;ada airplane, terus helikopter, terus fire engine, semuanyaaa besar sekali&#8230;.gituuu!&#8217; Wealah lee&#8230; (-_-&#8221;)</p>
<p>Tapi kalo untuk soal pipis, masih nggak dhong nih anakku, feelingku sih karena menurut dia pipis itu sensasinya nggak njijik&#8217;i kaya pup, dia hanya merasa basah, tapi nggak risih. Jadilah saya belum sanggup kalau untuk pakein dia CD dan celana pendek saja. Tetep pakainya ES batik yang multifungsi sebagai diaper dan training pants. Kalau lagi rajin ya saya tatur ke kamar mandi tiap jam, kalo gak sempat ya nunggu popok basah deh baru dia minta ganti.</p>
<p>Nikmat lah pokoknya berpopok kain. Buat yang belum nyoba, sekali coba pasti ketagihan. Buat yang gak bisa berclodi karena working mom juga gak perlu merasa terintimidasi, sayapun mungkin bisa begini karena full di rumah. Buat working mom yang tetep bisa full clodi (dan banyak lho), TOOOPPPP banget dah kalian. Kita punya peran masing-masing kok dalam menjaga alam ini, yang bisa full&#8230;maturnuwun banget, yang separo-separo ya monggo, yang full dispo terus, semoga sampahnya bisa diimbangi dengan ibu-ibu lainnya yang berclodi. Sekian dan terimakasih&#8230;.</p>
<p>@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourdropbox.wordpress.com/1152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourdropbox.wordpress.com/1152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourdropbox.wordpress.com/1152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourdropbox.wordpress.com/1152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourdropbox.wordpress.com/1152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourdropbox.wordpress.com/1152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourdropbox.wordpress.com/1152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourdropbox.wordpress.com/1152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourdropbox.wordpress.com/1152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourdropbox.wordpress.com/1152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourdropbox.wordpress.com/1152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourdropbox.wordpress.com/1152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourdropbox.wordpress.com/1152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourdropbox.wordpress.com/1152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1152&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/20/masih-setia-berpopok-kain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69f1cdb34d7e980edd5033153f9ed1cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zuni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/10/jemuran-popok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2011/10/jemuran-popok.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semakin Mengerti Makna Rahmatan Lil Aalamin&#8230;.lewat Biksu!</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/13/semakin-mengerti-makna-rahmatan-lil-aalamin-lewat-biksu/</link>
		<comments>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/13/semakin-mengerti-makna-rahmatan-lil-aalamin-lewat-biksu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 23:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanita n Zuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ajahn Brahm]]></category>
		<category><![CDATA[Biksu]]></category>
		<category><![CDATA[Buddha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/13/semakin-mengerti-makna-rahmatan-lil-aalamin-lewat-biksu/</guid>
		<description><![CDATA[Si Biksu Kocak Lagi #nowreading bukunya Ajahn Brahm yang berjudul &#8216;Cacing dan Kotoran Kesayangannya&#8217;. Saya membeli buku ini 2 minggu lalu saat kabur sebentar dari rumah buat nikmatin me time, ngemall sendirian. Proses saya mendapatkan setiap buku itu unik. Bukan saya yang menemukan buku, tapi buku yang menemukan saya. Setelah menclok kesana kemari menghampiri tiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1140&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width:490px;"><a href="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/10/ajahn-brahm.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/10/ajahn-brahm.jpg?w=535" alt="Si Biksu Kocak" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2011/10/ajahn-brahm.jpg"   /></a>
<p class="wp-caption-text">Si Biksu Kocak</p>
</div>
<p>Lagi #nowreading bukunya Ajahn Brahm yang berjudul &#8216;Cacing dan Kotoran Kesayangannya&#8217;. Saya membeli buku ini 2 minggu lalu saat kabur sebentar dari rumah buat nikmatin me time, ngemall sendirian. Proses saya mendapatkan setiap buku itu unik. Bukan saya yang menemukan buku, tapi buku yang menemukan saya. Setelah menclok kesana kemari menghampiri tiap rak, saya melihat buku ini. Buku ini hadir biasa saja, bukan di bagian &#8216;best seller&#8217;, bukan juga di sektor &#8216;buku baru&#8217;. Tapi keberadaannya menggugah, aku ambil, baca sekilas cover belakangnya, dan mantap mutusin &#8216;aku ambil yang ini&#8217;. Bener kan, pas dibaca halaman demi halaman, isinya jleb semua, gue banget. Sangat sinergis dengan jati diri saya yang menjunjung tinggi makna hidup, kesederhanaan, ke-&#8217;nggak neko-neko&#8217;-an, dan bahagia tanpa menjadi apa-apa. Meski buku ini ditulis oleh seorang Biksu bule yang menganut tradisi Therawada, entah mengapa lewat tulisannya saya justru makin bisa memaknai dengan lebih dalam agama saya sendiri.</p>
<p>Ajahn Brahm tidak bisa menutupi sifat aslinya yang kocak, semua pepatah maupun ajaran kebijakan yang dia sampaikan selalu dibumbui komen-komen menggelikan. Nggak ngantuk deh pokoknya, seru! Apalagi semua konten bukunya berisikan testimoni pengalamannya sendiri dalam berproses menjadi Biksu, hingga menjadi Biksu senior sekaligus pembicara ulung, sering diundang ke berbagai acara dan mengunjungi penjara-penjara untuk memberikan konsultasi bagi para napi. Kurang lebih seperti ini contoh-contoh banyolannya.<br />
&#8216;Meski saya hidup selibat tidak pernah menikah, tapi banyak banget pasangan suami istri yang minta saran saya tentang kehidupan rumah tangga, kenapa nggak ke konselor pernikahan aja sih? Ah, saya tahu, mereka memilih datang ke seorang biksu karena kamilah satu-satunya yang tidak pernah minta bayaran&#8217; LOL!<br />
Atau suatu kali saat dia menghadapi seorang pemabuk yang hampir ingin memukulinya habis-habisan, dia menulis &#8216;Saya berada dalam diam saat ia mengarahkan tinjunya ke muka saya, kami beradu pandang, saya tetap tenang dalam waktu lama, hingga akhirnya dia melepaskan cengkeramannya di baju saya dan menunduk diam, tidak ada teman-teman biksu yang menghampiri atau melakukan sesuatu untuk membela saya. WELL MAKASEH YA TEMAN-TEMAN, GRRRR!!!&#8217;</p>
<p>Pemaafan, amarah, pernikahan, cinta, kebahagiaan, rasa sakit, ketakutan, semua dibahas dengan menarik dan indah. Even cara makan aja dibahas loh, gimana orang-orang barat dengan gampangnya makan di restoran mahal tapi nggak pernah nikmatin makanannya, malah sibuk ngomongin tender dan deal bisnis, gimana nggak mau jadi lemak itu makanan? Lha nggak dicerna dengan penuh sadar dan penghayatan.</p>
<p>Di buku ini saya juga jadi tahu bagaimana ritual seorang Biksu Therawada, yang harus bangun sangatttt dini untuk membaca hafalan Paritta, bekerja membangun tempat ibadahnya sendiri, tidak boleh punya harta SAMA SEKALI, tidak boleh makan lagi setelah jam 12 siang sampai keesokan paginya, woww ritualnya bener-bener sangat mengikat, tapi mereka bahagia, mau menjalani itu semua dengan sepenuh hati. Bukannya merasa terpenjara tapi malah merasa bebas, tenang, dan bahagia. Dan tahukah anda saya jadi berkaca dan memaknai ulang ajaran agama saya sendiri. Sebenernya nggak jauh beda ya, kami juga dianjurkan untuk bangun di sepertiga malam, ajaran puasa, sholat, menutup aurat, menjaga kemaluan. Buddha dan Islam memiliki ajaran yang sama-sama mengikat, terlebih lagi seorang Biksu. Sosok biksu mungkin versi paling zuhud nya di agama kami. Bayangin, hidup miskin, gak boleh pegang uang pribadi sama sekali, semua harta adalah untuk wihara dan umat, mirip ya sama Rasulullah&#8230;</p>
<p>Si pengusung kebebasan dan liberalisme harus baca buku ini, biar nggak gampang menghina Islam. Agama, terlebih lagi agama samawi, diturunkan sebagai panduan manual tubuh dan jiwa kita&#8230;bukan untuk memenjara kita. Ini pendapat menarik dari Ajahn Brahm tentang kebebasan, &#8216;Negara Barat sangat menjunjung tinggi hak-hak kebebasan rakyatnya melalui undang-undang, anehnya, orang-orangnya tetap saja tidak pernah merasa bebas&#8230;.selalu dikungkung kehampaan (perceraian tinggi, obesitas tinggi, kejahatan, narkoba, dll). Sebaliknya, dalam komunitas ajaran Timur yang sangat ketat seperti di agama Islam dan di wihara saya, orang-orangnya justru merasa bebas dan bahagia&#8217;. Nah kan, peraturan mengikat itu perlu, biksu aja sepakat. Maka siapapun yang menghina dan melabel Islam itu kolot, memenjarakan hak perempuan, anti kebebasan; berarti dia sama saja telah menghina seluruh Biksu di dunia. Lha wong ajaran Biksu malah berlipat-lipat beratnya dari ajaran kami kok. Biksu hutan malah nggak boleh dan nggak bisa minum Paracetamol kalau sakit gigi, bayangin betapa beratnya kehidupan dan tempaan mereka, tapi ternyata hasilnya adalah insan-insan yang tenang bahagia dan penyayang. Kami umat Islam merasa bersyukur bahwa ajaran kami ternyata ringan lho. Bener deh kita harus belajar dari seorang Biksu yang sungguh devoted terhadap agamanya, tapi nggak nyinyir sama agama lain. Biksu menghormati dan mengakui kebebasan beragama, tapi nggak nyampur adukkan ajaran-ajaran itu.</p>
<p>Tidak semua penganut Buddha mampu menjadi Biksu, hanya orang-orang terpilih saja, dan harus sangat kuat iman. Ckckck betapa Rahmatan Lil Aalamin-nya agama saya, yang menentukan kadar-kadar kewajiban beribadah sesuai dengan standar kemampuan manusianya. Tidak terlalu mengikat, tidak juga terlalu bebas. Paaas banget sama sekali nggak nyusahin kita.</p>
<p>Kita sholat wajib cuma 5 kali sehari lho, nggak perlu duduk lama berjam-jam kaya Biksu, masih bolong-bolong juga?</p>
<p>Biksu nggak boleh merokok, minum khamr, dan segala jenis protein hewani. Aturan kita lebih ringan, jadi ayo semangat lakukan dan makan minum yang HALAL, ati-ati jajan, buat ibu-ibu yang suka masak&#8230;.no angciu, no mirin, no rum (no sushi tei&#8230;.hiks). Jangan kalah sama Biksu.</p>
<p>Biksu bisa ngafalin Paritta segitu banyak. Lha gue juz 30 aja belon apal-apal *toyor, nunduk, malu*</p>
<p>Kita disuruh nahan selibat cuma sampe menikah lho, habis itu bebas mau ngapain aja sama suami. Masih sex under marriage aka zina juga? Ih malu ah diketawain sama Ajahn Brahm.</p>
<p>Biksu itu I&#8217;tikafnya tiap hari lho&#8230;.kita setahun sekali dijabanin I&#8217;tikaf juga nggak 10 malem Ramadhan terakhir? *jleb and then another jleb*</p>
<p>Dan lain-lain banyak banget analogi yang bisa dikaji mendalam dari topik Biksu. Belajar dari seorang Buddhis tidak membuat saya menjadi Buddhis. Come on&#8230;.mengambil ilmu seseorang itu bukan berarti 100% menjadi dirinya. Guru dan mentor kehidupan saya terdiri dari berbagai tipe, karakter dan agama, saya ambil yang bagus-bagusnya saja, tidak 100%, yang kurang sreg ya saya tinggalin. Jangan suudzon besok-besok beredar rumor &#8216;Hanita separo muslim separo dukun campur-campur&#8217; hehe. &#8216;Nitnut pengen belajar meditasi berarti separo murtad kuwi&#8217; huuushhh. Banyaaak banget yang ngecap seseorang kalo belajar self healing, meditasi dan ilmu hening berarti udah nggak pernah sholat. Ya ampyuun, sholat itu pribadi, yang tahu cuma Allah&#8230;.gak usah menyangka-nyangka dan menghina-hina. Jangan heran kalau rak buku saya banyakan buku His Holiness Dalai Lama, Thich Nath Hahn, dan Ajahn Brahm, habis gimana lagi&#8230;.mau belajar jadi muslim yang baik saja belajarnya harus dari orang-orang arif yang bukan muslim dulu sih. Tidak bisa dipungkiri sosok ustadz saat ini yang mendekati profil Rasulullah tuh dikiiiiit banget langka ditemuin, adanya ustadz seleb narsis semua hihi. Malah saya lebih ngelihat sosok Rasul di jaman sekarang ini hadir lewat Biksu-biksu itu, tenang, miskin meski kaya, bersahaja, penyayang, baik, bijak, nggak banci tampil dll. Mohon maaf kalo memang ada yang persepsinya beda. Kita belajar melalui jalan kita masing-masing. Dan saya mampu memaknai Islam dan mencintai Islam lebih dalam lewat sosok Ajahn Brahm. </p>
<p>Saya Islam yang cinta damai, Islam yang tidak pernah menyakiti kecuali kalo disakiti duluan. Inilah Islam yang Rahmatan Lil Aalamin.</p>
<p>@HanitaNitnut and @Maszuni Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourdropbox.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourdropbox.wordpress.com/1140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourdropbox.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourdropbox.wordpress.com/1140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourdropbox.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourdropbox.wordpress.com/1140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourdropbox.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourdropbox.wordpress.com/1140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourdropbox.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourdropbox.wordpress.com/1140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourdropbox.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourdropbox.wordpress.com/1140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourdropbox.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourdropbox.wordpress.com/1140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1140&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/13/semakin-mengerti-makna-rahmatan-lil-aalamin-lewat-biksu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69f1cdb34d7e980edd5033153f9ed1cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zuni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ourdropbox.files.wordpress.com/2011/10/ajahn-brahm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/0f0/7282907/files/2011/10/ajahn-brahm.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VISA PAMAN SAM</title>
		<link>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/12/visa-paman-sam/</link>
		<comments>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/12/visa-paman-sam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 01:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanita n Zuni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Kedutaan Besar]]></category>
		<category><![CDATA[visa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourdropbox.wordpress.com/?p=1132</guid>
		<description><![CDATA[Maaf sebelumnya, mungkin ini posting ternorak dan terndeso dari kami berdua Dua minggu lalu saya dan ayah mengurus visa di Kedubes AS di Jl. Medan Merdeka Selatan belakang Stasiun Gambir. Pengurusan visa ini berkenaan dengan ditugaskannya ayah untuk ke San Ramon selama beberapa hari. Sebenarnya sih sebelum kami sudah banyak teman-teman senior di kantor yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1132&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf sebelumnya, mungkin ini posting ternorak dan terndeso dari kami berdua <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dua minggu lalu saya dan ayah mengurus visa di Kedubes AS di Jl. Medan Merdeka Selatan belakang Stasiun Gambir. Pengurusan visa ini berkenaan dengan ditugaskannya ayah untuk ke San Ramon selama beberapa hari. Sebenarnya sih sebelum kami sudah banyak teman-teman senior di kantor yang duluan sukses ngurus visa, dan mereka gak norak-norak amat untuk posting di blog hihihi. Tapi kami merasa pengalaman kemarin tuh cukup seru sehingga pingin berbagi ke semua.</p>
<p>Ini kronologi percakapan saya dengan ayah beberapa minggu yang lalu, nggak lama setelah Yusuf lahir,</p>
<p>&#8220;Bun, aku training bun 2 minggu, kamu ikut aja&#8221;</p>
<p>&#8220;Yah&#8230;.bayine piye????&#8221;</p>
<p>&#8220;Tinggal aja sama mama, kamu peres asi yang banyak&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa harus ikut sih yah&#8230;aku males&#8230;Yusuf kasian&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku males kemana-mana makan dan jalan sendiri, <em>durung nek mblasuk, </em>kalo ada barengan kan enak&#8230;&#8221;</p>
<p>Saya bimbang&#8230;.bergidik juga bayangin tiket PP saya yang bikin pingsan karena harus cover sendiri. Lalu konsultasilah saya sama mbak Rika via bbm, dia bilang,</p>
<p>&#8220;Ya ampun deeek, nek suami malah nyuruh dan mengijinkan ya jalan ajaaa! it&#8217;s a rare chance! Udah berangkat! Dulu aku ke aussie 5 harian pas Fadhil 3 bulan, pulangnya dia masih mau nyusu gak bingung puting&#8221;</p>
<p>*asli kompor berat nih kakak gue*</p>
<p>*kemudian sayapun mengeksploitasi diri sendiri seperti sapi perah, beli kantong asip banyak, pompa, pompa, pompa. Cihuuuuuyyy jalan-jalan ke amriki*</p>
<p>Dan dua minggu kemudian&#8230;..</p>
<p>&#8220;Bun! bun!&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa Yah&#8230;.?&#8221;</p>
<p>&#8220;Di training ada si Jati bun! aku ada barengan yang kenal! Kamu gak usah jadi ikut ya&#8230;tapi tetep bikin visa aja&#8221;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillaah gak perlu ninggalin Yusuf&#8221; (dalem hati: ngoks, gubrak!!! gak relaaaa dibuanggg, setelah dikomporin sana sini untuk mantep berangkat, weladhalahhh kok jadi agak sedikit menyesal ya hihihihi)</p>
<p>Jadilah saya berangkat untuk mengurus visa yang gak jadi saya pakai, intinya cuma jadi partner penguatnya ayah yang bolak-balik udah ketar-ketir takut nggak disetujui visanya. Dia udah too much baca cerita-cerita negatif dari temen-temennya. Visa US susah, visa US susah. Nama tunggal rentan ditolak. Ituuu aja yang dipikirin sepanjang beberapa hari sebelum ngurus. Weleh-weleh&#8230;.kok kalo ada beban &#8216;harus berangkat&#8217; dari kantor emang jadi parnoan gitu ya..aku yg udah jelas gak akan berangkat, malah santai kaya di pantai.</p>
<p>&#8220;Bun, kalo ditanya ini, jawabnya ini ya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Iyee&#8221;</p>
<p>&#8220;Bun, kalo ditanya mau ke mana aja, jawabnya ke sini dan ke sini ya, nginepnya di sini&#8221;</p>
<p>&#8220;Iyaaaa!&#8221;</p>
<p>Mengenai prosedur lengkap berkas kepengurusannya bisa dilihat <a href="http://www.zikri.com/2008/01/08/mengurus-visa-amerika-serikat/">di sini</a> , semua berkas yang ngurus ayah, saya cuma di suruh foto dengan background putih, sisanya, bukti appointment dll sudah tahu beres. Kita berangkat jam setengah 7 pagi, sampai Kedubes jam 8, sampe sana ternyataaaa kita bengong, mobil gak bisa masuk, apalagi numpang parkir, orangnya doang yang boleh turun. Yak muter lagi parkir di Gambir, terus jalan kaki dengan tangan kosong hanya bawa berkas dan kunci mobil. Ayah yang telah banyak survey, telah tau banyak hal. Dia tahu bahwa semua HP-BB-kunci dan semua metal-metalan akan disuruh titipin penjaga. Dan itu benar, di depan kami ada tante paruh baya yang tasnya segembolan, akhirnya harus ngeluarin segala iPad, handphone, kunci, charger, ya ampun ribet ya tante&#8230;.</p>
<p>Pemandangan antrian yang ruame itu benar-benar beraneka ragam. ada keluarga borju yang akan liburan, ada bapak-bapak entrepreneur yang bolak balik resah karena tak terbiasa lepas dari gadget, ada mbak-mbak necis modis dandan yang asik ngobrol sama temannya, dan ada dua keluarga bersahaja khas pegawai chevron yang istrinya berkerudung dan bawa semua anak-anaknya. Ayah langsung seneng ketemu orang sekantor yang sama-sama lagi ngantri duluan, satunya dari Balikpapan, satu lagi Minas. Hmm&#8230;.lama ya antri nunggu dipanggilnya, semua yang dateng sendirian jadi resaaaah karena terbukti orang kota itu nggak bisa lepas dari gadget, udah kaya diamputasi aja mereka rasanya kalo gak ada BB atau iPhone. Kalau saya dan ayah, udah pasti ngegosip ngisi waktunya, nambah tabungan dosa hihihi.</p>
<p>Kira-kira 45 menitan yang begitu lama, kelompok kami dipanggil masuk ke ruangan wawancara. Di dalam ruangan itupun teteeep duduk antri lagi, tapi untungnya kali ini ber-AC. Gosip lagi sambil komenin orang-orang lain hihihi penting banget ya&#8230; Di ruangan itu kita akan di scan sidik jari, lalu wawancara, abis itu pulang dengan hasil masing-masing. Di ruangan itu, saat menunggu sudah nggak bosan lagi, karena bisa melihat langsung orang-orang lain yang sedang diwawancara oleh 4 petugas bule si penentu nasib mereka. Seruuuu, dan ayah makin sakit perut hihihihi. Dua pegawai sekantor tadi, bawa anak-anaknya segambreng dan kadang bayinya nangis gak betah, kasihan&#8230;. Semua pewawancara bule ternyata sangat fasih berbahasa Indonesia. Mereka secara random melakukan interview dalam bahasa Inggris dan Indonesia secara bergantian, kita nggak pernah tahu akan ditanya dalam bahasa apa, dan nggak pernah tahu akan ditanya tentang apa, Bismillah aja. Mau lo konglomerat, artis, ayu ting ting, semua setara, gak ada yang bisa nyogok atau apa. Ada seorang mbak-mbak modis gaya necis dari atas sampe bawah, sepatu stiletto tak tok tak tok, pas diwawancara,</p>
<p>&#8220;I work for Multivision Plus, i&#8217;m mr. Punjabi&#8217;s right hand, you know?&#8221;</p>
<p>Kagak ngaruh mbak&#8230;.tetep aja dia ditanya-tanya lama banget.</p>
<p>Ayah makin tegang karena ternyata dua orang kantor sebelum kami, dua-duanya ditolak aja lho&#8230;.hiks, mereka nerimanya kertas warna kuning dan paspor dibalikin, kita nggak tahu warna kuning itu artinya apa. Tapi yang lain kalo disetujui, selalu dikasihnya kertas putih sambil dikasih tahu &#8220;Selamat, visa anda disetujui, paspor anda ditahan disini ya&#8221;. Huuuu makin pucet dia ngeliat temennya gugur semua, aku tetep lempeng aja&#8230;.ah diterima pasti (dukun gadungan). Kedua teman kami itu feeling saya apes karena dapet pewawancara loket 9 yang judes dan bawel, cewek, masih muda, cantik, tapi ceriwisnya minta ampun dan suka menjebak,</p>
<p>&#8220;Anda di Amerika untuk apa&#8221;</p>
<p>&#8220;Anda selama di Amerika training tentang apa&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu anda akan kerja di kantor mana&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau anda training selama 6 bulan kenapa juga bekerja di kantor mereka&#8221; *salah jawab deh, teeeet! kertas kuning, ngoks lagi*</p>
<p>Waktu terus berjalan, doaku cuma semoga Yusuf anteng di rumah sama mama. Lalu bengong karena si partner gosip udag gak konsen diajak gosip, dia berdiri terus jalan-jalan di ruangan yang meski ber-AC tetep sumpek itu, karena makin siang makin tambah terus orang yang ngantri, fuihh. Aku bengong, gak ada gadget, gak bisa 4square, gak bisa foto-fotoin ruangan, yang ada mulai berkhayal&#8230;.ini 4 bule digaji berapa ya kerja disini ampe faseh ngomong Indo? Mereka tinggal di apartemen apa kosan? mereka pulang naek apa? jangan-jangan pulangnya ngojek terus jajan batagor di belakang Sarinah hihihi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan kamipun dipanggil, yesss feelingku bener, dari tadi ngurutin kelompok sama loket, ngitung-ngitung, kok kayanya kelompok 17 akan dapet loket 8 yang mas-masnya kalem ya&#8230;ah semoga benar. Dan iyaa, kita dapet mas-mas itu. Dan kalo suami istri ternyata ditanya-tanyanya langsung berdua. Ayah udah siapin misil pede sebanyak satu truk.</p>
<p>&#8220;Hello&#8230;.i&#8217;m Zuniawan&#8221;</p>
<p>&#8220;Where will you go?&#8221;</p>
<p>&#8220;San Ramon, i&#8217;m attending a leadership workshop for two weeks&#8221;</p>
<p>&#8220;Can you explain me what this workshop is all about?&#8221; &#8221;Where do you work?&#8221; &#8220;For how long have you been working here&#8221; &#8220;You studied at Diponegoro?&#8221; &#8220;Explain me about your job&#8221; &#8220;Who&#8217;s gonna pay for this trip&#8221;</p>
<p>Mateng dah ayah ngejawabin satu-satu, dia pede banget dan lancar banget sampe masnya manggut-manggut, tapi itu jelas banget keringet ngocor dari keningnya hihihi. Saya cuma ditanya ikut untuk apa, punya anak berapa, dan yang jagain anak-anak kami siapa.</p>
<p>&#8220;Where else will you visit on this trip?&#8221; Ngincer ayah lagi dia&#8230;</p>
<p>&#8220;Golden gate&#8230;.we&#8217;re gonna have our second honeymoon&#8221;</p>
<p>Masnya senyum seakan berkata so sweet&#8230;</p>
<p>Gue? Dalem hati, preeettttt, honeymoon? hihihihi</p>
<p>Terus lamaaa banget itu si mas bule matiin speaker, kita nunggu sambil deg-degan, aku komat kamit baca surat pendek.</p>
<p>&#8220;Sorry&#8230;our system has been&#8230;.ppfffffft&#8221; katanya sambil ngeklik-ngekilk mouse</p>
<p>&#8220;it&#8217;s okay&#8230;&#8221;</p>
<p>Setelah waktu yang lama sampe suamiku udah janggutan tebel *halah*, akhirnya si mas nyalain speaker</p>
<p>&#8220;Congratulations! Your visa has been approved! Have a great time you two!&#8221; Sambil nyerahin kertas putih, paspor ditahan.</p>
<p>Perjalanan pulang, dia selalu mesam mesem sambil ngulang-ngulang &#8220;Your visa has been approved, your visa has been approved yeessss&#8221; Alhamdulillah&#8230;</p>
<p>Intinya ternyata benar, ngurus visa amriki itu ternyata susah&#8230;</p>
<p>Tapi selama kita nggak tahu kalo itu susah, maka kita dapetinnya jadi gampang&#8230;.</p>
<p>Selamat ayah&#8230;.jadi juga berangkat nanti, dan yang penting beliin aku DVD terbaru Ricki Lake &#8220;More Business of Being Born&#8221; lho yah! Buat dakwah gentle birth&#8230;..</p>
<p>Kalo gak dibeliin, aku kayang!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourdropbox.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourdropbox.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourdropbox.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourdropbox.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourdropbox.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourdropbox.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourdropbox.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourdropbox.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourdropbox.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourdropbox.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourdropbox.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourdropbox.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourdropbox.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourdropbox.wordpress.com/1132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourdropbox.wordpress.com&amp;blog=7282907&amp;post=1132&amp;subd=ourdropbox&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourdropbox.wordpress.com/2011/10/12/visa-paman-sam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69f1cdb34d7e980edd5033153f9ed1cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zuni</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
